Perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day yang Sering Dianggap Sama

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mayoritas orang tentu familier dengan perayaan Hari Ibu atau Mother’s Day. Meski tampak serupa, kedua peringatan tersebut sejatinya berbeda. Perbedaan Hari Ibu dan Mother’s Day tidak hanya terletak pada tanggalnya, tetapi juga sejarah di baliknya.
Mengutip laman Kemenpppa, peringatan Hari Ibu hadir melalui keputusan Kongres Perempoean Indonesia III di Bandung pada 22 Desember 1938. Peringatan ini kemudian dikukuhkan sebagai hari nasional.
Sedangkan, Mother’s Day atau Hari Ibu Internasional sebenarnya merupakan perayaan atas jasa-jasa yang dilakukan kaum perempuan, khususnya para ibu yang berperan penting dalam kehidupan. Peringatan ini jatuh pada minggu kedua bulan Mei.
Lantas, apa saja perbedaan antara Hari Ibu dan Mother’s Day? Simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.
Baca juga: 5 Cara Merayakan Hari Ibu Bersama Anak, Seru dan Berkesan
Perbedaan Hari Ibu dan Mother's Day
Hari Ibu
Seperti yang disinggung sebelumnya, peringatan Hari Ibu di Indonesia berangkat dari Kongres Perempuan Indonesia yang dilaksanakan pada 22-25 Desember 1928.
Dijelaskan dalam situs Kemendikbud, kongres tersebut melahirkan organisasi federasi mandiri bernama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).
Melalui PPPI, terjalin kesatuan semangat juang kaum perempuan untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia. Tak hanya itu PPPI juga menggelorakan semangat para perempuan untuk memajukan seluruh kaum wanita di Indonesia.
Pada tahun 1935, diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta. Di samping melahirkan Badan Kongres Perempuan Indonesia, kongres ini juga menetapkan fungsi utama perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa.
Kongres Perempuan Indonesia III dilaksanakan tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 22 Desember 1938. Melalui kongres inilah Hari Ibu ditetapkan sebagai hari nasional.
Selanjutnya, peringatan tersebut dikukuhkan lewat Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 19559 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur.
Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, tentang pentingnya Hari Ibu guna membangkitkan persatuan dan kesatuan kaum perempuan.
Baca juga: 10 Pantun tentang Hari Ibu yang Unik dan Menyentuh Hati
Mother’s Day
Berbeda dengan Hari Ibu, Mother’s Day yang diperingati oleh masyarakat Amerika muncul sebagai hasil dari upaya Anna Jarvis, putri Ann Reeves Jarvis. Setelah kematian sang ibu pada 1905, Anna Jarvis menganggap Mother’s Day sebagai cara menghormati pengorbanan yang dilakukan ibu untuk anak-anak mereka.
Mengutip laman History, Anna Jarvis kemudian mulai mengampanyekan Mother’s Day. Pada Mei 1908, dia menyelenggarakan perayaan Mother’s Day yang pertama di sebuah gereja di Virginia Barat. Pada hari yang sama, ribuan orang ikut berkumpul untuk menghadiri acara tersebut.
Melihat kesuksesan Mother’s Day pertamanya, Jarvis ingin agar peringatan tersebut ditambahkan ke kalender nasional sebagai hari libur. Ia berargumen bahwa hari libur Amerika terlalu bias terhadap prestasi laki-laki, sehingga kaum wanita kurang dipandang.
Jarvis kemudian mendirikan Asosiasi Internasional Hari Ibu untuk membantu mempromosikan perjuangannya tersebut. Kegigihannya membuahkan hasil kala tahun 1014 Presiden Woodrow Wilson secara resmi menetapkan hari Minggu kedua di bulan Mei sebagai Mother’s Day.
(ADS)
Baca juga: 20 Kata-Kata yang Bagus untuk Mengucapkan Selamat Hari Ibu
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud Mother’s Day?

Apa yang dimaksud Mother’s Day?
Mother’s Day atau Hari Ibu Internasional merupakan perayaan atas jasa-jasa yang dilakukan kaum perempuan, khususnya para ibu.
Apakah tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu?

Apakah tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu?
Di Indonesia, Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember.
Kenapa harus ada Hari Ibu?

Kenapa harus ada Hari Ibu?
Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, tentang pentingnya Hari Ibu guna membangkitkan persatuan dan kesatuan kaum perempuan.
