Pengertian Akhlak Mahmudah dan Mazmumah, Lengkap Dengan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, akhlak digolongkan menjadi dua, yakni akhlak mahmudah dan akhlak mazmumah. Akhlak mahmudah adalah segala sikap dan tingkah laku yang baik. Sedangkan akhlak mazmumah kebalikannya.
Adapun yang dimaksud akhlak menurut Ibrahim Anis dalam buku Materi Pendidikan Agama Islam karya M. Syukri Azwar Lubis (2019) yakni sifat yang tertanam dalam jiwa, dan dengannya lahir macam-macam perbuatan, baik atau buruk.
Sebagaimana diketahui, Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Ketahui akhlak-akhlak seperti apa yang mendatangkan kebahagiaan dunia akhirat dan mana yang bisa menjerumuskan pada neraka:
Pengertian Akhlak Mahmudah dan Contohnya
Mengutip buku Pendidikan Akhlak Karimah Berbasis Kultur Kepesantrenan oleh Aditya Firdaus dan Rinda Fauzian (2018), akhlak mahmudah artinya akhlak yang terpuji, yakni perangai dan ucapan yang baik, serta merupakan perbuatan yang disenangi.
Sementara menurut Muhammad Husni dalam Studi Pengantar Pendidikan Agama Islam, sifat terpuji adalah perilaku yang melekat dalam diri manusia, mendatangkan rahmat, dan memberikan kebaikan. Akhlak mahmudah ini akan mendatangkan keselamatan dan kebahagiaan.
Dalam menentukan standar baik dan buruk, umat Islam merujuk pada Alquran dan hadits. Nah, sifat-sifat mahmudah yang perlu dimiliki setiap Muslim secara umum mengutip buku Desain Pendidikan Karakter oleh Zubaedi (2011) yaitu:
al-amanah (setia, jujur, dapat dipercaya)
as-sidqu (benar, jujur)
al-adl (adil)
al-afwu (pemaaf)
al-alifah (disenangi)
al-wafa (menepati janji)
al-haya (malu)
ar-rifqu (lemah lebut)
anisatun (bernmuka manis)
Pengertian Akhlak Mazmumah dan Contohnya
Akhlak mazmumah adalah akhlak tercela. Mengutip buku Belajar Aqidah Akhlak oleh Muhammad Asroruddin Al Jumhuri, akhlak tercela merupakan segala tingkah laku manusia yang dapat mendatangkan kebinasaan dan kehancuran diri.
Berhubungan dengan sesuatu yang tidak bermoral, tidak menyenangkan, dan bertentangan dengan norma-norma yang ada. Hal-hal yang mendorong manusia untuk berbuat maksiat adalah dunia beserta isinya, manusia, iblis, dan nafsu.
Sifat-sifat mazmumah, yaitu:
ananiah (egois)
al-baghyu (melacur)
al-Buhtan (dusta)
al-Khianah (khianat)
az-zulmu (aniaya)
al-ghibah (mengumpat)
al-hasad (dengki)
al-kufran (mengingkari nikmat)
ar-riya' (ingin dipuji)
an-namimah (adu domba)
Contoh Akhlak Mahmudah
Selain contoh yang telah disebutkan di atas, ada beberapa contoh akhlak mahmudah dan mazmudah lainnya yang perlu diketahui umat Muslim, di antaranya:
Akhlak Mahmudah kepada Allah SWT
Sebagai seorang Muslim, menjalin hubungan yang baik dengan Allah merupakan tujuan utama dalam kehidupan. Berikut contohnya:
Bersikap ikhlas, yakni mengosongkan hati dan niat hanya untuk Allah semata. Ikhlas berarti melakukan segala sesuatu hanya karena Allah dan demi-Nya.
Bertaubat, yakni sikap merasa menyesal dan berupaya memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan atau dosa.
Bersyukur, yakni mengakui dan menghargai segala nikmat yang diberikan oleh Allah, baik berupa kesehatan, rezeki, kesuksesan, maupun kebahagiaan dalam kehidupan.
Bersabar, yakni menahan diri dan menerima segala cobaan dan ujian yang diberikan oleh Allah dengan lapang dada. Dalam menghadapi kesulitan atau ujian, seorang Muslim diharapkan untuk tetap sabar dan mengandalkan pertolongan dari Allah.
Bertawakal, yakni mengandalkan sepenuhnya kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan. Seorang Muslim yang memiliki akhlak mahmudah akan meletakkan kepercayaan dan harapannya sepenuhnya kepada Allah.
Berharap kepada Allah berarti meyakini bahwa hanya Allah yang dapat memberikan pertolongan, rahmat, dan keberkahan dalam segala hal.
Takut kepada Allah adalah sikap bertanggung jawab dan menjauhi segala larangan-Nya. Seorang Muslim harus senantiasa menjaga diri dari perbuatan dosa, menghindari yang haram, dan berusaha mengikuti segala perintah-Nya.
Akhlak Mahmudah kepada Sesama
Akhlak mahmudah kepada sesama merupakan sikap, perilaku, dan tindakan yang mencerminkan kebaikan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap orang lain. Berikut contohnya:
Menjaga hubungan baik dengan sesama, yaitu menjalin hubungan yang harmonis, menghormati, dan menghargai orang lain tanpa memandang perbedaan agama, suku, atau status sosial.
Berkata benar. Seorang Muslim diharapkan untuk selalu berkata yang benar, jujur, dan tidak menyebarkan fitnah atau berbicara dengan kata-kata yang menyakiti.
Tidak meremehkan orang lain. Sebagai manusia, seseorang harus menghormati dan tidak meremehkan orang lain. Memiliki akhlak mahmudah berarti tidak menganggap rendah atau meremehkan orang lain berdasarkan suku, agama, ras, atau latar belakang sosial.
