Konten dari Pengguna

Pengertian Syajaah Lengkap dengan Contoh Sikap dan Keutamaan Meneladaninya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi syajaah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi syajaah. Foto: Pixabay

Secara bahasa, syajaah artinya gagah atau berani. Sementara secara istilah, sifat syaja'ah adalah keteguhan hati, kekuatan pendirian, dan keberanian jiwa yang dimiliki seseorang ketika menghadapi masalah atau kesulitan.

Orang yang memiliki sifat syajaah biasanya berani menanggung risiko atas keputusan yang ia buat. Ia hanya merasa takut bila melakukan perbuatan yang tidak benar dan dilarang Allah SWT.

Para ulama menganjurkan umat Muslim untuk memiliki sifat ini. Dijelaskan dalam buku Pasti Bisa Buku Agama Islam dan Budi Pekerti SMA/MA Kelas XI oleh Tim Duta, sifat syajaah menjadi ciri seseorang yang istiqomah dalam menegakkan kebenaran di jalan Allah.

Lantas, seperti apa contoh sifat syajaah dan apa saja keutamaannya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Sifat Syajaah dan Keutamaan Meneladaninya

Ilustrasi seorang Muslim bersikap syajaah. Foto: Pixabay

Syajaah sering dimaknai sebagai sikap gentle dalam menghadapi kesulitan atau bahaya. Orang yang memiliki sifat ini biasanya merasa khawatir bila suatu kejahatan terjadi. Ia takut dampaknya bisa merugikan banyak orang.

H. Aminudin dalam buku Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas X menyebutkan, orang yang memiliki sifat syajaah juga takut (khauf) kepada Allah. Ia takut melanggar aturan dari Allah yang berupa perintah serta larangan.

Meski begitu, ia memiliki semangat keimanan yang membuatnya tidak gentar dalam menghadapi masalah. Syajaah menjadi ciri seorang hamba yang memiliki iman kepada Allah.

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.” (QS. Ali Imran: 139)

Macam-Macam Sifat Syajaah

Sifat syajaah dibagi menjadi dua macam, yakni syajaah harbiyah dan nafsiyah. Syajaah harbiyah adalah keberanian melawan kemungkaran yang tampak atau terlihat oleh mata. Contohnya, keberanian menghadapi musuh dalam peperangan menegakkan agama Allah (jihad fii sabilillah).

Keberanian dalam hal ini sudah dijelaskan dalam Alquran Surat Al-Anfal ayat 15-16. Allah berfirman:

“Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur).

Dan barangsiapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat kembali."

Sedangkan syajaah nafsiyah adalah keberanian dalam menegakkan kebenaran dan menghadapi bahaya atau penderitaan. Contohnya, keberanian mengatakan hal benar, mengendalikan nafsu marah, dan mengakui kesalahan.

Keutamaan memiliki sifat syajaah telah banyak disebutkan dalam dalil shahih. Selain merupakan sifat terpuji, syajaah juga bisa mendatangkan banyak kebaikan bagi kehidupan manusia.

Dikutip dari buku Jalan Menggapai Ridho Ilahi karya Abdul Aziz, seseorang yang memiliki sifat syajaah cenderung lebih cepat dan tanggap. Ia akan lebih mudah memaafkan, pandai mengendalikan amarah, dan mampu menyayangi orang di sekitarnya.

Baca Juga: Hikmah Beriman Kepada Qada dan Qadar Allah SWT dalam Kehidupan Umat Islam

Pengertian Syajaah

Sikap syajaah yang dimiliki seorang Muslim. Foto: shutterstock

Sifat syajaah sangat dibutuhkan dalam kehidupan umat Muslim. Sebab untuk menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran, seseorang harus memiliki sebuah tekad dan keberanian.

Secara harfiah, syajah berasal dari kata “syaja’a” yang artinya gagah atau berani. Sementara secara istilah, syajaah adalah keteguhan hati, kekuatan pendirian, dan keberanian untuk membela sekaligus mempertahankan kebenaran yang diyakininya.

