Konten dari Pengguna

Playing Victim: Pengertian, Tanda-Tanda, dan Cara Menghadapinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi playing victim. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi playing victim. Foto: Pixabay

Playing victim merupakan perilaku toxic yang kerap mewarnai hubungan percintaan. Pelaku playing victim biasanya sengaja melimpahkan kesalahan kepada orang lain dan bertindak seolah-olah sebagai korban.

Tidak hanya dalam hubungan percintaan, sikap seperti itu sering kali dijumpai dalam hubungan pertemanan dan keluarga. Baik perempuan maupun laki-laki, sikap ini kerap menjadi jalan keluar bagi mereka yang tidak ingin disalahkan atas suatu kondisi.

Untuk memahami lebih jauh apa itu playing victim dan bagaimana tanda-tandanya, simak informasi selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

Apa Itu Playing Victim dan Contohnya?

Ilustrasi playing victim. Foto: Pixabay

Seperti yang disebutkan, dalam psikologi, playing victim adalah perilaku seseorang yang gemar memosisikan dirinya sebagai korban. Mengutip laman WebMD, pelaku playing victim mengklaim bahwa hal-hal yang terjadi pada mereka adalah kesalahan orang lain.

Mereka sering mengeluh tentang hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup mereka dan enggan mengambil tanggung jawab pribadi. Alih-alih, mereka justru selalu menyalahkan keadaan yang tidak selalu berada dalam kendali mereka.

Penyebabnya beragam, mulai dari trauma masa lalu, pengkhianatan, hingga ketergantungan terhadap seseorang. Dapat dikatakan bahwa playing victim merupakan salah satu bentuk sikap manipulatif.

Contohnya, dalam suatu hubungan, pelaku playing victim akan memanipulasi keadaan agar pasangannya merasa bersalah dan selalu meminta maaf padanya. Padahal, bisa jadi kesalahan itu ada pada si pelaku.

Jika seseorang mencoba untuk membantu atau menawarkan solusi atas masalah yang dihadapinya, mereka akan menyiapkan daftar alasan mengapa solusi itu tidak berhasil. Akibatnya, orang-orang yang mencoba membantu merasa frustrasi dan bingung.

Baca juga: 4 Zodiak yang Suka Playing Victim

Playing Victim Itu Seperti Apa?

Ilustrasi playing victim. Foto: Pixabay

Dirangkum dari laman Healthline dan Brightside, berikut tanda-tanda orang yang sering berperilaku playing victim:

1. Menghindari Tanggung Jawab

Ini adalah salah satu tanda playing victim yang paling terlihat. Orang yang suka playing victim akan lepas tangan dan enggan bertanggung jawab atas tindakan yang sudah dilakukan. Bukannya introspeksi, mereka justru menyalahkan orang lain atas kegagalannya sendiri.

2. Tidak Mencari Kemungkinan Solusi

Seperti disinggung sebelumnya, pelaku playing victim cenderung enggan menerima solusi atas masalah yang dihadapi. Daripada mencari solusi, mereka lebih fokus menentukan siapa atau apa yang bisa jadi sasaran kesalahannya.

3. Mengasihani Dirinya Sendiri

Orang yang gemar melakukan playing victim selalu mencari pembenaran atas perbuatan yang telah dilakukan. Ini adalah upaya agar orang lain merasa iba pada dirinya dan melupakan kesalahannya tersebut.

4. Anti Kritik

Tidak mau mendengarkan pendapat orang lain terhadap sikap ataupun perilakunya merupakan tanda-tanda seseorang yang tidak mau disalahkan. Inilah yang menyebabkan mereka tidak menyadari kesalahannya sendiri.

5. Tidak Merasa Cukup

Seseorang yang sering melakukan playing victim biasanya berharap lebih untuk dirinya sendiri. Akibatnya, akan timbul rasa pesimis dan kurang bisa mengapresiasi setiap momen berharga di hidupnya.

Baca juga: Mengenal Arti Playing Victim dan Penyebabnya

Bagaimana Menghadapi Orang Playing Victim?

Ilustrasi playing victim dalam hubungan. Foto: Prostock-studio/Shutterstock

Mungkin sulit untuk berinteraksi dengan seseorang yang selalu melihat diri mereka sebagai korban. Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi pelaku playing victim, di antaranya:

1. Hindari Labeling

Ketika menghadapi pelaku playing victim, hindari melakukan labeling dengan mengatakan bahwa dirinya bertingkah seperti korban. Sebaliknya, cobalah untuk memunculkan perilaku atau perasaan tertentu yang membuat mereka menyadari kesalahannya.

2. Tetapkan Batasan

Membantu seseorang yang memiliki pandangan berbeda terhadap suatu masalah adalah hal yang sulit. Jika pelaku playing victim tampak menghakimi atau menuduh Anda, tetapkan batasan dan jangan beri belas kasih Anda.

Limpahkan lagi tanggung jawab yang semestinya diemban agar mereka sadar bahwa itu adalah masalah yang harus mereka selesaikan sendiri.

3. Tawaran Bantuan untuk Menemukan Solusi

Jika ingin membantu pelaku playing victim keluar dari masalahnya, opsi terbaik adalah menawarkan solusi pada mereka. Anda dapat melakukannya dalam tiga langkah:

  1. Akui keyakinan mereka bahwa mereka tidak dapat berbuat apa-apa terhadap situasi tersebut.

  2. Tanyakan apa yang akan mereka lakukan jika mereka memiliki kekuatan untuk melakukan sesuatu.

  3. Bantu mereka melakukan brainstorming cara-cara yang mungkin berhasil untuk mencapai tujuan itu.

4. Tawarkan Validasi

Orang-orang yang tidak memiliki support system untuk membantu mereka mengatasi trauma mungkin lebih sulit mengatasi perasaan menjadi korban. Jadi, empati dan validasi yang Anda berikan bisa membawa perubahan meski tidak dirasakan secara langsung.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa itu playing victim?
chevron-down

Dalam psikologi, playing victim merupakan perilaku toxic ketika seseorang memosisikan dirinya menjadi sebagai korban.

Apa penyebab seseorang melakukan playing victim?
chevron-down

Penyebabnya beragam, mulai dari trauma masa lalu, pengkhianatan, hingga ketergantungan terhadap seseorang.

Apa ciri-ciri pelaku playing victim?
chevron-down

Antara lain menghindari tanggung jawab, tidak mencari kemungkinan solusi, dan anti kritik.