Konten dari Pengguna

Pengertian dan Tata Cara Perayaan Ekaristi dalam Ibadah Katolik

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ekaristi foto: unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ekaristi foto: unsplash

Ekaristi menjadi sumber kehidupan umat Katolik. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sakramen Ekaristi mengarahkan umat Katolik untuk melibatkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, Don Bosco Karnan Ardjianto dalam Jurnal Perayaan Ekaristi Sumber dan Puncak Seluruh Hidup Kristiani menyebutkan bahwa gereja memandang Ekaristi sebagai peristiwa perjumpaan dialogis-mutual yang menyelamatkan antara Allah dengan manusia.

Ekaristi meliputi tindakan saling memberi dan saling menerima, suatu perjanjian cinta kasih yang terjadi melalui Yesus Kristus. Dalam sakramen ini, Allah menguduskan dan menyelamatkan manusia. Sedangkan manusia menjawab dan menanggapi dalam iman dengan syukur dan pujian.

Lantas, apa itu Ekaristi? Untuk penjelasan lengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Ilustrasi ekaristi foto: unsplash

Pengertian Ekaristi

Menurut Dr. Ardus Jehaut, Pr. (2019) seperti tertulis pada buku Ekaristi dalam Kitab Hukum Kanonik, Ekaristi berasal dari kata benda bahasa Yunani, yaitu "eucharistia" yang bermakna puji syukur. Kata tersebut berasal dari kata kerja "eucharistein" yang artinya memuji atau mengucap syukur.

Kata "eucharistia" hendak memberikan aksentuasi pada makna Ekaristi sebagai tindakan puji syukur atas karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus, Putra-Nya. Kata tersebut menekankan aspek isi dari apa yang dirayakan, yakni pujian syukur atas karya penyelamatan Allah bagi umat manusia melalui Tuhan Yesus Kristus.

Mengutip buku Meniti Kalam Kerukunan karya Mohamad Nur Kholis Setiawan dan Djaka Soetapa (2010), istilah Ekaristi sebenarnya sudah digunakan sejak Gereja Perdana sampai abad ke-3 sebagai nama ibadah Kristen pada hari Minggu.

Hal ini dilakukan untuk meneruskan apa yang dilakukan Yesus Kristus pada malam sebelum Dia disalibkan. Namun pada abad ke-4, istilah Ekaristi dipersempit untuk menunjuk bagian santapan Ekaristis atau komuni, yaitu makan roti dan minum anggur yang melambangkan tubuh dan darah Yesus.

Sementara itu, istilah yang digunakan untuk menunjukkan ibadah secara keseluruhan adalah "kurban" (sacrificium) dan "persembahan" (oblatio). Lalu pada abad ke-20, istilah Ekaristi kembali digunakan untuk menggambarkan seluruh ibadah, yaitu perayaan Ekaristi.

Di samping itu, kata Misa juga kerap disamakan dengan Ekaristi. Arti sebenarnya dari kata tersebut adalah pembubaran. Pada zaman Romawi kuno, suatu pertemuan diakhiri dengan seruan "Ite Missa Est" yang artinya "Pergilah kalian, pertemuan sudah selesai."

Rumusan itu pun digunakan dalam ibadah dan dikaitkan dengan penutupan akhir ibadah, yakni "Marilah pergi, kita diutus". Istilah "Perayaan Ekaristi" dan "Misa" sama-sama dipakai di Gereja Katolik.

Namun yang menjadi sentral dalam perayaan Misa atau Ekaristi adalah liturgi Ekaristi, yang puncaknya adalah Doa Syukur Agung.

Ilustrasi ekaristi foto: unsplash

Tata Cara Perayaan Ekaristi

Umat, imam, diakon, pelayanan homili atau pengkhotbah, putra-putri altar, lektor, paduan sura, pemimpin pujian, dan pelayanan musik menjadi sosok yang terlibat dalam Perayaan Ekaristi. Adapun tata cara perayaan Ekaristi adalah sebagai berikut:

1. Ritus Pembuka

Ritus pembuka terdiri dari perarakan masuk, tanda salib, salam, doa tobat, "Tuhan kasihanilah kami", "Kemuliaan", dan doa pembuka.

Segalanya bertujuan untuk mempersatukan umat yang berhimpun dan mempersiapkan mereka supaya bisa mendengar sabda Tuhan dan merayakan Ekaristi sebaik mungkin.

2. Liturgi Sabda

Liturgi ini terdiri dari pembacaan Alkitab: bacaan pertama biasanya dari Perjanjian Lama (namun pada masa Paskah dari Perjanjian Baru), Mazmur Tanggapan, bacaan kedua dari surat-surat PB, kemudian baca injil. Dilanjutkan dengan khotbah, saat hening, syahadat (Pengakuan Iman Rasuli), dan doa umat.

3. Liturgi Ekaristi

Liturgi Ekaristi terdiri dari tiga bagian, yakni:

  • Persiapan persembahan.

  • Doa Syukur Agung dan pemecahan roti.

  • Komuni.

4. Ritus Penutup

Bagian ini mencakup pengumuman, pemberkatan, pengutusan, dan perarakan keluar.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa Arti Ekaristi bagi Orang Katolik?

chevron-down

Ekaristi memaknai roti dan anggur setelah ditransubstansiasikan menjadi tubuh dan darah Yesus Kristus.

Mengapa Kamu Merayakan Ekaristi?

chevron-down

Ekaristi dirayakan sebagai peneguhan semangat hidup agar umat semakin bersandar dan berharap kepada Yesus.

Ekaristi Ada Berapa?

chevron-down

Ekaristi terbagi menjadi empat bagian, yaitu ritus pembuka, liturgi sabda, liturgi ekaristi, dan ritus penutup.