Orang yang memiliki sifat syajaah berani membela kebenaran dan siap menanggung risiko apapun yang akan menimpa dirinya sendiri dan keluarganya. Dalam diri mereka juga timbul rasa takut untuk berbuat maksiat dan dosa kepada Allah.

Mereka melakukan tindakan tersebut semata-mata hanya mengharapkan ridha-Nya. Keberanian yang dimilikinya tidak membabi buta, melainkan sangat mulia dan selalu sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Syajaah merupakan akhlak mulia yang harus dimiliki oleh orang yang beriman. Sikap ini menjadi salah satu ciri orang yang senantiasa istiqamah menegakkan kebenaran di jalan Allah.

Baca Juga: Memahami Sifat Qonaah dan Keutamaannya Bagi Umat Islam

Jenis-Jenis Syajaah

Ilustrasi jenis-jenis syajaah. Foto: Unsplash

Secara garis besar, syajaah dapat dibagi menjadi dua jenis. Dikutip dari buku Akidah Akhlak Kelas X Madrasah Aliyah susunan Fitria Dwi Chahyani (2021), berikut penjelasannya:

1. Syajaaah Harbiyah

Syajaah harbiyah adalah bentuk keberanian yang kelihatan atau tampak pada diri seseorang. Misalnya keberanian dalam medan tempur di waktu perang, keberanian jihad, dan lain-lain.

2. Syajaah Nafsiyah

Jenis syajaah ini merupakan bentuk keberanian yang mampu menghadapi bahaya atau penderitaan dan menegakkan kebenaran. Yang termasuk syajaah nafsiyah adalah sebagai berikut:

  • As-Sarahah fi al-haq (terus terang dalam kebenaran) dan tidak plin-plan dengan sesekali mengatakan begini, namun pada waktu lainnya mengatakan begitu.

  • Kitman al-sirr (menyembunyikan rahasia, tidak membukanya apalagi menyebarluaskan). Meskipun didesak suatu keadaan, ia tetap tidak akan mengungkapkan rahasia tersebut. Ia akan menyimpan, mempertahankan, dan tidak mengatakannya kepada publik.

  • Al-I’tiraf bi al-khata’ (mengakui kesalahan), yakni dengan tidak lempar batu sebunyi tangan dan menutupi kesalahan dengan kebenaran palsu.

  • Al-insaf min al-nafs (objektif terhadap diri sendiri), ketika sedang marah dan kalut, ia akan tetap berpikiran jernih. Sehingga, ia memilih cara untuk mengekspresikan marahnya dalam bentuk yang paling tepat.

Manfaat Penerapan Syajaah dalam Kehidupan

Manfaat penerapan syajaah. Foto: unsplash

Menurut Ibnu Maskawaih, seorang Muslim yang memiliki sikap syajaah mampu mendatangkan banyak keutamaan. Berikut ini manfaat penerapan syajaah dalam kehidupan selengkapnya yang bisa Anda simak:

  • Memiliki jiwa yang besar, mampu menyadari kemampuan dirinya, dan melaksanakan setiap pekerjaan besar sesuai dengan kemampuannya tersebut. Ia tidak mengharap penilaian dari orang lain.

  • Memiliki ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi setiap ujian yang dihadapinya.

  • Memiliki kemauan yang besar, bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan tidak mudah putus asa.

  • Memiliki ketenangan hati, tidak mudah marah, dan tidak menuruti hawa nafsu.

  • Memiliki kebesaran hati ketika bekerja dan senang melakukan pekerjaan yang bermanfaat.

