Konten dari Pengguna

Pengertian Malu dalam Islam dan Jenis-jenisnya yang Perlu Dipahami

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasa malu diyakini sebagai fondasi dasar yang memainkan peran penting d dalaalam membenetuk akhlak seseorang. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Rasa malu diyakini sebagai fondasi dasar yang memainkan peran penting d dalaalam membenetuk akhlak seseorang. Foto: Pexels.com

Pengertian malu menurut Islam penting untuk dipahami sebab malu merupakan bagian dari iman. Dalam perspektif Islam, malu dianggap sebagai fondasi dasar yang memainkan peran penting dalam membentuk akhlak seseorang.

Malu juga diyakini sebagai sifat yang mendorong individu untuk menjaga martabat diri, menghormati norma-norma agama, dan mematuhi etika yang diajarkan oleh Islam.

Oleh sebab itu, malu tidak sekadar perasaan dalam diri seseorang, tetapi memiliki makna yang lebih dalam. Pahami arti malu dalam pandangan Islam dan jenis-jenisnya dengan menyimak informasi di bawah ini.

Pengertian Malu dalam Islam

Pengertian malu menurut Islam adalah fondasi dasar yang memainkan peran penting dalam membentuk akhlak seseorang. Foto: Pexels.com

Dikutip dari buku Ilmu Akhlak karya Samsul Munir A, menurut istilah, malu adalah tindakan meninggalkan yang tidak pantas, menjaga diri dari pelanggaran hak-hak Allah SWT, serta menjauh dari hal-hal yang dapat menimbulkan rasa takut, rendah diri, dan merendahkan diri di hadapan Allah SWT atau orang lain.

Malu dalam Islam disebut dengan Haya. Secara etimologi, kata Haya diambil dari "Hayâ" yang bermakna hujan atau "Hayâh" yang berarti hidup.

Menurut Imam Al- Nawawi dalam kitab Shahih Mislim bi Syarhi Imam Nawawi, kedua kata ini diambil karena dianggap mampu menggambarkan makna dari malu itu sendiri. Hujan dipercaya sebagai kunci kehidupan yang memungkinkan makhluk hidup di bumi dapat bertahan hidup.

Dengan kata lain, malu dianggap sebagai suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Sebab, dalam ajaran Islam, orang yang tidak punya rasa malu dianggap sebagai orang yang sudah "mati" (tidak memiliki kehidupan).

Dalam kitab Fathu al-Bâry bi Syarhi Shahih Bukhari oleh Ibnu Hajar al-'Asqâlany, malu juga bisa bermakna al-Ihtisyam, yang artinya marah dan menyakiti. Hal ini dikaitkan dengan seseorang yang marah ketika melihat hal yang tidak pantas atau tidak senonoh. Ini merupakan bentuk dari rasa malu.

Dengan demikian, malu tidak hanya dianggap sebagai rasa tidak enak hati atau segan, tetapi juga tindakan yang bisa melindungi diri dari hal-hal yang dapat merendahkan diri atau orang lain.

Baca Juga: Hadits Malu Sebagian dari Iman untuk Dijadikan Pedoman Umat Islam

Jenis-Jenis Malu dalam Islam

Dengan memiliki rasa malu, umat Islam dapat menjaga kehormatan diri. Foto: Pexels.com

Dalam buku Perempuan Seistimewa Bidadari, Qurrata Aini menyebutkan bahwa dalam Islam rasa malu dikelompokkan menjadi tiga jenis, yakni:

  • Malu kepada Allah SWT, yakni rasa malu yang dirasakan seseorang ketika melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran agama. Contohnya, seseorang merasa malu setelah melakukan perbuatan yang dilarang dalam agama.

  • Malu kepada diri sendiri, yakni rasa malu yang muncul akibat perasaan tidak puas terhadap diri sendiri. Contohnya, seseorang merasa malu setelah melakukan tindakan yang dianggap merugikan diri sendiri

  • Malu kepada sesama makhluk, yaitu rasa malu yang timbul akibat perasaan tidak enak terhadap orang lain. Contohnya, seseorang merasa malu setelah melakukan tindakan yang melanggar norma sosial.

Dengan memahami pengertian malu dalam Islam dan jenis-jenisnya, umat Muslim diharapkan dapat menerapkan sikap ini dalam kehidupan sehari-hari agar keimanan dan kehormatan diri sendiri dapat terjaga dengan baik.

(SAI)