Konten dari Pengguna

Pengertian Upselling dan Contoh Penerapannya sebagai Strategi Marketing

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penerapan strategi upselling dalam marketing. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penerapan strategi upselling dalam marketing. Foto: Unsplash

Up selling atau upselling adalah salah satu strategi marketing yang sering diterapkan dalam dunia bisnis. Strategi ini dapat diterapkan untuk berbagai macam jenis bisnis, dari food & beverages, perhotelan, sampai bisnis elektronik.

Biasanya, strategi ini dilancarkan saat pelanggan sedang dalam proses pembelian, misalnya saat pelanggan sedang memilih menu di restoran cepat saji, petugas kasir akan menggunakan pengetahuannya tentang kebutuhan dan preferensi pelanggan untuk merekomendasikan menu lainnya.

Karena menjual produk ke pelanggan baru lebih sulit ketimbang menjualnya ke pelanggan yang sudah ada, pebisnis sering kali menggunakan teknik ini untuk meningkatkan pendapatan penjualan.

Pengertian Upselling

Ilustrasi melakukan upselling. Foto: Unsplash

Dijelaskan dalam laman Sales Force, upselling adalah strategi penjualan yang bertujuan membuat pelanggan meng-upgrade produk yang awalnya ingin mereka beli. Caranya dengan menawarkan opsi produk yang lebih baik atau lebih lengkap kepada pelanggan.

Upselling dilakukan dengan pendekatan yang sedikit berbeda dari cross selling. Cross selling dilakukan dengan menawarkan produk tambahan kepada pelanggan untuk melengkapi pembelian yang sudah ada. Misalnya penjual merekomendasikan speaker kepada pelanggan yang ingin membeli laptop.

Sedangkan, upselling dilakukan dengan merekomendasikan produk yang sama tetapi dengan tambahan-tambahan yang lebih premium dan lebih mahal. Pelanggan yang melihat secara langsung perbedaan produk sebelum dan sesudah di-upsell pun jadi tergiur untuk membelinya.

Sebagai contoh, saat sedang membeli kopi di cafe, pelanggan direkomendasikan untuk meng-upgrade size kopinya, mengubah susu yang digunakan menjadi lebih premium, dan menambah topping di atasnya.

Baca juga: Sounding dalam Marketing sebagai Strategi Promosi

Ilustrasi upselling. Foto: Unsplash

Upselling dapat menguntungkan baik bagi penjual maupun pelanggan. Bagi penjual upselling dapat meningkatkan pendapatan dan keuntungan mereka. Sedangkan bagi pelanggan, upselling dapat membuat mereka merasakan produk yang lebih premium dan lengkap meski harus membayar lebih mahal.

Namun, perlu diingat bahwa upselling sebaiknya dilakukan atas persetujuan pelanggan. Penjual tidak boleh memanfaatkan ketidaktahuan pelanggan dengan meng-upsell produk tanpa menginformasikan bahwa ada biaya tambahan untuk mendapatkannya.

Penting bagi penjual untuk menghormati keputusan pelanggan dan hanya merekomendasikan upsell yang benar-benar bermanfaat dan dirasa cocok serta relevan bagi mereka.

Contoh Upselling

Ilustrasi upselling. Foto: Unsplash

Dikutip dari buku Strategi Pemasaran Ampuh oleh Mayla Surveyandini, S.E., M.Si., berikut contoh penerapan upselling yang sering dijumpai sehari-hari:

  • Ketika pelanggan memesan kamar hotel, staf dapat meng-upsell dengan menawarkan kamar yang lebih luas dan memiliki fasilitas tambahan.

  • Saat membeli ayam geprek, ada penawaran ayam geprek plus topping keju mozarella.

  • Penawaran ukuran makanan yang lebih besar di restoran cepat saji.

  • Variasi topping premium yang lebih mahal dalam jenis makanan tertentu, misalnya martabak, pizza, cake, dan lain-lain.

  • Ketika pelanggan membeli televisi, penjual dapat meng-upsell dengan menawarkan model yang lebih besar atau yang memiliki resolusi lebih tinggi.

  • Ketika pelanggan memesan layanan perawatan di salon, penata rambut menawarkan perawatan tambahan seperti pemijatan kepala atau perawatan wajah.

(ADS)

Baca juga: 21 Kata-Kata Belanja Lucu untuk Soft Selling

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud up selling?

chevron-down

Upselling adalah strategi penjualan yang bertujuan membuat pelanggan meng-upgrade produk yang awalnya ingin mereka beli.

Apakah perbedaan upselling dan cross selling?

chevron-down

Upselling dilakukan dengan pendekatan yang sedikit berbeda dari cross selling.

Mengapa pebisnis harus melakukan upselling?

chevron-down

Karena menjual produk ke pelanggan baru lebih sulit ketimbang menjualnya ke pelanggan yang sudah ada, pebisnis sering kali menggunakan teknik ini untuk meningkatkan pendapatan penjualan.