Konten dari Pengguna

Penjelasan tentang Hadits Surga di Telapak Kaki Ibu

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hadits Surga di Telapak Kaki Ibu, Ini Penjelasannya! Foto: Unsplash.com/Habib Dadkhah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hadits Surga di Telapak Kaki Ibu, Ini Penjelasannya! Foto: Unsplash.com/Habib Dadkhah

Ibu memiliki posisi yang sangat penting dalam sudut pandang Islam. Hal ini dapat dilihat dari hadits surga di telapak kaki ibu yang menegaskan bahwa derajat ibu tiga kali lebih utama dibanding ayah.

Dikutip dari buku 99+ Hadits Shahih dan Dhaif tentang Wanita oleh Iffah Qanita Nailiya, ibu adalah orang yang merasakan beban penderitaan lebih besar dibanding ayah, seperti mengandung, melahirkan, dan menyusui.

Untuk mengetahui makna lebih dalam dari hadits surga di telapak kaki ibu, simak penjelasan berikut ini.

Hadits Surga di Telapak Kaki Ibu

Ilustrasi Hadits Surga di Telapak Kaki Ibu, Ini Penjelasannya! Foto: Unsplash.com/mostafa meraji

Disadur dari buku Ikhwan oleh Adelia Nurahma, diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Surga ada di bawah telapak kaki para ibu.”

Hadits surga berada di bawah telapak kaki ibu ini memiliki makna bahwa seseorang yang mengharapkan surga Allah Subhanahu Wa Ta'ala, harus memiliki rasa hormat dan bakti kepada ibu atau kedua orang tua.

Dinukil dari buku Tanya Jawab Islam oleh PISS KTB TIM Dakwah Pesantren, maksud surga di bawah telapak kaki ibu adalah kata kiasan untuk menaati dan berbakti kepada ibu, mendahulukan kepentingannya.

Pada hakikatnya, para ibu yang beriman kelak akan ditempatkan di posisi tertinggi di surga bersama dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan setiap makhluk berada di bawah derajat tersebut.

Tingginya kedudukan seorang ibu bahkan melebihi ayah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

“Ibumu, ibumu, ibu lalu ayahmu.” (HR. Bukhari Muslim).

Dikutip dari NU online, ada beberapa ulama menyebut bahwa redaksi hadits surga di bawah telapak kaki ibu (l-jannatu tahta aqdam al-ummahaat) merupakan riwayat hadits yang lemah bahkan palsu. Ibnu ‘Adi dalam konteks ini hanya sedang mendata berbagai riwayat yang bersumber dari para perawi yang dikenal lemah atau bermasalah.

Itu sebabnya usai mengutip riwayat di atas, dinyatakan bahwa riwayat tersebut bersumber dari sosok Musa bin Muhammad al-Maqdisi yang dilabeli sebagai seorang munkir al-hadits. Istilah munkir al-hadits diberikan untuk perawi yang riwayat-riwayat haditsnya banyak menyelisihi riwayat hadits dari orang-orang yang kuat hafalannya.

Baca juga: Hadits tentang Keutamaan Berbakti kepada Ibu Berdasarkan Sabda Rasulullah

Cara Meraih Surga di Telapak Kaki Ibu

Ilustrasi Hadits Surga di Telapak Kaki Ibu, Ini Penjelasannya! Foto: Unsplash.com/🇸🇮 Janko Ferlič

Ada beberapa cara yang bisa dijadikan pijakan dalam meraih surga di telapak kaki ibu, yakni sebagai berikut:

  1. Memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada ibu.

  2. Menggunakan bahasa yang sopan saat berbicara. Ini merupakan salah satu bentuk dari berbaktinya seorang anak.

  3. Mendoakan ibu dan memohon doanya. Ini salah satu cara berbakti kepada ibu sehingga seorang anak bisa meraih surga-Nya.

  4. Memberikan semangat dan penghargaan yang besar termasuk dalam cara berbakti kepada ibu.

(ECI)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana posisi ibu dalam Islam?

chevron-down

Ibu memiliki posisi yang sangat penting dalam sudut pandang Islam. Bahkan ibu lebih didahulukan ketimbang ayah.

Apa maksud dari ibu memiliki beban yang lebih besar dari ayah?

chevron-down

Ibu adalah orang yang merasakan beban penderitaan lebih besar dibanding ayah, seperti mengandung, melahirkan, dan menyusui.

Di mana posisi ibu dalam surga?

chevron-down

Para ibu yang beriman kelak di surga berada di tempat tertinggi bersama dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.