Konten dari Pengguna

Penyebab dan Cara Menenangkan Hati yang Gelisah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menenagkan hati. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Cara menenagkan hati. Foto: Pixabay

Dalam satu masa, seseorang pasti pernah mengalami hati yang tidak tenang yang diliputi dengan kegelisahan dan perasaan yang tidak nyaman. Hal itu adalah sesuatu yang wajar, bahkan Rasulullah SAW pun pernah merasakannya.

Hati adalah sesuatu yang dapat berubah-ubah dan tidak memiliki pendirian yang tetap. Hati yang tidak tenang bisa disebabkan karena banyak hal, di antaranya:

  1. Karena banyaknya dosa yang membuat perasaan menjadi gelisah.

  2. Kurang bersyukur padahal sudah diberi kenikmatan hidup yang berlimpah.

  3. Banyak menuntut ingin semua sesuai dengan kemauannya.

  4. Cinta dunia dan tidak memikirkan akhirat.

  5. Memiliki lemah iman.

  6. Tidak mengikuti perintah dan syariat Allah SWT.

Cara menenagkan hati. Foto: Unsplash

Cara Menenangkan Hati

Sebagai seorang Muslim, perasaan yang gelisah yang menimbulkan hati tidak tenang sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama. Itu karena hal tersebut akan mempengaruhi kadar keimanan seseorang kepada Allah SWT.

Nah, berikut ini adalah cara menenangkan hati yang dapat dilakukan sesuai dengan ajaran Islam.

  1. Sabar

Allah SWT berfirman:

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

“Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (Al-Baqarah: 177)

  1. Shalat

Hal terbaik yang bisa dilakukan ketika ada masalah adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ

“Minta tolonglah kalian dengan sabar dan shalat” (QS.Al-Baqarah: 153).

  1. Berdoa

Allah SWT berfirman:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (QS. Al-An’am: 17).

  1. Selalu bersifat husnudzon

Husnudzon adalah selalu berprasangka baik kepada Allah SWT. Ingat bahwa Allah SWT telah menetapkan garis kehidupan dengan jalan yang terbaik untuk para hamba-Nya.

Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي

“Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku’.”

Ilustrasi wudhu. Foto: Pixabay
  1. Berwudhu

Dari Athiyyah as-Sa’di Radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ جَدِّي عَطِيَّةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu. (Syaikh Bin Bâz rahimahullah menilai hadits ini sanadnya jayyid)

  1. Zikir

Dengan memperbanyak zikir, manusia akan lebih sering mengingat Allah SWT.

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Maka ingatlah pada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian.” (QS. Al Baqarah: 152).

  1. Membaca Alquran

Allah berfirman,

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (al-Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah al-Kitab (al-Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan al-Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syura [26]: 52)

  1. Bersyukur

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ.

"Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allâh yang telah dianugerahkan kepada kalian.”

(HDP)