Konten dari Pengguna

Penyebab Mata Silinder Menurut Data dan Studi Terkini

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab Mata Silinder Menurut Data dan Studi Terkini. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab Mata Silinder Menurut Data dan Studi Terkini. Foto: Pexels

Astigmatisme atau mata silinder merupakan gangguan pada penglihatan yang sering kali diabaikan, namun berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Kondisi ini terjadi ketika permukaan kornea mata tidak sempurna bulat, sehingga menyebabkan pandangan menjadi buram atau terdistorsi pada jarak tertentu.

Banyak orang yang hidup dengan astigmatisme tanpa menyadarinya. Mereka mengira bahwa penglihatan kabur yang dialami adalah hal normal.

Dengan pemahaman terhadap astigmatisme yang lebih baik, seseorang bisa mengenali dan mengatasi kondisi ini lebih awal. Artikel ini akan menggali lebih dalam tentang apa saja yang dapat menjadi penyebab mata silinder berdasarkan data dan studi terkini.

Penyebab Mata Silinder

Ilustrasi Penyebab Mata Silinder. Foto: CGN089/Shutterstock.

Dalam dunia medis, astigmatisme tidak hanya dipahami sebagai kondisi bawaan, tapi juga kondisi yang dapat muncul seiring berjalannya waktu.

Berdasarkan studi terbaru, seperti yang diungkapkan Anca-Vanessa Popa dkk dalam penelitian Retinal control of lens-induced astigmatism in chicks (2020), ada beberapa faktor yang dapat memicu astigmatisme ini, terutama pada anak-anak. Berikut ini beberapa penyebab umum mata silinder yang harus diwaspadai.

1. Perubahan pada Kornea

Salah satu penyebab paling umum dari astigmatisme adalah perubahan bentuk pada kornea. Menurut studi yang dilakukan oleh Hiroyuki Namba dan rekan-rekannya dalam Age-Related Changes in Astigmatism and Potential Causes (2020), kornea yang idealnya memiliki bentuk yang sempurna bulat bisa mengalami perubahan bentuk menjadi lebih oval.

Hal tersebut menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak fokus sempurna pada retina, sehingga menghasilkan gambar yang buram atau terdistorsi.

2. Faktor Genetik

Astigmatisme juga bisa diturunkan dalam keluarga. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki kondisi mata ini, ada kemungkinan lebih besar untuk diturunkan kepada anak-anaknya.

Penelitian dari Paul G. Sanfilippo dan timnya dalam jurnal Distribution of astigmatism as a function of age in an Australian population (2015) menunjukkan bahwa penyebaran astigmatisme dalam sebuah populasi bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan.

3. Tekanan pada Mata atau Kornea

Kebiasaan membaca sambil berbaring atau menggunakan gadget pada jarak yang terlalu dekat bisa menambah tekanan pada mata. Hal ini berisiko menyebabkan perubahan pada kornea dan memicu astigmatisme.

Berdasarkan penelitian Anca-Vanessa Popa dalam Retinal control of lens-induced astigmatism in chicks (2020), ada korelasi antara tekanan berlebih pada mata dengan perkembangan astigmatisme, khususnya pada usia muda.

4. Perubahan Terkait Usia

Sama seperti bagian tubuh lainnya, mata juga mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Hiroyuki Namba dalam Age-Related Changes in Astigmatism and Potential Causes (2020) menemukan fakta bahwa perubahan pada lensa mata seiring dengan usia juga dapat mempengaruhi bentuk kornea dan menyebabkan atau memperparah astigmatisme.

Cara Mengatasi Mata Silinder

Ilustrasi Mengatasi Mata Silinder. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Berikut adalah beberapa strategi untuk mengatasi mata silinder berdasarkan penelitian terbaru:

  • Kacamata atau Lensa Kontak: Pemakaian kacamata atau lensa kontak yang sesuai resep dokter bisa sangat membantu dalam mengatasi astigmatisme. Alat-alat ini membantu memfokuskan cahaya ke retina dengan lebih efektif, seperti yang dibahas dalam penelitian oleh Paul G. Sanfilippo dkk.

  • Operasi Refraktif: Untuk kasus yang lebih serius, operasi refraktif seperti LASIK atau PRK bisa menjadi pilihan. Operasi ini mengubah bentuk kornea untuk memperbaiki cara cahaya difokuskan ke retina. Penelitian menunjukkan bahwa ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk penglihatan yang lebih jernih.

  • Terapi Visual: Melakukan terapi visual yang melibatkan serangkaian latihan mata untuk meningkatkan fokus dan efisiensi penglihatan. Penelitian Anca-Vanessa Popa mengungkapkan bahwa intervensi dini bisa mengatasi astigmatisme yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan perilaku.

  • Penggunaan Obat Tetes Mata: Dalam beberapa kasus, obat tetes mata yang diresepkan dapat digunakan untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan dan mempertahankan kelembapan mata yang mungkin terpengaruh oleh penggunaan alat koreksi penglihatan.

Cara Mencegah Mata Silinder

Ilustrasi Mencegah Mata Silinder. Foto: Shutterstock

Berikut adalah beberapa poin penting untuk mencegah mata terkena kondisi silinder:

  • Pemeriksaan Mata Rutin: Pemeriksaan mata secara teratur sangat penting untuk mendeteksi awal tanda-tanda astigmatisme. Seperti yang ditunjukkan dalam penelitian Paul G. Sanfilippo dkk, mengenali penyebaran astigmatisme menurut usia membantu dalam proses penanganan dini.

  • Mengurangi Tekanan pada Mata: Hindari kebiasaan yang bisa menekan mata seperti membaca sambil berbaring atau menggunakan gadget terlalu dekat dengan mata.

  • Proteksi Mata: Lindungi mata dari paparan sinar ultraviolet. Memakai kacamata hitam yang menghalangi UVA dan UVB ketika berada di luar ruangan dapat membantu menjaga bentuk dan fungsi kornea.

  • Nutrisi yang Baik: Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A, C, dan E serta nutrisi yang mendukung kesehatan mata, seperti omega-3. Nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan retina dan kornea seperti yang dibahas dalam penelitian Hiroyuki Namba.

  • Latihan Mata: Terapkan latihan mata sederhana secara teratur untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot mata. Latihannya sepertinya menggerakkan mata ke berbagai arah dan memfokuskan penglihatan ke objek kecil.

  • Manajemen Stres: Stres dan kelelahan dapat memperburuk tekanan pada mata. Praktik relaksasi seperti yoga dan meditasi bisa membantu mengurangi stres dan mendukung kesehatan mata secara keseluruhan.

Baca Juga: 5 Cara agar Mata tidak Minus dengan Bahan Alami

(DEL)