Konten dari Pengguna

Pengertian Aksara Murda dan Contoh Penulisannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Aksara Murda. Foto: Youtube
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Aksara Murda. Foto: Youtube

Aksara Murda adalah huruf khusus yang ada di dalam Aksara Jawa dan berfungsi layaknya seperti huruf kapital pada bahasa Indonesia. Aksara ini hanya dipakai untuk menulis nama orang penting dan tempat/daerah yang terkenal.

Artikel ini akan membahas lebih jelas mengenai Aksara Murda, mulai dari pengertian, aturan penggunaan, hingga contoh penulisan kalimatnya yang bisa dipelajari.

Pengertian Aksara Murda

Ilustrasi menulis kalimat dengan Aksara Murda. Foto: Pexels

Aksara Murda atau disebut juga Aksara Gede adalah huruf dalam bahasa Jawa yang digunakan pada penulisan suatu nama, umumnya nama tempat atau orang yang dihormati.

Dalam bahasa Indonesia, Aksara Murda dikenal sebagai huruf kapital. Namun, dalam huruf Jawa, hanya huruf tertentu saja yang memiliki Aksara Murda atau huruf kapitalnya.

Bagi huruf yang tidak memiliki Aksara Murda, jika akan menulis sesuatu yang harus menggunakan huruf besar atau kapital, maka memakai huruf biasa dalam Aksara Jawa.

Aturan Penggunaan Aksara Murda

Ilustrasi menulis huruf Aksara Murda. Foto: Pexels

Seperti yang telah disebutkan, tidak semua huruf dalam Aksara Jawa memiliki Aksara Murda, melainkan hanya huruf-huruf tertentu.

Mengutip buku Sinau Maca Aksara Jawa oleh Bejo (2020: 33), Aksara Murda berjumlah 8, yakni Na, Ka, Ta, Sa, Pa, Nya, Ga, dan Ba.

Aksara Murda. Foto: Sinau Maca Aksara Jawa

Untuk huruf yang tidak memiliki bentuk Aksara Murda, penulisannya memakai huruf biasa. Sementara untuk penulisan nama yang lebih dari dua kata, di bagian tengah dan akhir dapat memakai huruf pasangan Murda, jika huruf sebelumnya huruf mati.

Berikut daftar huruf pasangan Murda:

Huruf pasangan murda. Foto: Sinau Maca Aksara Jawa

Dalam penulisannya, Aksara Murda tidak dapat digunakan secara sembarangan. Sebab, penulisan aksara ini memiliki aturan tersendiri dalam Aksara Jawa.

Berikut beberapa aturan penggunaan Aksara Murda:

1. Tidak Dapat Dipakai sebagai Konsonan Penutup Kata

Aksara Murda tidak boleh diberi pangkon, yakni komponen dalam Aksara Jawa yang berfungsi untuk mematikan konsonan aksara pada akhir kalimat.

Aksara Murda tidak dapat dipakai sebagai konsonan penutup kata, sehingga harus kembali menggunakan huruf dasarnya. Jadi, Aksara Murda tidak dapat dijadikan huruf mati.

2. Tidak Perlu Menggunakan Aksara Murda di Awal Kata

Penggunaan Aksara Murda tidak harus selalu ditempatkan di awal kata atau kalimat, karena bisa jadi kata yang akan ditulis huruf awalnya bukanlah Aksara Murda.

Jika mendapati hal demikian, Anda bisa menempatkannya di huruf selanjutnya, misalnya pada kata 'Indonesia' baru memiliki Aksara Murda di huruf 'ne'.

3. Penggunaan Aksara Murda Dimulai dari Suku Kata Pertama hingga Terakhir

Cara penggunaan Aksara Murda dimulai dengan urutan dari suku kata pertama terlebih dahulu hingga suku kata terakhir. Seperti diketahui, tidak semua aksara mempunyai bentuk Murda.

Dikutip dari Lemuria Adlantis Nusantara (True Back History of Indonesia) oleh Santo Saba Piliang (2020: 249), apabila suku kata pertama suatu nama tidak memiliki bentuk Murda, maka suku kata kedua yang menggunakan Murda.

Apabila suku kata kedua juga tidak memiliki bentuk Murda, maka suku kata ketiga yang menggunakan Murda, begitu seterusnya.

4. Satu Kata Cukup Menggunakan Satu Aksara Murda

Dalam satu kata, biasanya hanya digunakan satu Aksara Murda saja. Jika dalam satu kara terdapat lebih dari satu huruf yang dapat memakai aksara Murda, maka pakailah Aksara Murda untuk huruf yang lebih awal.

Namun, nama yang sangat dihormati dapat ditulis seluruhnya dengan Aksara Murda apabila memungkinkan. Misalnya, nama "Pakubuwana" ditulis dengan huruf pa, ka, ba, dan na dalam Aksara Murda.

5. Aksara Murda Dapat Diberi Sandhangan

Seperti yang telah disebutkan, Aksara Murda dapat diberi pasangan atau sandhangan. Sandhangan adalah tanda khusus yang berfungsi untuk mengubah bunyi pada huruf Aksara Jawa.

Baca Juga: Perbedaan Aksara Swara, Aksara Murda, dan Aksara Rekan dalam Bahasa Jawa

Contoh Penulisan Aksara Murda

Ilustrasi menulis Aksara Murda. Foto: Pexels

Untuk lebih memahami mengenai penggunaannya, berikut beberapa contoh penulisan Aksara Murda yang bisa dijadikan referensi.

  1. Marwan: ꦩꦂꦮꦤ꧀

  2. Rismaharini: ꦫꦶꦱ꧀ꦩꦲꦫꦶꦤꦶ

  3. Indonesia: ꦆꦤ꧀ꦢꦺꦴꦟꦺꦱꦶꦪ

  4. Pak Andi nitih sepeda: ꦥꦏ꧀​ꦫꦑ​ꦤꦶꦠꦶꦃ​ꦱꦺꦥꦺꦢ

  5. Mas Bayu lagi futsal: ꦩꦱ꧀​ꦨꦪꦸ​ꦭꦒꦶ​ꦥ꦳ꦸꦠ꧀ꦱꦭ꧀

Contoh Kalimat Aksara Murda

Ilustrasi ada berbagai contoh kalimat Aksara Murda yang bisa ditulis di buku. Foto: Pexels

Selain beberapa contoh penulisan di atas, berikut contoh kalimat Aksara Murda lainnya yang bisa dipahami.

Contoh kalimat yang mengandung Aksara Murda. Foto: Sinau Maca Aksara Jawa

Demikian penjelasan mengenai pengertian hingga contoh penulisan Aksara Murda. Salah satu jenis Aksara Jawa ini dapat dipakai untuk nama diri, nama tempat, atau nama geografis suatu tempat.

(AFM & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apakah Aksara Murda dipakai di awal kalimat?

chevron-down

Penggunaan Aksara Murda tidak harus selalu ditempatkan di awal kata atau kalimat, karena bisa jadi kata yang akan ditulis huruf awalnya bukanlah Aksara Murda.

Apa saja huruf Aksara Murda?

chevron-down

Aksara Murda berjumlah 8, yakni Na, Ka, Ta, Sa, Pa, Nya, Ga, dan Ba.

Apakah Aksara Murda bisa dipakai sebagai konsonan penutup kata?

chevron-down

Aksara Murda tidak boleh diberi pangkon, yakni komponen dalam Aksara Jawa yang berfungsi untuk mematikan konsonan aksara pada akhir kalimat.