Menunjukkan kasih sayang kepada sesama manusia melalui perbuatan baik, kebaikan hati, dan kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain.
Bersangka baik, yakni sikap positif dalam akhlak mahmudah yang berarti memberikan penilaian atau asumsi yang baik terhadap orang lain.
Akhlak Mahmudah terhadap Diri
Akhlak mahmudah terhadap diri merupakan sikap dan tindakan yang mencerminkan kecintaan dan penghargaan terhadap potensi dan fitrah yang Allah anugerahkan. Berikut contohnya:
Menjaga kesucian dan kehormatan diri, seperti menjaga diri dari perbuatan dosa, menjauhi hal-hal yang haram, serta menghindari perilaku yang merusak citra diri dan agama.
Qana'ah, yakni sikap syukur dan menerima dengan ikhlas apa yang telah Allah berikan dalam hidup. Seorang Muslim yang memiliki akhlak mahmudah akan bersyukur dengan apa yang dimiliki, tidak serakah, dan merasa puas dengan pemberian Allah.
Berdoa kepada Allah. Melalui doa, seorang Muslim mengakui kelemahan dan ketergantungan pada Allah.
Sabar dengan keputusan Allah. Dalam menghadapi cobaan, kesulitan, atau ujian, seorang Muslim diharapkan untuk tetap sabar dan menerima dengan lapang dada ketentuan Allah.
Tawakal, yakni sikap percaya dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan.
Akhlak Mazmumah kepada Allah
Akhlak mazmumah kepada Allah merupakan sikap dan tindakan yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Berikut contohnya:
Syirik, yaitu sikap menyekutukan Allah dengan sesuatu atau seseorang dalam ibadah, keyakinan, atau penghambaan.
Takabur atau kesombongan, yaitu sikap merasa lebih tinggi, lebih besar, atau lebih baik dari Allah atau orang lain. Takabur adalah akhlak mazmumah yang merendahkan kedudukan Allah dan menganggap remeh kebesaran-Nya.
Murtad, yaitu akhlak mazmumah yang melibatkan meninggalkan agama Islam atau mengingkari keimanan kepada Allah. Murtad adalah penghinaan terhadap Allah dan tindakan yang menyebabkan seseorang keluar dari jalan yang benar.
Munafik, yaitu sikap berpura-pura menjadi Muslim dan mengaku beriman kepada Allah, tetapi sebenarnya hatinya penuh dengan kebohongan, kemunafikan, dan ketidakjujuran.
Akhlak Mazmumah kepada Sesama
Akhlak mazmumah kepada sesama manusia melibatkan sikap dan tindakan yang merugikan orang lain dan bertentangan dengan syariat. Berikut contohnya:
Mudah marah, yaitu sikap dan reaksi yang tidak terkontrol terhadap situasi atau tindakan orang lain.
Iri hati, yaitu perasaan tidak senang atau tidak puas dengan keberhasilan atau kebahagiaan orang lain. Iri hati muncul ketika kita merasa cemburu atau merasa kurang beruntung dibandingkan dengan orang lain.
Mengumpat, yaitu berbicara atau menyebarkan cerita buruk tentang seseorang di belakangnya tanpa alasan yang jelas atau kebutuhan yang mendesak.
Berbuat aniaya, yaitu perlakuan yang tidak adil dan merugikan orang lain baik secara fisik maupun emosional.
Kikir, yaitu sikap kikir atau tamak yang ditunjukkan dengan keserakahan dan ketidakmampuan untuk memberikan atau berbagi dengan orang lain.
Baca Juga: Memahami Makna Akhlak Menurut Imam Al Ghazali
Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Manusia
Mengutip Muhammad Husni, menurut Quraish Shihab manusia memiliki dua potensi ini (baik dan buruk). Diisyaratkan dalam Alquran bahwa sesungguhnya manusia cenderung pada kebajikan.
Seperti kisah saat iblis menggoda Nabi Adam AS, padahal ia sebelumnya tidak durhaka kepada Allah SWT. Jadi, apa faktor yang mempengaruhi akhlak manusia?
1. Al-warasah (bawaan), yaitu potensi batin yang sangat dominan dalam pembinaan akhlak. Berupa kecenderungan, bakat, minat, akal, dan lain-lain.
2. Al-bi'ah, yaitu pengaruh lingkungan. Mulai dari lingkungan sosial terkecil seperti keluarga hingga lingkungan masyarakat. Lingkungan pendidikan merupakan faktor penting dalam pembinaan akhlak.
3. Pembinaan dan pembentukan akhlak dipengaruhi oleh gabungan faktor internal (pembawaan) dan faktor eksternal (lingkungan) di atas.
(ERA & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa saja sifat-sifat akhlak mahmudah?

Apa saja sifat-sifat akhlak mahmudah?
Al-amanah (setia, jujur, dapat dipercaya), as-sidqu (benar, jujur), al-adl (adil), al-afwu (pemaaf), al-alifah (disenangi), al-wafa (menepati janji), dan lainnya.
Apa yang dimaksud akhlak mazmumah?

Apa yang dimaksud akhlak mazmumah?
Akhlak mazmumah adalah akhlak tercela, berupa segala tingkah laku manusia yang dapat mendatangkan kebinasaan dan kehancuran diri.
Perilaku terpuji dan tercela dalam Islam disebut apa?

Perilaku terpuji dan tercela dalam Islam disebut apa?
Perilaku terpuji dalam Islam disebut akhlak mahmudah, sedangkan perilaku tercela disebut akhlak mazmumah.
