Pembobotan Nilai UTBK 2026 yang Perlu Diketahui Peserta

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) akan segera dilaksanakan pada 21–30 April 2026. Seperti namanya, jalur ini merupakan salah satu seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang menggunakan sistem tes.
Dalam ujian ini, peserta akan dihadapkan pada sejumlah soal dengan bobot nilai yang beragam. Perbedaan bobot tersebut umumnya ditentukan berdasarkan tingkat kesulitan soal.
Simak ulasan berikut mengenai sistem pembobotan nilai UTBK yang dapat membantu peserta dalam menyusun strategi pengerjaan agar memperoleh skor yang optimal.
Pembobotan Nilai UTBK 2026
Sistem penilaian UTBK SNBT menggunakan metode Item Response Theory (IRT) atau Teori Respons Butir. Dalam sistem ini, bobot skor setiap soal dapat berbeda, tergantung tingkat kesulitannya.
Metode IRT dinilai lebih akurat dalam mengukur kemampuan peserta secara menyeluruh. Mengutip laman Universitas Negeri Surabaya, proses penilaian IRT terdiri dari tiga tahap berikut:
Tahap pertama: Sistem memeriksa jawaban seluruh peserta. Jawaban benar diberi skor 1 poin, sedangkan jawaban salah atau tidak dijawab diberi skor 0. Tidak ada pengurangan nilai (minus).
Tahap kedua: Setiap soal yang dijawab benar akan dianalisis kembali karakteristiknya. Soal yang dijawab benar oleh sedikit peserta akan dikategorikan sebagai soal sulit, begitu pula sebaliknya
Tahap ketiga: Perhitungan skor akhir peserta berdasarkan karakteristik tiap soal. Soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi akan memiliki bobot nilai yang lebih besar.
Materi dan Jumlah Soal UTBK 2026
Peserta UTBK akan mengerjakan sekitar 160 soal dalam waktu 195 menit (3 jam 15 menit). Soal-soal tersebut dibagi ke dalam dua komponen utama, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi. Berdasarkan informasi dari laman SNPMB, berikut rinciannya:
1. Tes Potensi Skolastik (TPS)
Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan kognitif, penalaran, dan logika dasar. TPS terdiri dari empat subtes:
Penalaran Umum: Terdiri dari 30 soal yang mencakup penalaran induktif, deduktif, dan kuantitatif (masing-masing 10 soal).
Pengetahuan dan Pemahaman Umum: Mengukur wawasan kognitif serta pemahaman bahasa secara umum, dengan total 20 soal.
Pemahaman Bacaan dan Menulis: Jumlah soal sebanyak 20 soal yang berfokus pada ejaan, tata bahasa baku, dan kepaduan paragraf.
Pengetahuan Kuantitatif: Menguji kemampuan logika angka, aljabar, dan matematika dasar yang terdiri dari 20 soal.
2. Tes Literasi
Komponen ini menuntut ketelitian dan daya tahan membaca berbagai jenis teks. Tes literasi meliputi:
Literasi Bahasa Indonesia: Terdiri dari 30 soal yang menguji kemampuan memahami, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari teks berbahasa Indonesia yang kompleks.
Literasi Bahasa Inggris: Menguji kemampuan serupa, tetapi menggunakan teks berbahasa Inggris. Jumlah soal subtes ini sebanyak 20 butir.
Penalaran Matematika: Mengukur kemampuan menerapkan konsep matematika dalam menyelesaikan masalah sehari-hari, dengan total 20 soal.
Baca Juga: 5 Aplikasi Rasionalisasi SNBT 2026 untuk Cek Peluang Lolos PTN
(SA)
