Konten dari Pengguna

Penyumbatan Saluran Empedu Pada Organ Hati Sebabkan Kolesistitis, Ini Alasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sakit Perut. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sakit Perut. Foto: Getty Images

Penyumbatan saluran empedu pada organ hati dapat menimbulkan penyakit kolesistitis. Penyumbatan tersebut dapat memicu timbulnya peradangan akut atau kronis pada vesika felea.

Mengutip Diktat Gastroenterohepatologi (2020), kolesistitis adalah radang kandung empedu yang disebabkan reaksi peradangan akut pada dinding kandung empedu. Penyakit ini biasanya disertai keluhan nyeri perut kanan atas, nyeri tekan, dan demam.

Klasifikasi kolesistitis dapat berupa akut dan kronis. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya? Berikut ulasan lengkap tentang kolesistitis yang bisa Anda simak.

Penyebab Kolesistitis

Ada banyak faktor yang bisa menjadi pemicu timbulnya serangan kolesistitis. Namun, 90% penyebab utamanya adalah batu empedu. Hal ini dapat terjadi ketika ada penyumbatan pada saluran empedu.

Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock

Penyumbatan terletak di duktus sistikus yang menyebabkan stasis cairan empedu (cairan empedu tersumbat). Berdasarkan data, sebagian kecil kasus juga timbul tanpa adanya batu empedu (kolesistitis akut akalkulus).

Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti kepekatan cairan empedu, kolesterol, lisolesitin, dan prostaglandin yang merusak lapisan mukosa dinding kandung empedu diikuti oleh reaksi inflamasi dan supurasi.

Gejala Kolesistitis

Mengutip buku Keperawatan Medikal Bedah oleh Brunner & Suddart, kandung empedu menjadi tempat infeksi akut yang menyebabkan nyeri, nyeri tekan, dan kekakuan abdomen kanan atas. Kolesistitis berkaitan juga dengan rasa mual dan muntah.

Kebanyakan pasien dengan kolesistitis akut mengalami kolesistitis kalkulosa seperti batu empedu yang menyumbat aliran empedu. Kolesistitis kalkulosa menggambarkan inflamasi kandung empedu dimana tidak terjadi obstruksi oleh batu empedu.

Kondisi ini terjadi setelah prosedur pembedahan mayor, trauma berat, atau luka bakar.

Ilustrasi operasi kolesistektomi. Foto: Foto: Pixabay

Pengobatan Kolesistitis

Penanganan kolesistitis dilakukan di bawah pantauan dokter secara langsung. Tindakan yang diambil biasanya berupa anjuran puasa sementara waktu, penerapan pola makan rendah lemak, pemberian cairan infus, penggunaan obat-obatan, dan operasi kolesistektomi.

Operasi kolesistektomi dilakukan untuk mengangkat kantong empedu, guna mengurangi risiko terjadinya komplikasi dan mencegah kambuhnya kolesistitis.

Ada 2 metode kolesistektomi yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Kolesistektomi laparoskopik, dengan menggunakan alat bedah khusus dilengkapi dengan kamera video yang dimasukkan melalui sayatan kecil di perut.

  2. Kolesistektomi sayatan terbuka, dengan membuat sayatan yang lebih besar pada perut.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan kolesistitis?

chevron-down

kolesistitis adalah radang kandung empedu yang disebabkan reaksi peradangan akut pada dinding kandung empedunya. Biasanya disertai keluhan nyeri perut kanan atas, nyeri tekan, dan demam.

Apa penyebab utama kolesistitis?

chevron-down

Penyebab utama serangan kolesistitis 90% disebabkan oleh batu ginjal.

Bagaimana gejala kolesistitis?

chevron-down

Kolesistitis bisa sebabkan nyeri, nyeri tekan, dan kekakuan abdomen kanan atas. Kolesistitis juga kerap menimbulkan rasa mual ingin muntah.