Pengertian dan Ciri Teks Eksplanasi Beserta Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara etimologi, eksplanasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu explanation yang artinya penjelasan atau keterangan. Teks eksplanasi sendiri adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa, seperti fenomena alam, budaya, sosial, dan sebagainya.
Teks ini mengandung fakta yang dirangkai secara kronologis (sebab-akibat). Peristiwa yang dituliskan dalam teks eksplanasi berdasar pada keilmuan (bersifat ilmiah) yang mengacu pada fakta, teori, dan realita, atau hasil penelitian.
Struktur Teks Eksplanasi:
Pernyataan umum, berisi suatu topik yang akan menjelaskan proses keberadaan, kejadian, atau terbentuknya suatu peristiwa.
Deretan penjelasan (eksplanasi), berisi detail penjelasan yang akan disajikan secara urut atau bertahap dari awal hingga akhir.
Interpretasi, berisi kesimpulan dari topik yang dijelaskan.
Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi:
Fokus pada peristiwa alam, sosial, dan budaya.
Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.
Menggunakan konjungsi waktu dan kausal, seperti jika, bila, sehingga, kemudian, sebelum, dan sebagainya.
Teks eksplanasi ditulis untuk menyatakan bahwa kejadian yang dijelaskan itu benar hi adanya.
Ciri-Ciri Teks Eksplanasi:
Memuat informasi faktual, yaitu pernyataan yang berisi peristiwa berdasarkan fakta atau kejadian sebenarnya.
Membahas suatu fenomena yang bersifat ilmiah atau keilmuan.
Bersifat informatif. Tidak menggiring opini pembaca.
Menggunakan kata penanda urutan.
Fokus pada hal umum seperti fenomena alam, sosial, dan budaya.
Berikut adalah salah satu contoh teks eksplanasi yang dikutip dari situs kelaspintar.id.
Judul: Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalang oleh bumi.
Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, atau coklat.
Ketika bayangan bumi menutupi sebagai atau seluruh penampang bulan, maka pada saat itulah akan terjadi gerhana bulan. Terutama ketika bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan, dan berada pada satu garis lurus yang sama, yang kemudian membuat sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena dihalangi oleh posisi bumi saat itu.
(FEP)
