Konten dari Pengguna

Penulisan Muharram yang Benar Menurut KBBI, Seperti Apa?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penulisan Muharram yang benar. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penulisan Muharram yang benar. Foto: Unsplash

Tahun baru Islam jatuh pada tanggal 1 Muharram dalam penanggalan hijriyah. Jelang peringatannya, kata 'muharram' kerap ditulis di sejumlah media, mulai dari spanduk, papan reklame, videotron hingga media sosial.

Meski begitu, masih banyak yang bingung mengenai penulisan muharram yang tepat, apakah menggunakan dua huruf 'R' atau cukup satu saja. Mengenai hal ini, Anda bisa memeriksanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Dengan begitu, Anda tidak melakukan kesalahan saat menulisnya di media formal seperti proposal, surat undangan resmi, atau dokumen institusional. Lantas, bagaimana penulisan Muharram yang benar menurut KBBI? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Penulisan Muharram yang Benar

Ilustrasi penulisan Muharram yang benar. Foto: Pixabay/Beingboring

Kata Muharam berasal dari bahasa Arab مُحَرَّمٌ (muharram), yang berarti "yang disucikan". Meski ejaan dalam bahasa Arab menggunakan dua huruf "r", namun penulisan dalam bahasa Indonesia bisa saja berbeda.

Berdasarkan penelusuran di situs KBBI VI Daring, tidak ditemukan entri untuk Muharram dengan dua huruf "r". Sebaliknya, jika mengetik Muharam dengan satu "r", akan muncul entri yang berarti bulan pertama tahun Hijriah (30 hari).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penulisan Muharram yang benar sesuai KBBI adalah Muharam menggunakan satu huruf "r". Meski begitu, penggunaan kata Muharram dengan dua huruf "r" masih bisa digunakan, tetapi dianggap tidak baku menurut KBBI.

Baca Juga: Isra Miraj atau Isra Mikraj? Ini Penulisan yang Benar Menurut KBBI

Mengenal Muharram dalam Islam

Ilustrasi Muharram. Foto: Pexels/David McEachan

Muharram merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam. Selain itu, Muharram juga merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Inilah alasan kenapa umat Islam di Indonesia kerap menggelar berbagai acara keagamaan untuk menyambut dan memperingatinya.

Berdasarkan studi berjudul Tradisi Satu Suro di Tanah Jawa dalam Perspektif Hukum Islam oleh Risma Aryanti dan Ashif Az Zafi, secara etimologis Muharram berarti "bulan yang dimuliakan" atau "diutamakan."

Makna bulan Muharram ini tidak lepas dari berbagai peristiwa penting yang terjadi di dalamnya, termasuk kisah-kisah besar para nabi dan rasul.

Lebih lanjut, kata Muharram juga bisa bermakna "diharamkan" atau "dipantang." Ini merujuk pada larangan untuk melakukan peperangan atau pertumpahan darah selama bulan ini.

Dalam ajaran Islam, Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW: "Satu tahun itu ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan suci. Tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadi (akhir) dan Sya'ban." (HR. Bukhari)

(NSF)