Penyebab Berat Badan Tetap Naik Saat Puasa, Waspadai 7 Faktor Ini!

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berat badan sering dianggap lebih mudah turun saat puasa. Faktanya, sebagian orang justru mengalami kenaikan berat badan selama Ramadan. Kondisi ini tentu membingungkan karena sejatinya waktu makan sudah jauh lebih terbatas.
Kenaikan berat badan saat puasa umumnya dipicu oleh perubahan pola makan serta gaya hidup. Bisa karena porsi makan yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, hingga konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, yang kerap tidak disadari.
Agar dapat menjaga bentuk tubuh tetap ideal, penting untuk mengetahui apa saja penyebab berat badan tetap naik saat puasa. Apa saja?
Penyebab Berat Badan Tetap Naik Saat Puasa
Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan berat badan justru meningkat selama menjalani puasa.
1. Pola Makan Makan Berlebihan
Menahan lapar hampir sepanjang hari sering membuat seseorang langsung makan dalam porsi besar saat berbuka. Akibatnya, jumlah kalori yang masuk pun tak diperhatikan.
Gorengan, makanan bersantan, serta minuman tinggi gula membuat asupan kalori melonjak dalam waktu singkat. Jika hal seperti ini dilakukan sepanjang bulan Ramadan, maka penambahan berat badan sulit dihindari.
2. Tidak Mengonsumsi Cukup Protein
Protein memiliki peran penting dalam memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Mengutip laman Simple: Weight Loss & Health Coaching, kekurangan protein dapat membuat rasa kenyang cepat hilang, sehingga keinginan untuk makan kembali meningkat. Akibatnya, porsi makan cenderung lebih besar dari kebutuhan tubuh.
3. Jam Tidur Berantakan
Perubahan waktu tidur selama Ramadan turut memengaruhi kondisi tubuh. Menurut laman WebMD, kurang tidur dapat mengganggu hormon pengatur nafsu makan seperti ghrelin dan leptin. Dampaknya, rasa lapar akan meningkat dan keinginan untuk makan menjadi lebih sulit dikendalikan.
Selain itu, kebiasaan langsung tidur setelah sahur atau berbuka dapat memperlambat proses metabolisme. Jika berlangsung secara terus-menerus,, kondisi ini berisiko memicu penumpukan lemak dan kenaikan berat badan.
4. Konsumsi Makanan Berminyak dan Berlemak Berlebihan
Menu gorengan saat berbuka memang menggoda. Namun, makanan yang digoreng dengan banyak minyak tentunya mengandung kalori tinggi.
Mengonsumsinya secara berlebihan bukan hanya meningkatkan risiko kolesterol, tetapi juga memicu kenaikan berat badan. Sebagai alternatif atau variasi, Anda bisa mengonsumsi menu buka yang direbus atau dikukus agar lebih sehat.
5. Terlalu Banyak Makanan Manis
Merujuk pada buku Relasi Sains dan Agama dalam Berbagai Perspektif karya Zainal Muttaqin dkk., makanan manis memang membantu menormalkan kadar gula darah setelah berpuasa. Meski demikian, jumlah asupannya tetap perlu dikontrol.
Minuman manis berlebihan meningkatkan asupan gula harian secara drastis. Sebagai alternatif yang lebih sehat, Anda bisa mengonsumsi buah segar atau jus tanpa tambahan gula agar kebutuhan serat tubuh tetap terpenuhi.
6. Kurang Minum Air Putih
Berdasarkan laman Imperial College London Diabetes & Endocrin Centre, air berperan dalam membantu pengelolaan berat badan karena mendukung proses detoksifikasi dan membantu mengurangi rasa lapar.
Jadi, pastikan untuk mengonsumsi air putih yang cukup, setidaknya sekitar 2–3 liter air, di waktu berbuka hingga sahur. Hindari minuman berkafein karena bersifat diuretik dan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
7. Kurang Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik membantu proses pembakaran kalori yang masuk. Besarnya kalori yang terbakar bergantung pada berat badan, jenis aktivitas, durasi waktu bergerak.
Masalahnya, tubuh cenderung lebih lemas saat puasa sehingga aktivitas harian pun ikut berkurang. Jika olahraga dihentikan sementara asupan tetap tinggi, risiko kenaikan berat badan semakin besar.
Baca Juga: 50 Ide Menu Sahur Simple untuk Keluarga yang Mudah Dibuat dan Bergizi
(SA)
