Konten dari Pengguna

Prinsip Pembangunan Berkelanjutan yang Mesti Dipahami, Apa Saja?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau wisata Gili Trawangan, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Rabu (14/12/2022). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau wisata Gili Trawangan, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Rabu (14/12/2022). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO

Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) sudah lama digaungkan oleh pemerintah dan para ahli di seluruh dunia. Konsep ini mendukung pembangunan untuk memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan di masa mendatang.

Dengan konsep ini, manusia dapat memperbaiki mutu hidupnya sekaligus menjamin kesejahteraan masyarakat. Dijelaskan dalam jurnal Konsep Pembangunan Berkelanjutan karya Askar Jaya (2004) ada tiga kriteria utama yang mesti dipertimbangkan, yakni tidak ada pemborosan dalam penggunaan SDA; tidak ada polusi dan dampak lingkungan; serta kegiatannya mesti meningkatkan useable resources.

Meski terlihat sederhana, namun proses pembangunan berkelanjutan ini cukup kompleks. Ada banyak pihak yang terlibat, termasuk pemerintah yang berperan membuat kebijakan-kebijakan.

Ada beberapa prinsip yang mesti dipahami dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan ini. Apa saja? Simak uraian selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

Seorang pemuda berjalan di atas puing-puing perahu kayu dengan latar gedung di Jakarta Utara, Indonesia. Foto: REUTERS/Beawiharta

Konsep pembangunan berkelanjutan pertama kali diperkenalkan World Commission on Environment and Development (WCED). Kemudian, detailnya tertuang dalam laporan Brundtland yang ditulis sejak 1987.

Pembangunan berkelanjutan telah menjadi isu global yang banyak didiskusikan para ahli di seluruh dunia. Di Indonesia, pembangunan berkelanjutan masuk dalam target SDG’s (Sustainable Development Goals) yang mesti direalisasikan.

Ada strategi yang mesti dipilih untuk melancarkan proses pembangunan ini. Selain itu, ada empat komponen yang perlu diperhatikan, yakni soal pemerataan, partisipasi, keanekaragaman, integrasi, dan perspektif jangka panjang. Berikut panduannya:

1. Pembangunan menjamin pemerataan dan keadilan sosial

Untuk mencapai tujuan pemerataan dan keadilan sosial, pembangunan harus dilandasi dengan hal-hal berikut:

  • Meratanya distribusi sumber lahan dan faktor produksi

  • Meratanya peran dan kesempatan perempuan

  • Meratanya ekonomi yang dicapai dengan keseimbangan distribusi kesejahteraan

  • Menyadari bahwa prosespek generasi masa datang tidak bisa dikompromikan dengan aktivitas generasi masa kini

  • Pembangunan generasi masa kini perlu mempertimbangkan generasi masa datang dalam memenuhi kebutuhannya

Ilustrasi ekonomi hijau. Foto: Pixabay

2. Pembangunan menghargai keanekaragaman

Perlu dilakukan pemeriharaan keanekaragaman hayati untuk memastikan sumber daya alam selalu tersedia dan keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Dengan begitu, proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

3. Pembangunan menggunakan pendekatan integratif

Pembangunan berkelanjutan mengutamakan hubungan antara manusia dengan alam. Jadi, perlu dilakukan pendekatan integratif untuk menyukseskan program ini. Lembaga pemerintahan dan pihak lain yang terkait harus menjalin kedekatan dengan semua aspek, termasuk manusia, alam, dan sosial.

4. Pembangunan dengan perspektif jangka panjang

Terkadang masih ada masyarakat yang menilai bahwa masa kini jauh lebih berharga dibandingkan masa depan. Pemikiran tersebut bisa menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pihak.

Soal itu, lembaga mesti melakukan pembangunan dengan mengutamakan asumsi normal dalam prosedur discounting. Melalui strategi ini, lembaga bisa menentukan perspektif jangka panjang dan impikasinya di masa depan.

Baca juga: 5 Contoh Pembangunan Berkelanjutan yang Bermanfaat untuk Lingkungan

Ragam konten berkualitas dan inklusif tentang inisiatif individu, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk mendorong terciptanya bumi berkelanjutan. Selengkapnya di kumparan.com/topic/green-initiative

(MSD)