Prinsip Apa yang Kita Gunakan dalam Merancang Pembelajaran? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Merancang sistem pembelajaran bukanlah hal yang sederhana. Agar proses belajar dan mengajar berjalan efektif, guru perlu menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran yang kuat.
Prinsip tersebut berfungsi sebagai pedoman utama dalam melaksanakan dan mengevaluasi berbagai kegiatan pembelajaran, termasuk pembelajaran mendalam (deep learning) Kurikulum Merdeka.
Lantas, prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran efektif? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan di bawah ini!
Prinsip Apa yang Kita Gunakan dalam Merancang Pembelajaran?
Perencanaan pembelajaran adalah proses penyusunan materi pelajaran sesuai jenjang pendidikan para peserta didik. Merujuk pada penelitian ilmiah Sri Mulyati, dkk. (2017) berjudul Evaluation of Indonesian Language Learning Based on Curriculum Implementation, pembelajaran disusun menggunakan media pengajaran, pendekatan atau metode pengajaran, serta penilaian untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Untuk menyusun pembelajaran yang efektif tentu dibutuhkan prinsip yang kuat. Dengan begitu, proses belajar dan mengajar akan lebih terarah dan berdampak signifikan terhadap pencapaian kompetensi siswa.
Secara umum, prinsip pembelajaran adalah pedoman normatif yang menjadi dasar dalam merancang proses pembelajaran. Prinsip ini membantu pengajar dalam membentuk kerangka kerja yang jelas untuk menyusun materi, menentukan metode, menggunakan media, dan menyusun sistem evaluasi.
Masih mengacu pada penelitian Sri Mulyati, dkk. (2017), beberapa prinsip utama yang digunakan dalam perencanaan pembelajaran meliputi:
1. Kejelasan Tujuan dan Sasaran
Perencanaan pembelajaran harus dimulai dengan pemahaman jelas tentang apa yang ingin dicapai. Tujuan pendidikan yang luas perlu diterjemahkan menjadi sasaran spesifik dan terukur, yang akan membimbing aktivitas pembelajaran sehari-hari di kelas.
2. Keselarasan dengan Standar Nasional
Setiap rancangan pembelajaran perlu disesuaikan dengan standar pendidikan nasional. Hal ini yang menjadi acuan tentang capaian pembelajaran yang harus diraih oleh siswa di tiap jenjang pendidikan dan tiap mata pelajaran.
3. Berpusat pada Siswa
Pembelajaran sebaiknya dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan karakteristik siswa. Perencanaan kegiatan harus membangun pengalaman belajar yang adil, personal, dan memberikan ruang bagi eksplorasi gagasan dari berbagai pendekatan.
Dengan kata lain, siswa tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek aktif dalam pembelajaran.
4. Integrasi Teori Pembelajaran
Rancangan pembelajaran yang efektif sering kali mengadopsi teori-teori pembelajaran seperti konstruktivisme. Teori ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar yang nyata dan kontekstual.
5. Penilaian Formatif Berkelanjutan
Penilaian tidak hanya dilakukan di akhir pembelajaran, tapi juga selama pembelajaran berlangsung. Umpan balik yang diberikan secara berkala membantu guru mengetahui kebutuhan siswa dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran agar lebih efektif.
Baca juga: Contoh Modul Ajar TK A Semester 1 untuk Referensi Guru
Prinsip Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen) menerapkan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui Kurikulum Merdeka.
Dalam pendekatan ini, guru juga harus menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran. Di antaranya adalah prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi peserta didik
Untuk lebih jelasnya, berikut detail prinsip pembelajaran mendalam yang dikutip dari dokumen Kemendikdasmen tentang Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua:
1. Berkesadaran
Kenyamanan peserta didik dalam belajar
Fokus, konsentrasi, dan perhatian
Kesadaran terhadap proses berpikir
Keterbukaan terhadap perspektif baru
Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru
2. Bermakna
Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata
Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya
Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru
Keterkaitan dengan bidang ilmu lain
Pembelajar sepanjang hayat
3. Menggembirakan
Lingkungan pembelajaran yang interaktif
Aktivitas pembelajaran yang menarik
Menginspirasi
Tantangan yang memotivasi
Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment)
(SLT)
