Konten dari Pengguna

Perbedaan Jumat Agung dan Paskah dalam Agama Kristen

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paus Fransiskus memimpin misa Minggu Paskah di Lapangan Santo Petrus di Vatikan. Foto: Yara Nardi/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Paus Fransiskus memimpin misa Minggu Paskah di Lapangan Santo Petrus di Vatikan. Foto: Yara Nardi/REUTERS

Jumat Agung dan Paskah merupakan dua hari besar agama Kristen yang berbeda tetapi saling berkaitan satu sama lain. Lantas, apa perbedaan Jumat Agung dan Paskah?

Perlu dipahami bahwa kedua hari besar keagamaan ini diperingati untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus di masa lalu saat menebus dosa seluruh manusia. Umat Kristiani memperingati hari besar tersebut dengan melakukan ibadah khusus di gereja.

Hari Jumat Agung tahun ini jatuh pada 28 Maret 2024 dan dikategorikan sebagai hari libur nasional. Sedangkan Paskah jatuh tiga hari setelahnya, yakni pada Minggu, 31 Maret 2024.

Perbedaan Jumat Agung dan Paskah

Pastor kepala Romo Albertus Hani Rudi Hartoko (kanan) menyalakan lilin dalam Misa Malam Paskah di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (8/4/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Jumat Agung adalah hari untuk mengenang dan memperingati kematian Yesus Kristus di kayu salib. Sedangkan Paskah merupakan peringatan atas kebangkitan Yesus Kristus untuk membebaskan manusia dari dosa yang telah mengikat.

Dua hari besar ini menandakan bahwa karya penyelamatan Allah melalui anak-Nya Yesus Kristus tidak berhenti pada penyaliban, tapi sampai pada proses kebangkitan. Melalui kebangkitan inilah makna penyaliban Yesus menjadi jelas.

Sejak manusia pertama, yakni Adam jatuh ke dalam dosa, hubungan manusia dengan Allah menjadi buruk. Mengutip laman Kemenag, seiring berlalunya waktu, dosa manusia semakin menumpuk, sehingga usia mereka pun makin pendek.

Semua usaha manusia untuk kembali kepada Tuhan pun menjadi sia-sia. Akhirnya Allah mengambil inisiatif untuk menyelamatkan manusia dari dosa karena kasih sayang-Nya.

Atas inisiatif Allah Bapa, maka Yesus Kristus, Anak Allah akhirnya datang pertama kali ke dunia untuk menebus dosa manusia yang menjadi sumber permasalahan. Upah dosa seharusnya adalah maut, tetapi Ia datang untuk memberi hidup, bahkan hidup dalam segala kelimpahannya. (Roma 6:23; Yohanes 10:10b)

Allah menjadikan Yesus Kristus sebagai pengganti posisi manusia dan menjalankan hukuman mati. Dalam buku Ikhtisar Dogmatika oleh Dr. R. Soedarmo dijelaskan bahwa dengan Yesus memikul hukuman tersebut, murka Tuhan telah hilang dan sekarang manusia berada di dalam kebenaran.

Ritual Malam Paskah

Umat Katolik mengikuti Misa Malam Paskah di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (8/4/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Merujuk pada dokumen gereja berjudul Perayaan Paskah dan Persiapannya yang disusun Congregatio Pro Cultu Divino, perayaan Malam Paskah dibagi ke dalam empat bagian penting, berikut uraiannya:

  • Bagian I terdiri dari tindakan simbolis yang harus dilaksanakan dengan memerhatikan aspek keindahan sekaligus makna. Di luar gereja sebaiknya diletakkan perapian untuk memberkati api dan membuat malam menjadi terang. Selain itu, umat dianjurkan memasuki gereja dengan menyalakan lilin paskah.

  • Bagian II, pembacaan kitab suci. Di dalamnya diceritakan karya-karya agung yang harus direnungkan kaum beriman dengan tenang.

  • Bagian III, perayaan baptis. Apabila tidak ada umat yang akan dibaptis, maka air yang diberkati akan dipercikkan kepada umat.

  • Bagian IV, perayaan ekaristi, yakni mengenang kesengsaraan dan kebangkitan Tuhan.

Baca Juga: Memahami Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, Minggu Paskah Katolik

(DEL)