Konten dari Pengguna

Pentingnya Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial bagi Guru dan Siswa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengapa penting memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial pada guru dan siswa. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa penting memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial pada guru dan siswa. Foto: Unsplash.

Masalah kesehatan mental pada anak dan remaja di Indonesia kini semakin mengkhawatirkan. Jutaan pelajar dilaporkan menghadapi tekanan psikologis, tetapi hanya sedikit yang mendapatkan penanganan tepat.

Sekolah memang termasuk salah satu lingkungan utama yang berpengaruh terhadap kondisi mental generasi muda. Bukan cuma pelajar yang dapat mengalami tekanan psikologis di sekolah, tapi juga guru.

Oleh karena itu, penting memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial pada guru dan siswa. Simak alasan pentingnya dalam uraian berikut.

Kondisi Kesehatan Mental Pelajar Indonesia

Ilustrasi mengapa penting memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial pada guru dan siswa. Foto: Unsplash.

Merujuk data Survei Nasional Kesehatan Mental Remaja (I-NAMHS) Tahun 2022, sekitar 34,9 persen atau setara 15,5 juta remaja Indonesia menghadapi setidaknya satu masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir.

Dari angka tersebut, sekitar 2,45 juta remaja dilaporkan memiliki gangguan mental lebih serius dalam periode yang sama. Namun, hanya 2 persen dari mereka yang memanfaatkan layanan kesehatan mental.

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA, Rohika Kurniadi Sari, menyebut kondisi ini sebagai persoalan serius yang membutuhkan perhatian lintas sektor.

“Ini persoalan sangat serius. Dukungan kesehatan mental dan psikososial, terutama dalam menciptakan kondisi perkembangan dan kesejahteraan anak yang optimal sangat dibutuhkan," ujar Rohika dikutip dari laman resmi KemenPPPA,

Mengapa Penting Memberikan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial Pada Guru dan Siswa?

Ilustrasi mengapa penting memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial pada guru dan siswa. Foto: Unsplash.

Salah satu alasan mengapa penting memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial pada guru dan siswa adalah karena kondisi emosional yang sehat sangat memengaruhi kualitas proses belajar mengajar, sekaligus menciptakan lingkungan akademik yang positif.

Siswa yang merasa aman dan dihargai cenderung lebih mudah fokus dan termotivasi, sementara siswa yang menanggung tekanan tanpa pendampingan berisiko mengalami gangguan belajar hingga putus sekolah.

Namun, dukungan ini seharunya tidak terbatas pada siswa saja. Kesehatan mental guru juga perlu mendapat perhatian sebelum mereka mengajar. Sebab, guru yang terbebani secara psikologis biasanya tidak mampu memberikan dukungan optimal kepada para siswanya.

Langkah yang Bisa Dilakukan

Ada beberapa langkah yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga untuk memperkuat dukungan psikososial. Berikut di antaranya

  1. Menyediakan layanan konseling yang mudah diakses siswa.

  2. Membekali guru dengan pelatihan psikologi dasar anak dan remaja.

  3. Membangun budaya sekolah yang inklusif dan bebas kekerasan.

  4. Menjalin kerja sama dengan orang tua agar dukungan berlanjut di rumah.

Sementara dari sisi keluarga, bangun rutinitas harian yang konsisten dan dengarkan kebutuhan emosional anak. Ajak mereka melakukan aktivitas psikososial yang sesuai dengan usianya. Berikut rekomendasinya:

  • Usia 6-10 tahun: Permainan fisik, menggambar, dan kartu emosi untuk membantu meredakan stres.

  • Usia 11-19 tahun: Journaling, art work, dan teknik relaksasi sebagai bentuk self care.

Baca juga: Bagaimana Menerapkan Adaptasi Iklim di Sekolah dan Integrasinya ke SPAB?

(FHK)