Perbedaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa, Ini 5 Aspek Utamanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekolah Rakyat mulai dioperasikan secara resmi pada Senin, 14 Juli 2025. Pembukaan Sekolah Rakyat ini juga bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) satuan pendidikan umum di berbagai daerah.
Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi pendidikan gratis yang tetap mengedepankan kualitas, khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Karena itu, seluruh proses pembelajaran di sekolah ini disediakan tanpa dipungut biaya.
Sejak peluncurannya di sejumlah wilayah Indonesia, perhatian publik pun mulai tertuju pada konsep dan tujuan utama dari Sekolah Rakyat. Lalu, apa saja perbedaan antara Sekolah Rakyat dan sekolah biasa? Berikut penjelasannya.
Perbedaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa
Meski secara umum bertujuan menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah seperti sekolah biasa, pendekatan dan sistem yang digunakan dalam Sekolah Rakyat memiliki perbedaan. Mengutip laman Sekolah Rakyat Kemensos, berikut beberapa perbedaannya.
1. Kurikulum
Di sekolah umum, kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Merdeka, yang menekankan pendekatan menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Sementara itu, Sekolah Rakyat menerapkan kurikulum yang dirancang khusus dan kontekstual. Di dalamnya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu persiapan, pembelajaran formal, dan kurikulum asrama.
2. Guru
Tenaga pengajar di sekolah reguler umumnya berasal dari jalur CPNS atau PPPK dan ditugaskan oleh pemerintah daerah. Sedangkan di Sekolah Rakyat, guru direkrut secara khusus untuk mengajar sekaligus menjadi pendamping sosial bagi anak-anak dari keluarga rentan.
3. Murid
Peserta didik di sekolah umum berasal dari berbagai lapisan masyarakat dan diterima melalui jalur zonasi, afirmasi, prestasi, atau perpindahan.
Sebaliknya, Sekolah Rakyat hanya menerima siswa dari keluarga dengan tingkat ekonomi terendah, yaitu desil 1 dan 2 dalam data DTSEN.
4. Lokasi
Sebagian besar sekolah reguler berada di daerah perkotaan atau wilayah padat penduduk. Berbeda dengan itu, Sekolah Rakyat dibangun di lokasi yang sulit dijangkau pendidikan, seperti daerah tertinggal di Papua, NTT, Kalimantan, dan pelosok Jawa.
5. Fasilitas
Pada umumnya, sekolah umum tidak menyediakan asrama dan siswa pulang setiap hari. Sebaliknya, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama gratis, lengkap dengan tempat tinggal, makanan, serta fasilitas belajar dan kebutuhan harian lainnya.
Kurikulum Sekolah Rakyat
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, kurikulum menjadi salah satu hal yang membedakan antara Sekolah Rakyat dan sekolah umum. Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang khusus menyesuaikan kebutuhan peserta didik dan dinamika sosial di lingkungan masing-masing.
Merujuk pada laman resmi Sekolah Rakyat Kemensos, berikut 3 muatan utamanya:
1. Kurikulum Persiapan
Tahap awal dalam kurikulum ini menjadi fondasi utama sebelum peserta didik mengikuti proses pembelajaran lanjutan. Di tahap ini dilakukan Talent Mapping, yaitu proses pemetaan kesiapan fisik, mental, dan akademik siswa.
2. Kurikulum Sekolah Formal
Kurikulum formal disusun berdasarkan standar nasional yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek, Kemenag, dan Kemensos. Fokus utamanya adalah membekali siswa dengan pengetahuan dasar dan keterampilan penting melalui tiga komponen utama:
Intrakurikuler: Mata pelajaran pokok yang mengacu pada kurikulum nasional.
Kokurikuler: Kegiatan pendukung yang terintegrasi dalam program pembelajaran.
Ekstrakurikuler: Aktivitas pilihan yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa, seperti seni, olahraga, dan kewirausahaan.
3. Kurikulum Sekolah Asrama
Kehidupan berasrama menjadi ruang penting dalam membentuk karakter siswa. Kurikulum asrama difokuskan pada pembinaan nilai-nilai kehidupan yang kuat dan membumi.
Ada empat nilai utama yang ditekankan, yaitu:
Karakter dan kepemimpinan
Spiritualitas
Cinta Tanah Air
Bahasa dan komunikasi
Baca Juga: Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi, Pakai Pendekatan Empati ke Siswa
(ANB)
