Persentase Orang yang Pakai AI Saat Belanja Berapa? Ini Data Terbaru 2025

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kini, teknologi AI telah dimanfaatkan dalam banyak lini kehidupan, sehingga membuat masyarakat semakin akrab dengan kecerdasan buatan itu. Sama seperti asisten, AI bisa melakukan banyak tugas kognitif dengan baik, itulah mengapa masyarakat merasa terbantu dengan kehadirannya
Bahkan, menurut data Indonesia AI Report 2025 yang dirilis kumparan, mayoritas masyarakat Indonesia mengakui besarnya peran AI dalam hidup mereka, dengan 60% menilai AI sudah berperan dan 37% menyebutnya sangat berperan.
Peran AI tak terbatas di sektor pekerjaan atau pendidikan saja, tapi juga merambah ke layanan rekomendasi belanja. Namun, sebenarnya berapa persentase orang yang pakai AI saat belanja? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.
Persentase Orang yang Pakai AI Saat Belanja
Merujuk riset kumparan X Populix yang bertajuk Indonesia AI Report 2025, mayoritas publik mengungkapkan bahwa dalam 6 bulan terakhir, keperluan mereka menggunakan AI adalah untuk mencari informasi dan meringkas jawaban (80%).
Dalam riset juga disebutkan bahwa Gen Z cenderung menggunakan AI untuk kebutuhan yang bersifat produktif, seperti membantu pekerjaan dan tugas, serta mencari rekomendasi belanja yang lebih personal.
Sementara itu, Milenial menunjukkan kecenderungan yang lebih praktis dan rekreatif, dengan tingkat penggunaan lebih tinggi untuk hiburan, navigasi, dan komunikasi sehari-hari.
Persentase orang yang pakai AI saat belanja sebenarnya tidak terlalu banyak. Dari kalangan Gen Z sebanyak 42%, sedangkan Milenial hanya 36%. Berikut ini rincian data tujuan publik menggunakan AI:
Gen Z:
81% mencari informasi dan jawaban:
89% komunikasi dan terjemahan
72% membantu pekerjaan/tugas
57% hiburan dan kreativitas
47% navigasi dan perjalanan
42% belanja dan rekomendasi
Milenial:
79% mencari informasi dan jawaban:
70% komunikasi dan terjemahan
63% membantu pekerjaan/tugas
64% hiburan dan kreativitas
51% navigasi dan perjalanan
36% belanja dan rekomendasi
Dampak Penggunaan AI Menurut Publik
Secara umum, publik mengaku bahwa selama menggunakan AI, mereka cenderung mendapatkan pengalaman yang positif dibandingkan negatif. Namun, hampir sepertiga menilai dampaknya seimbang antara positif dan negatif, sementara sebagian kecil merasa lebih banyak dampak negatif.
Gen Z menunjukkan pandangan yang lebih positif terhadap penggunaan AI, dengan 53% merasakan dampak baik dalam aktivitas mereka. Sementara itu, Milenial cenderung menilai dampaknya secara lebih seimbang, menunjukkan sikap yang lebih kritis terhadap penggunaan AI.
Berikut ini rincian persentasenya dikutip dari Indonesia AI Report 2025:
Lebih banyak dampak positif - 50% Milenial, 53% Gen Z
Dampaknya sama besar antara positif dan negatif - 41% Milenial, 37% Gen Z
Lebih banyak dampak negatif - 5% Milenial, 2% Gen Z
Tidak tahu/belum bisa menilai - 4% Milenial, 8% Gen Z
Baca hasil riset lengkap Indonesia AI Report 2025 di sini!
Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, Klik “View on Slideshare”
ALTERNATIVE DOWNLOAD LINK: kumparan Indonesia AI Report 2025
Baca Juga: Tingkat Penggunaan AI dalam Pekerjaan versi Survei Indonesia AI Report 2025
(DEL)