Perwujudan Sikap Syajaah

Ilustrasi Al-quran. Foto: FOTOKITA/Shutterstock

Hakikat dari syajaah adalah keberanian dan tekad yang kuat. Adapun perwujudan sikapnya dapat dituangkan dalam beberapa bentuk berikut ini:

  • Memiliki daya tahan yang besar untuk menghadapi kesulitan, penderitaan dan mungkin saja bahaya dan penyiksaan karena ia berada di jalan Allah.

  • Berterus terang dalam kebenaran.

  • Mampu menyimpan rahasia, bekerja dengan baik, cermat dan penuh perhitungan.

  • Berani mengakui kesalahan.

  • Bersikap objektif terhadap diri sendiri.

Faktor yang Menyebabkan Seseorang Memiliki Keberanian

Ilustrasi membaca Al-quran. Foto: FS Stock/Shutterstock

Sikap syajaah tidak muncul begitu saja. Namun, sikap ini dilandasi oleh berbagai faktor yang mengarah pada ketauhidan dan keimanan yang dimiliki seseorang terhadap Allah.

Dirangkum dari buku Jalan Menggapai Ridho Ilahi susunan Abdul Aziz Ajhari, dkk., berikut ini faktor yang dapat menyebabkan seseorang memiliki keberanian:

  • Rasa takut kepada Allah Swt selama seseorang yakin bahwa yang dilakukannya dalam rangka menjalankan perintah Allah Swt, maka orang tersebut tidak takut kepada siapapun kecuali Allah Swt.

  • Lebih mencintai akhirat dari pada dunia. Perlu dipahami bahwa dunia bukanlah tujuan akhir, namun hanya sebagai jembatan menuju akhirat.

  • Tidak takut mati. Sebab, apabila ajal sudah datang, tidak ada yang dapat mencegah seseorang dari kematian.

  • Tidak ragu-ragu dengan kebenaran yang dilakukan.

  • Tidak menomorsatukan kekuatan materi.

Baca Juga: Arti Hasad dalam Islam dan Sifat Iri yang Diperbolehkan

Dalil Sifat Syaja'ah

Ilustrasi membaca Alquran. Foto: Pexels

Allah memerintahkan orang-orang yang beriman agar tidak menjadi penakut, karena rasa takut akan membawa pada kegagalan dan kekalahan. Oleh sebab itu, sifat syaja'ah harus dimiliki oleh setiap Muslim.

Berikut adalah beberapa dalil mengenai sifat syaja'ah sebagaimana disebutkan dalam sejumlah ayat Alquran dan riwayat hadits.

Surat Ali Imran Ayat 139

وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Artinya: "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman." (QS. Ali Imran: 139)

Surat Hud Ayat 112

فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Artinya: "Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Hud: 112)

Surat Al-Anfal Ayat 15

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوْهُمُ الْاَدْبَارَۚ

Artinya: "Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur)." (QS. Al-Anfal: 15)

Hadits Riwayat Muttafaq 'Alaih

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah pernah bersabda:

"Bukanlah yang dinamakan pemberani itu adalah orang yang kuat bergulat. Sesungguhnya pemberani itu adalah orang yang sanggup menguasai dirinya di saat waktu marah." (Muttafaq 'Alaih)

Hadits Riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah

Rasulullah bersabda:

"Jihad yang paling utama ialah mengatakan sebuah kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang dzolim." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

(MSD & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan syajaah?
chevron-down

Secara bahasa, syajaah artinya gagah atau berani. Sedangkan secara istilah, syajaah adalah keteguhan hati, kekuatan pendirian, dan keberanian jiwa yang dimiliki seseorang dalam menghadapi masalah atau kesulitan.

Apa contoh sikap syajaah?
chevron-down

Salah contohnya, keberanian menghadapi musuh dalam peperangan menegakkan agama Allah (jihad fii sabililla).

Apa keutamaan memiliki sifat syajaah?
chevron-down

Seseorang yang memiliki sifat syajaah akan lebih cepat dan tanggap. Ia lebih mudah memaafkan, pandai mengendalikan amarah, dan mampu mencintai sesamanya.