Pemikiran Jamaludin al-Afghani sebagai Tokoh Pembaharu Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jamaludin al-Afghani merupakan tokoh pembaharu yang menggunakan metode berpikir rasional. Sejak lahir, beliau diberikan gelar al-Sayyid karena keluarganya berasal dari keturunan Nabi Muhammad SAW.
Dijelaskan dalam jurnal Pemikiran Jamaludin al-Afghani susunan Akmal Hawi, Jamaludin al-Afghani lahir di Asadabad pada tahun 1838 M. Beliau merupakan putra dari Sayyid Safdar al-Husainiyyah yang memiliki hubungan darah dengan perawi hadits terkenal asal Afghanistan, Sayyid Ali At-Turmudzi.
Sejak kecil, Jamaludin al-Afghani dididik di lingkungan keluarga yang bermazhab Hanafi. Saat menempuh pendidikan formal, ia mempelajari ilmu aqli dan naqli. Selain itu, beliau juga mahir dalam bidang matematika dan sains.
Sebagai tokoh pembaharu, pemikiran beliau berfokus pada nilai-nilai rasionalisme dan republikanisme. Agar lebih memahaminya, simaklah penjelasan lengkap tentang pemikiran Jamaludin al-Afghani dalam artikel berikut ini.
Pemikiran Jamaludin Al-Afghani
Jamaludin al-Afghani muncul pada abad ke-19, di mana umat Islam sedang memasuki fase pembaharuan. Fase ini juga dikenal sebagai abad modernisme. Umat Muslim harus mengakui bahwa budaya barat jauh lebih unggul dibandingkan budaya Islam.
Oleh karena itu, al-Afghani datang untuk menghidupkan kembali kalam dan mengejar ketertinggalan dengan membuat tesis baru. Ia berusaha menyelesaikan beberapa masalah yang muncul di kalangan umat Islam.
Pemikiran Jamaludin al-Afghani sangat moderat. Beliau mengakomodasi ide-ide yang datang dari Barat demi memperbaiki kemerosotan umat Islam.
Di sisi lain, al-Afghani sangat tegas dan keras dengan masalah kebangsaan dan hukum Islam. Sehingga, ia pun disebut sebagai tokoh modernis dan fundamentalis.
Jamaludin Al-Afghani menghimpun gerakan-gerakan yang berbeda, namun sejalan dengan program universal. Ia memadukan prinsip-prinsip keislaman di India, konsep kepemimpinan karismatik, dan aksi revolusioner Syiah.
Bagi al-Afghani, Islam adalah unit kebudayaan yang kaya. Ia memahami bahwa kaum Syiah dan Sunni merupakan anggota umat yang sama. Beliau ingin menggunakan kedua tradisi umat tersebut untuk memerangi musuh bersama.
Dijelaskan dalam buku Pemikiran Politik Islam Dari Masa Nabi Hingga Kini susunan Anthony Black (2001), Jamaludin al-Afghani bukan hanya dikenal sebagai seorang guru atau politikus biasa. Dilihat dari tulisan-tulisannya, ia tampil sebagai seorang pemikir yang arif.
Selama menempuh pendidikan di Iran, al-Afghani belajar tentang sains Eropa. Di Kairo, ia ditunjuk menjadi guru besar non-akademis. Beliau juga memadukan tradisi filsafat dan mistik Islam yang telah disesuaikan dengan tujuan mengembalikan Islam pada kekuasaan politik.
Jamaludin al-Afghani sangat terbuka dengan ide-ide baru. Dia berpikiran terbuka dan sangat moderat, sehingga banyak orang yang menuduhnya sebagai ateis.
Seorang muridnya yang berasal dari Mesir pernah berkata bahwa orisinalitas Jamaludin al-Afghani terletak pada upayanya untuk mengubah keyakinan para intelektual dari negara-negara yang ia nasihati. Itulah yang membuat pemikiran al-Afghani mampu mengubah kemerosotan umat Islam di seluruh dunia.
Secara garis besar, ada dua hal yang menjadi dasar pemikiran Jamaludin al-Afghani dalam memperjuangkan masa kejayaan Islam. Berikut uraiannya:
Perubahan radikal signifikan dalam pola pikir mengenai ilmu pengetahuan dari yang sebelumnya bercirikan kekakuan kepada keterbukaan dan rasionalisme.
Perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan yang dilakukan oleh imperialisme Barat.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Kapan Jamaludin al-Afghani lahir?

Kapan Jamaludin al-Afghani lahir?
Pada tahun 1838 M di Asadabad.
Siapa nama ayah al-Afghani?

Siapa nama ayah al-Afghani?
Sayyid Safdar al-Husainiyyah.
Bagaimana karakteristik Jamaludin al-Afghani?

Bagaimana karakteristik Jamaludin al-Afghani?
Jamaludin al-Afghani sangat terbuka dengan ide-ide baru.
