Konten dari Pengguna

Pengertian, Jenis, dan Contoh Empati yang Harus Dimiliki Setiap Orang

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perilaku empati kepada teman. Sumber: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perilaku empati kepada teman. Sumber: Freepik.com

Empati adalah kemampuan seseorang untuk menempatkan diri mereka di posisi orang lain, melihat dengan mata, dan merasakan dengan hati. Dengan berempati, seseorang dapat membuat orang lain merasa nyaman dan mampu mengurangi rasa sesak di dada.

Dikutip dari Kiat Sukses Melalui Kecerdasan Emosional dan Kemandirian Belajar oleh Dra. Wiwik Suciati, M.Pd., empati memiliki beberapa ciri-ciri.

  • Ikut merasakan, yaitu kemampuan untuk mengetahui bagaiamana perasaan orang lain.

  • Dibangun berdasarkan kesadaran sendiri, bukan atas permintaan orang lain.

  • Peka terhadap bahasa isyarat, karena emosi lebih sering diungkapkan melalui bahasa isyarat.

  • Kontrol emosi, yaitu menyadari dirinya sedang berempati sehingga tidak larut terlalu jauh dalam perasaan orang lain.

Jenis-jenis dan Contoh Empati

Muhammad Nasrullah dalam bukunya Melejitkan Potensi Otak Kanan menyebutkan bahwa terdapat tiga jenis empati, yakni kognitif, somatik, dan spiritual. Berikut adalah penjelasan tentang ketiga jenis empati tersebut beserta contoh.

Empati Kognitif

Dengan memiliki jenis empati kognitif, seseorang akan memiliki kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain dan memandang sesuatu dengan sudut pandang orang tersebut.

Misalnya, ketika ada teman yang tengah berduka cita karena ayahnya telah meninggal, maka ia akan turut memberikan ucapan berduka dan ikut bersedih. Kemudian, ia bisa membantu menenangkan temannya agar tidak sedih berlarut larut. Karenanya, kontrol emosi sangat dibutuhkan bagi orang yang berempati.

Empati Somatik

Orang yang memiliki empati somatik dapat merasakan dan merespons secara fisik sesuatu yang dialami oleh orang lain. Misalnya, ketika seseorang melihat temannya terlihat pusing karena sebuah masalah yang dihadapi, ia akan ikut merasa pusing.

Empati Spiritual

Empati spiritual akan membuat seseorang seakan tercerahkan ketika melihat sesuatu yang menyentuh hatinya. Kemudian, orang tersebut akan melakukan tindakan nyata yang dilakukan secara spontan.

Orang dengan empati spiritual akan langsung bergerak untuk memberikan pertolongan ketika melihat orang lain tertimpa musibah. Misalnya melihat orang kecelakaan di jalan.

Ilustrasi perilaku empati kepada teman. Sumber: Freepik.com

Cara Melatih Kemampuan Berempati

Empati menjadi salah satu kemampuan sosial yang wajib dipelajari oleh siapa pun. Dengan memiliki kemampuan empati, seseorang bisa menyingkirkan sikap egois, menghilangkan sikap sombong, dan mengembangkan kemampuan evaluasi dan kontrol diri.

Dikutip dari Pengembangan Kemampuan Personal oleh Yohanes Temaluru, berikut adalah cara melatih kemampuan berempati.

1. Merekam emosi pribadi

Beragam pengalaman positif maupun negatif pernah dialami setiap orang dalam hidupnya, seperti perasaan senang, sedih, bahagia, marah, kecewa, dan lainnya. Merekam emosi pribadi dalam ingatan akan membantu untuk memahami perasaan yang sama dengan yang dialami orang lain.

2. Peduli dengan orang di sekitar

Untuk peduli dengan orang lain memang membutuhkan keterampilan sosial tersendiri. Peduli bukan hanya sekedar memerhatikan, tetapi juga berkeinginan untuk mendalami perasaan dan pikiran orang lain.

3. Menjadi pendengar yang baik

Untuk berhasil dalam hidup bermasyarakat, kita harus bisa menjadi seorang pendengar yang baik. Mendengar adalah hal yang dibutuhkan untuk bisa memahami dengan lebih jelas.

4. Memahami kondisi orang lain

Untuk bisa memahami kondisi orang lain, sebisa mungkin membayangkan kejadian yang dialaminya. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk merasakan apa yang sedang dialami orang tersebut dan dapat membangkitkan suasana emosional.

5. Ringan tangan dalam memberikan bantuan

Cara selanjutnya adalah dengan memberikan respons yang tepat dan cepat terhadap situasi di lingkungan sekitar yang membutuhkan bantuan. Dengan memberikan bantuan, seseorang akan mampu melihat lebih jauh perasaan orang yang sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan tersebut.

(ULY)