Pengertian, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks yang menggambarkan bentuk, ciri, atau sifat umum benda, makhluk hidup, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta disebut dengan teks laporan hasil observasi. Dalam penulisannya, ada beberapa kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi yang perlu diperhatikan.
Secara umum, teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil pengamatan (observasi). Untuk memahami lebih jelas, simak pembahasan berikut.
Tujuan Penulisan Teks Laporan Hasil Observasi
Teks laporan hasil observasi bertujuan untuk menyampaikan hasil pengamatan. Karenanya, teks ini harus ditulis berdasarkan fakta-fakta yang dijelaskan secara terperinci.
Selain itu, teks ini juga perlu mengandung definisi berupa sebuah pengertian yang ditandai dengan kata kerja penghubung, seperti adalah, ialah, merupakan, dan termasuk.
Mengutip buku CCM: Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA/MA oleh Tomi Rianto, tujuan penulisan teks laporan hasil observasi adalah:
Mengatasi suatu masalah.
Mengambil keputusan yang lebih efektif.
Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah.
Mengadakan pengawasan dan perbaikan.
Menemukan teknik-teknik baru.
Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi
Adapun ciri-ciri teks laporan hasil observasi yang membedakannya dengan teks lain, yaitu:
Bersifat global dan universal.
Lebih menekankan pada pengelompokan berbagai hal ke dalam jenis-jenis sesuai dengan ciri-ciri setiap jenis pada umumnya.
Teks laporan berkaitan dengan hubungan berjenjang antara sebuah kelas dengan subkelas yang ada di dalamnya.
Mengandung fakta dan bersifat objektif.
Tidak memasukkan hal-hal yang menyimpang, mengandung prasangka, atau pemihakan.
Ditulis sempurna dan lengkap.
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
Secara umum, struktur teks laporan hasil observasi tersusun atas:
1. Pertanyaan Umum atau Klasifikasi
Pertanyaan umum atau klasifikasi merupakan bagian yang membahas informasi tentang objek yang diamati. Informasi yang disampaikan bisa berupa informasi umum maupun informasi tambahan dari objek tersebut.
2. Penjelasan atau Deskripsi
Penjelasan atau deskripsi merupakan bagian yang mengandung isi, rincian, pembahasan, dan penjelasan lebih dalam tentang objek yang telah diamati.
3. Kesimpulan
Kesimpulan merupakan bagian akhir dari teks laporan hasil observasi. Sesuai dengan namanya, bagian ini menerangkan kesimpulan atau ringkasan umum dari objek yang diamati.
Baca Juga: 3 Contoh Teks Laporan Hasil Observasi dan Pengertiannya
Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi
Mengutip buku Tekun Berbahasa Indonesia oleh Churin In Nabillah (2020), kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi adalah sebagai berikut:
1. Penggunaan Verba (Kata Kerja)
Penggunaan verba atau kata kerja adalah kata-kata yang menyatakan suatu tindakan. Contohnya adalah kata memiliki, mengalami, memegang, mengandung.
Selain itu, teks ini menggunakan beberapa kata verba relasional, misalnya ialah, adalah, yaitu, digolongkan, terdiri atas, disebut, termasuk, dan merupakan.
Kata verba relasional digunakan untuk menyatakan definisi atau pengertian pada istilah tertentu atau istilah teknik pada bidang tertentu. Contohnya, "Pensil merupakan salah satu alat tulis".
2. Penggunaan Adjektiva (Kata Sifat)
Penggunaan adjektiva atau kata sifat adalah kata-kata yang digunakan untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, ataupun binatang.
Kata sifat biasanya didahului atau diikuti dengan kata paling, sekali, sangat, amat, dan lain-lain. Contoh: sangat bagus, cerdik sekali, amat luas, paling besar.
3. Penggunaan Sinonim dan Antonim
Sinonim adalah kata-kata yang memiliki persamaan makna, dan antonim adalah kata yang maknanya berlawanan. Contoh: halus bersinonim dengan lembut, malas berantonim dengan rajin.
4. Penggunaan Konjungsi
Konjungsi adalah kata-kata yang menghubungkan dua satuan bahasa sederajat. Beberapa jenis kata penghubung yang digunakan, antara lain kata penghubung penambahan (dan, serta) dan kata penghubung perbedaan (berbeda dengan).
Selain itu, konjungsi lainnya yang digunakan yaitu kata penghubung persamaan (sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu,...), dan kata penghubung pilihan (atau).
5. Penggunaan Kalimat Kompleks dan Simpleks
Kalimat kompleks adalah kalimat yang mempunyai lebih dari satu verba atau satu predikat. Sementara kalimat simpleks hanya terdiri atas satu struktur kalimat.
Contohnya, yaitu "Kupu-kupu termasuk ke dalam kingdom Animalia, yaitu kingdom yang anggotanya terdiri atas berbagai macam hewan".
6. Penggunaan Kalimat Definisi
Kalimat definisi adalah suatu kalimat yang memberikan penjelasan umum tentang benda, hal, aktivitas, dan lain-lain. Kalimat definisi sering digunakan dalam teks laporan dan merujuk pada sebuah istilah teknis atau ilmiah tertentu.
Kalimat definisi ini membantu pembacanya untuk mengetahui atau memahami istilah-istilah yang sering Contohnya adalah "Mamalia adalah hewan yang menyusui".
(ADS & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu teks laporan hasil observasi?

Apa itu teks laporan hasil observasi?
Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil pengamatan (observasi).
Apa tujuan penulisan teks laporan hasil observasi?

Apa tujuan penulisan teks laporan hasil observasi?
Teks laporan hasil observasi bertujuan untuk menyampaikan hasil pengamatan. Karenanya, teks ini harus ditulis berdasarkan fakta-fakta yang dijelaskan secara terperinci.
Apa saja struktur teks laporan hasil observasi?

Apa saja struktur teks laporan hasil observasi?
Struktur teks laporan hasil observasi tersusun atas pertanyaan umum atau klasifikasi, penjelasan atau deskripsi, dan kesimpulan.
