Penjelasan Penyimpangan Primer dan Sekunder Beserta Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyimpangan sosial adalah tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam sistem sosial di masyarakat. Perilaku ini terjadi jika sesorang tidak mematuhi aturan dan perangkat hukum.
Perilaku menyimpang dianggap sebagai tindakan yang tercela dan di luar batas toleransi. Namun, ukuran suatu hal dianggap menyimpang di antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.
Penyimpangan sosial sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu penyimpangan primer dan sekunder. Apakah yang dimaksud penyimpangan primer dan sekunder? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.
Penyimpangan Primer
Mengutip buku Sosiologi: Memahami dan Mengkaji Masyarakat oleh Janu Murdiyatmoko, penyimpangan primer adalah penyimpangan yang bersifat sementara dan cenderung tidak terulang kembali. Individu yang melakukan penyimpangan ini masih dapat diterima secara sosial, karena hal yang dilanggar tidak terlalu berat dan belum sering melakukan tindakan menyimpang.
Berikut contoh penyimpangan primer:
Ngebut di jalanan karena ada kepentingan yang mendesak.
Melanggar peraturan lalu lintas.
Membolos sekolah.
Penyimpangan Sekunder
Mengutip buku IPS Terpadu oleh Nana Supriatna dkk, penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang dilakukan secara berulang-ulang dan hal yang dilanggar cenderung berat. Lalu, masyarakat secara umum sangat tidak menginginkan adanya penyimpangan ini.
Berikut contoh penyimpangan sekunder:
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang
Perampokan, penodongan, hingga pembunuhan.
Penjudi dan pemabuk.
Adapun urutan peristiwa yang menyebabkan terjadinya penyimpangan sekunder adalah:
Dimulai dengan deviasi primer dan kemunculan reaksi sosial, hukuman, dan sanksi.
Pengembangan dari penyimpangan-penyimpangan primer.
Timbul reaksi dan penolakan yang lebih luas dari masyarakat.
Timbul sikap bermusuhan dan dendam kebencian terhadap masyarakat yang menghukum mereka.
Timbul pengambilan berbagai tindakan keras dari masyarakat.
Perlawanan dari masyarakat atas perilaku menyimpang tersebut, semakin menguatkan keberadaan perilaku tersebut.
Pada akhirnya, masyarakat menerima perilaku menyimpang tersebut menjadi sebuah status sosial.
(AFM)
