Penulisan S1 yang Benar Sesuai dengan Kaidah EYD

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesalahan dalam penulisan singkatan jenjang akademik masih sering ditemui, salah satunya strata satu. Sebagian ada yang menuliskan singkatan strata satu menjadi S1, ada pula yang menuliskannya sebagai S-1. Lantas, mana penulisan S1 yang benar?
Dikutip dari Manajemen Kepemimpinan Pendidikan Kontemporer oleh Suhardi, dkk., (2022: 142), strata satu adalah sebuah tingkat pendidikan untuk memperoleh gelar sarjana sesuai bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi.
Biasanya, gelar sarjana dari program strata satu diperoleh setelah berhasil menempuh masa pendidikan selama kurang lebih 4-6 tahun. Seseorang yang berhasil menyelesaikan masa studi strata satu akan mendapatkan gelar sarjana sesuai dengan bidang studi yang ditekuni.
Penulisan strata satu sendiri umumnya disingkat dengan menggabungkan huruf kapital S dan angka 1 untuk memudahkan orang-orang dalam membaca atau menyebut jenjang pendidikan tertentu. Namun, bagaimana sebenarnya penulisan singkatan strata satu yang benar?
Baca juga: Kaidah Kebahasaan: Pengertian, Unsur, dan Contohnya dalam Teks
Penulisan S1 yang Benar
Sebagian besar orang sering kali menuliskan singkatan strata satu menjadi S1, yaitu dengan menggabungkan huruf kapital dan angka tanpa tanda hubung. Padahal, penulisan S1 yang benar seharusnya menggunakan tanda hubung antara huruf dan angka.
Menurut Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), tanda hubung mempunyai beberapa fungsi, salah satunya untuk merangkai unsur-unsur yang tidak sejenis. Berikut beberapa fungsi tanda hubung yang bisa dipahami:
se- dengan kata berikutnya yang diawali dengan huruf kapital, misalnya se-Jawa Barat, se-Jakarta, dan se-Indonesia.
ke- dengan angka, misalnya ke-2, ke-15, dan ke-25.
Angka dengan –an, misalnya 2000-an, 4.000-an, dan 5.000-an.
Kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf kapital, misalnya di-PHK, sinar-X, atau hari-H.
Nama jabatan rangkap, misalnya Menteri-Sekretaris Negara.
Kata dengan kata ganti Tuhan, misalnya ciptaan-Nya dan atas rahmat-Mu.
Huruf dan angka, misalnya D-3, S-1, dan S-2.
Berdasarkan kaidah EYD tersebut, salah satu kegunaan tanda hubung adalah untuk merangkai huruf dan angka. Maka, penulisan singkatan jenjang akademik yang sesuai dengan kaidah tersebut adalah dengan menyisipkan tanda hubung di antara unsur yang tidak sejenis.
Dengan demikian, penulisan S1 yang benar adalah S-1. Huruf S adalah singkatan berhuruf kapital, sedangkan 1 adalah angka tidak sejenis yang perlu dirangkai menggunakan tanda hubung.
Huruf S menyatakan singkatan dari nama jenjang pendidikan (strata), sedangkan angka 1 bukan menyatakan jumlah, melainkan tingkatan jenjang. Jadi, penulisan jenjang akademik S-1 dapat diartikan sebagai "strata (tingkat) pertama".
Hal yang sama juga berlaku untuk penulisan jenjang akademik lainnya, seperti program diploma dan pendidikan pascasarjana. Berikut beberapa contoh penulisan singkatan jenjang akademik yang benar:
Diploma satu, disingkat menjadi D-1.
Diploma dua, disingkat menjadi D-2.
Diploma tiga, disingkat menjadi D-3.
Diploma empat, disingkat menjadi D-4.
Strata dua, disingkat menjadi S-2.
Strata tiga, disingkat menjadi S-3.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan strata satu?

Apa yang dimaksud dengan strata satu?
Strata satu adalah sebuah tingkat pendidikan untuk memperoleh gelar sarjana sesuai bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi.
Bagaimana penulisan singkatan strata dua?

Bagaimana penulisan singkatan strata dua?
Strata dua disingkat menjadi S-2.
Apa fungsi tanda hubung menurut EYD?

Apa fungsi tanda hubung menurut EYD?
Tanda hubung mempunyai beberapa fungsi, salah satunya untuk merangkai unsur-unsur yang tidak sejenis.
