Pengertian Green Vehicle atau Kendaraan Ramah Lingkungan beserta Jenis-jenisnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan green vehicle atau kendaraan ramah lingkungan semakin digencarkan untuk mencegah pemanasan global. Salah satu cara pemerintah Indonesia adalah mempercepat program kendaraan listrik melalui Perpres No. 55 Tahun 2019.
Program tersebut selaras dengan peraturan yang disahkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka telah memberlakukan pembatasan emisi gas buang kendaraan bermotor di seluruh negara aggotanya.
Sebagaimana dijelaskan dalam buku Green Techology Innovation susunan Hotnida Nainggolan, dkk., para peneliti telah membuktikan bahwa gas buang transportasi merupakan penyebab utama polusi udara perkotaan. Alhasil, bisnis di industri otomotif dan sejumlah instansi pun semakin berlomba-lomba untuk mengembangkan kendaraan yang ramah lingkungan.
Mobil hybrid dan mobil listrik menjadi contoh nyata dari penerapan regulasi tersebut. Kira-kira, apa saja jenis green vehicle lainnya yang umum digunakan saat ini? Yuk, simak contohnya dalam artikel berikut ini
Contoh Green Vehicle yang Ramah Lingkungan
Pengguaan green vehicle memang terbukti efektif megurangi dampak emisi karbon. Sebab, kendaraan tersebut tidak melepaskan gas buang CO2 secara langsung ke lapisan atmosfer.
Atas dasar tersebut, pemerintah Indonesia pun menerbitkan Perpres No. 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dalam bidang energi dan transportasi. Program subsidi kendaraan listrik pun digencarkan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Hingga kini, sudah banyak kendaraan listrik yang umum digunakan, yaitu Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), dan Electric Bus and Truck.
Tidak hanya kendaraan listrik, ada juga jenis green vehicle lain yang bisa dijadikan sebagai alternatif pengurangan emisi karbon. Dirangkum dari buku Green Technology: Panduan Teknologi Ramah Lingkungan karya Gede Surya Mahendra, dkk., berikut daftar lengkapnya:
1. Kendaraan berbahan bakar alternatif
Ada banyak bahan bakar alternatif yang bisa digunakan untuk kendaraan ramah lingkungan, yakni:
Hidrogen: Hidrogen adalah sumber energi terbersih yang diketahui dapat dihasilkan dari berbagai sumber energi seperti bahan bakar fosil, energi nuklir, atau Variable Renewable Energy Sources (VRES).
Amonia: Amonia (NH3) adalah senyawa kimia bebas karbon yang banyak digunakan sebagai pupuk.
Biodesel: Biodesel terdiri dari monoalkil ester, yakni rantai panjang minyak asam lemak yang berasal dari sumber lipid terbarukan seperti sayuran yang tidak dapat dimakan, biomassa, atau lemak hewani.
Metanol: Senyawa yang dikenal sebagai alkohol kayu ini merupakan bentuk alkohol paling sederhana yang teroksidasi sebagai bahann bakar bersih.
Etanol: Alkohol sederhana ini dihasilkan dari fermentasi bahan biologis.
2. Kendaraan Otonom (autonomous vehicle)
Kendaraan otonom adalah kendaraan yang mampu beroperasi secara mandiri tanpa campur tangan manusia secara manual. Jadi, kendaraan tersebut dapat bergerak munuju tujuan yang telah ditentukan.
Saat beroperasi, kendaraan ini mampu mendeteksi kondisi lingkungan dan pergerakan objek di sekitarnya. Bahkan, kendaraan ini juga mampu membuat jalur sendiri ke tujuannya dan menghindari setiap rintangan statis atau dinamis yang ada di sekitar.
Ragam konten berkualitas dan inklusif tentang inisiatif individu, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk mendorong terciptanya bumi berkelanjutan. Selengkapnya di kumparan.com/topic/green-initiative
Baca juga: Mengenal Apa Itu Green Initiative dan Manfaatnya di Berbagai Sektor
(MSD)
