Konten dari Pengguna

Perbedaan Paes Jogja dan Solo dalam Tata Rias Pengantin Adat Jawa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep (kiri) dan istrinya Erina Gudono menunjukkan buku nikah usai proses ijab kabul saat Akad Nikah di Royal Ambarrukmo, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (10/12/2022). Foto: Agus Suparto/Istana Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep (kiri) dan istrinya Erina Gudono menunjukkan buku nikah usai proses ijab kabul saat Akad Nikah di Royal Ambarrukmo, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (10/12/2022). Foto: Agus Suparto/Istana Presiden

Paes adalah salah satu bagian utama dari tata rias pengantin perempuan yang menikah dengan upacara adat Jawa. Paes merupakan riasan di dahi yang berbentuk lekukan dan dibuat dari pidih atau sejenis lilin berwarna hitam.

Tata rias pengantin Jawa yang paling umum dipilih adalah gaya Jogja dan Solo. Kedua gaya tersebut merupakan warisan Keraton Yogyakarta dan Surakarta yang sering digunakan oleh para raja, putra-putri, hingga cucunya saat ada upacara khusus di Keraton.

Sekilas, paes Jogja dan Solo memang tampak serupa. Namun, kedua paes tersebut sejatinya memiliki bentuk yang berbeda. Apa perbedaan paes Jogja dan Solo?

Perbedaan Paes Jogja dan Solo

Ilustrasi Paes Ageng. Foto: Shutter Stock

Perbedaan paes Jogja dan Solo tampak dari jenis tata rias, bentuk cengkorongan, bentuk penitis, hingga warna dan penggunaan prada. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Jenis Tata Riasnya

Mengutip buku Tata Rias Pengantin dan Adat Pernikahan Gaya Yogyakarta Klasik oleh Sri Supadmi Murtiadji, tata rias pengantin gaya Yogyakarta meliputi lima corak, yakni Paes Ageng, Paes Ageng Jangan Menir, Paes Ageng Kanigaran, Puteri, Kesatriyan Ageng, dan Kasatriyan.

Setiap corak digunakan untuk acara yang berbeda-beda. Misalnya, corak Puteri yang digunakan untuk keperluan akad nikah atau pemberkatan di gereja. Sementara corak Paes Ageng, Paes Ageng Jangan Menir, dan Paes Ageng Kanigaran biasanya dikenakan saat resepsi.

Sama seperti di Jogja, tata rias pengantin Solo juga terdiri dari lima jenis. Hanya saja coraknya berbeda, yaitu Solo Basahan, Solo Puteri, Solo Langenharjan, Solo Taqwa, dan Solo Mangkunegaran.

2. Bentuk Cengkorongan

Cengkorongan merupakan pola atau bentuk paes. Cengkorongan paes pengantin Jogja terdiri dari penunggul, pengapit, penitis dan godeg. Penunggul terletak di tengah-tengah dahi. Bentuknya seperti potongan sirih dengan ujung runcing dan sedikit melengkung.

Di Solo, penunggul disebut dengan gajahan. Pada paes pengantin Solo, gajahan juga terletak di tengah-tengah dahi, tetapi bentuknya setengah bulatan, menyerupai ujung telur bebek.

Baca juga: Pakaian Adat Yogyakarta hingga Busana Pengantinnya

3. Bentuk Penitis

Ilustrasi perbedaan paes Jogja dan Solo. Foto: Shutter Stock

Mengutip buku Modifikasi Tata Rias Pengantin Yogyakarta Paes Ageng Berkerudung oleh Ratna Hidayati, penitis paes Jogja terletak di sebelah luar pengantin dan tepat di atas godeg. Bentuknya seperti potongan daun sirih dengan ukuran lebih kecil daripada penunggul serta ujung runcing dan sedikit melengkung.

Sedangkan, penitis paes Solo menghadap ke pangkal alis. Bentuknya bukan menyerupai potongan daun sirih, melainkan setengah bulatan seperti ujung telur ayam.

4. Bentuk Godeg

Godeg pada pengantin Yogyakarta memiliki bentuk seperti ujung pisau, semakin ke bawah semakin mengecil. Lain halnya dengan bentuk godeg pada pengantin Solo yang menyerupai kuncup bunga turi atau ngudup turi.

5. Warna Paes dan Penggunaan Prada

Umumnya, paes dibuat dari pidih berwarna hitam. Namun, pidih warna hijau juga digunakan untuk pas Solo Basah. Selain itu, beberapa riasan Yogyakarta seperti Paes Ageng Jangan Menir dan Paes Ageng Kanigaran juga menggunakan prada, yaitu serbuk emas yang ditaburkan di tepian paes.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa itu paes?
chevron-down

Paes adalah tata rias di dahi berbentuk lekukan yang sering diguan pengantin perempuan dalam pernikahan adat Jawa.

Paes terbuat dari apa?
chevron-down

Paes tradisional terbuat dari pidih atau sejenis lilin berwarna hitam.

Apa bentuk dari penunggul?
chevron-down

Penunggul terletak di tengah-tengah dahi. Bentuknya seperti potongan sirih dengan ujung runcing dan sedikit melengkung.