Pengertian Chaturanga beserta Aturan Bermainnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Chaturanga adalah permainan papan kuno dari India. Permainan ini menjadi salah satu alasan munculnya catur modern saat ini.
Chaturanga merupakan istilah dari bahasa Sansekerta tentang permainan papan dan bidak. Permainan ini dilakukan oleh dua hingga empat pemain yang saling berhadapan. Chaturanga berasal dari India kuno yang diciptakan setidaknya 1.500 tahun yang lalu.
Ini selaras dengan jurnal Historiografi Permainan Catur Dalam Sejarah Islam yang meyakini bahwa Chaturanga berasal dari Negara Anak Benua pada sekitar abad ke-6 Masehi. Istilah tersebut berasal dari bahasa Sansekerta yang mengacu pada empat divisi militer yaitu gajah, kuda, kereta, dan prajurit pejalan kaki atau pion.
Selain sebagai hiburan, chaturanga merupakan alat pembelajaran strategi dan kecerdasan pada masa itu. Banyak jenis permainan catur yang merupakan turunan dari Chaturanga.
Pada abad ke tujuh misalnya, bangsa Persia mengadopsi permainan ini dan menyebutnya chatrang. Kemudian bangsa Arab menyebutnya dengan shatranj, dan seterusnya.
Aturan Bermain Chaturanga
Chaturanga memiliki beberapa variasi aturan permainan. Menyadur dari laman cyningstan.com, berikut ini adalah salah satu versi dasar dalam bermain Chaturanga:
1. Chaturanga dimainkan di atas papan berukuran 8x8 kotak yang seluruhnya memiliki warna seragam. Beberapa kotak mungkin diberi tanda silang, namun tanda tersebut tidak berpengaruh pada jalannya permainan.
2. Permainan ini melibatkan dua pemain yang masing-masing disebut sebagai ‘putih’ dan ‘hitam’. Setiap pemain memulai permainan dengan 16 bidak catur dalam pilihan warna yang diinginkan. 16 bidak ini terdiri dari 1 Raja, 1 Wazir, 2 Gajah, 2 Kuda, 2 Kereta Perang, dan 8 Pion.
3. Semua bidak tersebut ditempatkan di posisi awal pada papan seperti yang digambarkan dalam aturan dasar Chaturanga. Kemudian pemain memulai permainan secara bergantian dan berurutan hingga salah satu pemain kalah atau menang.
4. Pada setiap giliran, para pemain memindahkan satu bidak ke kotak tujuan sesuai dengan aturan gerak bidak tersebut. Jika, kotak tersebut diisi bidak lawan, bidak lawan tersebut akan disingkirkan. Nah, berikut ini adalah aturan langkah setiap bidak:
Raja : Raja dapat bergerak ke seluruh arah. Gerakan raja hanya bisa satu langkah saja sehingga pergerakannya cenderung lambat.
Wazir : Bergerak ke salah satu dari empat kotak diagonal yang berdekatan.
Gajah: Melangkah dua kotak dalam arah diagonal, melompati bidak apa pun yang berada di antaranya. Bidak catur satu ini juga bisa bergerak sejauh apapun. Namun sayangnya, gerakan gajah tidak seleluasa benteng maupun ratu. Di mana gajah hanya dapat bergerak melangkah secara diagonal.
Kuda: Bergerak satu kotak secara horizontal atau vertikal, kemudian satu kotak diagonal menjauh dari titik awalnya. Gerakan itu bisa digambarkan sebagai pola berbentuk L.
Kereta Perang: Bidak ini bergerak sejauh mungkin secara horizontal atau vertikal, tanpa melewati bidak lain yang menghalangi.
Pion: Pion bergerak satu kotak ke depan yang dilakukan dengan bergerak lurus ke depan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Game Catur untuk Asah Otak
(SFN)
