Konten dari Pengguna

Peran Guru dalam Model Pembelajaran Kolaboratif

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peran guru dalam model pembelajaran kolaboratif. Foto: Unsplash/Ed Us
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peran guru dalam model pembelajaran kolaboratif. Foto: Unsplash/Ed Us

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam berjalannya proses pembelajaran. Selain menyampaikan materi, guru juga harus bisa membangun suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan di kelas.

Salah satu pendekatan yang kini banyak digunakan untuk meningkatkan keaktifan siswa adalah model pembelajaran kolaboratif. Pertanyaannya, apa peran guru dalam model pembelajaran kolaboratif ini?

Peran Guru dalam Model Pembelajaran Kolaboratif

Ilustrasi peran guru dalam model pembelajaran kolaboratif. Foto: Pexels/Max Fischer

Menurut A. Prayogo (2025) dalam penelitian Analisis Strategi Guru dalam Meningkatkan Keterampilan Kolaboratif, kolaborasi merupakan salah satu kompetensi utama yang wajib dimiliki siswa di era abad ke-21. Karena itulah, konsep pembelajaran ini diterapkan kepada siswa.

Adapun peran guru dalam model pembelajaran kolaboratif adalah sebagai mediator. Artinya, dalam model pembelajaran kolaboratif, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan.

Sebaliknya, guru bertindak sebagai fasilitator yang mengarahkan, membimbing, dan memberi ruang bagi siswa untuk belajar bersama secara aktif.

Dalam penelitian L. Ernawati (2016), berjudul Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kolaboratif terhadap Hasil Belajar, dijelaskan bahwa mediasi guru dapat membantu siswa untuk menghubungkan informasi baru dengan pengalaman siswa.

Tak hanya itu, guru juga bertugas mengarahkan atau menunjukkan apa yang harus dilakukan siswa ketika sedang kebingungan, agar tercipta suasana pembelajaran yang kondusif.

L. Ari Wibowo (2019) dalam penelitian Peran Guru dalam Menggunakan Model Pembelajaran Collaborative Learning, juga menekankan bahwa guru memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan siswa agar aktif, mandiri, dan terbuka dalam bekerja sama.

Dengan kata lain, guru menjadi jembatan yang menghubungkan siswa dengan materi pembelajaran melalui kegiatan kolaboratif seperti diskusi kelompok, kerja sama tim, dan pemecahan masalah secara kolektif.

Manfaat Model Pembelajaran Kolaboratif bagi Siswa

Ilustrasi peran guru dalam model pembelajaran kolaboratif. Foto: Pixabay

Model pembelajaran kolaboratif membawa sejumlah manfaat positif. Masih dari L. Ari Wibowo (2019), model pembelajaran kolaboratif ini diklaim mampu membuat siswa lebih memahami materi pembelajaran dengan lebih efektif, dibanding hanya menggunakan metode konvensional.

Kegiatan belajar-mengajar dianggap lebih menyenangkan, apalagi karena dilakukan bersama dengan teman-teman.

Selain itu, masih ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh siswa melalui metode pembelajaran kolaboratif. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Siswa lebih mudah memahami materi karena adanya proses tukar ide dan diskusi yang intens.

  • Kemampuan sosial seperti komunikasi, negosiasi, dan kerja sama semakin terasah.

  • Siswa menjadi lebih termotivasi karena merasa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran.

  • Kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah berkembang karena mereka terbiasa melihat suatu isu dari berbagai perspektif.

Baca juga: Apa Tantangan Utama Bagi Guru PAI dalam Mengintegrasikan AI Dalam Pembelajaran?

Sebagai mediator, guru memegang peran besar dalam memastikan pembelajaran berjalan lancar. Dengan demikian, manfaat dan tujuan pembelajaran bisa diperoleh siswa secara maksimal.

(SLT)