Perbedaan antara Westernisasi dan Globalisasi, Ini Ciri-Ciri dan Dampaknya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan antara westernisasi dan globalisasi dapat dilihat dari pengertian, ciri-ciri, hingga dampaknya pada masyarakat. Keduanya merupakan hasil dari perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
Mengutip buku Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi) untuk Kelas IX oleh Nana Supriatna, dkk., westernisasi dan globalisasi adalah faktor pemicu terjadinya perubahan sosial dan budaya di masyarakat.
Meskipun sama-sama berkaitan dengan perubahan sosial-budaya, keduanya memiliki perbedaan yang jelas. Lantas, apa perbedaan antara westernisasi dan globalisasi?
Perbedaan antara Westernisasi dan Globalisasi
Dirangkum dari BPSC Modul Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI Kelas VI oleh Nur Hasanah, berikut adalah beberapa perbedaan antara westernisasi dan globalisasi yang bisa dipahami.
1. Pengertian Westernisasi dan Globalisasi
Westernisasi berasal dari kata "west" dalam bahasa Inggris yang artinya "barat". Pengertian westernisasi adalah peniruan atau proses mengadopsi budaya barat dalam berbagai bidang kehidupan, seperti gaya hidup, teknologi, hukum, politik, ekonomi, dan sebagainya.
Unsur budaya yang paling cepat ditiru umumnya budaya material, seperti gaya rambut, pakaian, pergaulan bebas, budaya pesta, bentuk rumah, dan sebagainya.
Sementara itu, globalisasi berasal dari kata "global" yang berarti "mendunia". Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, aspek kebudayaan, dan lainnya.
Proses globalisasi ditandai dengan munculnya kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Globalisasi dapat berkembang pesat karena didukung oleh kemajuan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi.
2. Hubungan antara Westernisasi dan Globalisasi
Dalam praktiknya, globalisasi adalah proses yang menyebabkan westernisasi, sedangkan westernisasi adalah dampak yang ditimbulkan akibat globalisasi.
Jadi, globalisasi tidak harus selalu mengakibatkan westernisasi, tetapi westernisasi sudah pasti hasil dari globalisasi. Artinya, untuk masuk ke komunitas global yang disebut globalisasi tidak harus hidup ala barat, tetapi hidup ala barat sudah pasti globalisasi.
Meskipun budaya barat memiliki pengaruh yang besar dalam globalisasi, tidak semua aspek dari globalisasi harus mencerminkan budaya barat.
3. Ciri-Ciri Westernisasi dan Globalisasi
Westernisasi memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan globalisasi. Berikut ciri-ciri westernisasi:
Maraknya pengaruh budaya barat.
Masyarakat bersifat konsumtif terhadap barang-barang luar negeri.
Kurangnya kesadaran memilah budaya yang baik dan buruk.
Meniru gaya rambut dan berbusana kebarat-baratan.
Meniru gaya hidup kebarat-baratan.
Banyaknya perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.
Sementara itu, ada beberapa ciri yang menandakan berkembangnya globalisasi di dunia. Berikut ciri-ciri globalisasi:
Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Misalnya, perkembangan telepon atau ponsel, televisi, satelit, dan internet, menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi dengan cepat.
Informasi dapat diterima tanpa memerlukan waktu yang lama.
Pasar dan produksi ekonomi setiap negara yang berbeda menjadi saling ketergantungan. Hal ini karena berkembangnya perdagangan internasional dan pengaruh perusahaan multinasional.
Peningkatan interaksi budaya melalui perkembangan media massa. Gagasan atau pemikiran dapat dengan mudah tersebar dan memengaruhi media massa.
Berdasarkan ciri-ciri tersebut, dapat dipahami bahwa westernisasi hanya berpusat pada budaya barat, sedangkan globalisasi mencakup berbagai aspek yang memengaruhi seluruh dunia.
Baca juga: 13 Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli
4. Dampak Westernisasi dan Globalisasi
Westernisasi memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Dampak positif westernisasi adalah masyarakat cenderung lebih terbuka dan mudah menerima perubahan.
Adapun dampak negatif westernisasi adalah sebagai berikut:
Lunturnya semangat cinta tanah air dan budaya bangsa.
Gaya hidup boros atau konsumtif.
Perubahan perilaku masyarakat yang lebih individualis dan kehilangan jiwa kekeluargaan.
Maraknya perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.
Di sisi lain, globalisasi juga memiliki dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Beberapa dampak positif globalisasi, yaitu:
Teknologi informasi berkembang sangat pesat.
Kemudahan dalam mendapatkan kebutuhan dan keperluan pribadi.
Kemudahan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Penyebaran informasi lebih cepat dan mudah didapat.
Meningkatkan sikap toleran dan kosmopolitan masyarakat dunia.
Kemudahan dalam berkomunikasi dengan orang lain di seluruh dunia.
Hubungan internasional antarnegara semakin baik.
Peningkatan hubungan antarnegara di sektor ekonomi.
Adapun dampak negatif globalisasi adalah sebagai berikut:
Potensi terjadinya kriminalitas semakin tinggi.
Masuknya paham-paham yang tidak sesuai dengan ideologi negara yang menimbulkan konflik di masyarakat.
Masyarakat lebih konsumtif dan cenderung kehilangan kreativitas di dalam dirinya.
Masyarakat terpengaruh budaya negara lain yang tidak sesuai dengan budaya lokal sehingga budaya lokal semakin terkikis.
Timbulnya berbagai informasi yang tidak akurat (hoaks).
Sebagian masyarakat menjadi lebih individual dan egois.
Berkurang peminat di sektor pertanian karena bidang teknologi dan informasi dianggap lebih potensial.
Berdasarkan penjelasan masing-masing dampak di atas, dapat dipahami bahwa dampak positif globalisasi lebih luas daripada westernisasi.
Globalisasi merupakan perubahan menuju kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan, sedangkan westernisasi merupakan perubahan gaya hidup menjadi kebarat-baratan tanpa disaring dan disesuaikan dengan kepribadian bangsa.
(SFR)
