Profil Akira Higashiyama, Pelatih Timnas Putri U-20 Indonesia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PSSI resmi menunjuk Akira Higashiyama sebagai pelatih baru Timnas Putri Indonesia U-20. Kehadirannya diharapkan mampu membawa Garuda Pertiwi Muda tampil lebih percaya diri dan kompetitif di kancah internasional.
Pelatih berusia 36 tahun ini datang tidak hanya bermodalkan rekam jejak mengesankan, tetapi juga filosofi kepelatihan yang kuat. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter pemain, semangat juang yang tinggi, serta kerja keras sebagai kunci untuk meraih prestasi.
Lantas, seperti apa perjalanan karier Akira Higashiyama di dunia sepak bola? Apakah ia akan menjadi sosok yang tepat untuk menakhodai Garuda Pertiwi Muda menuju prestasi yang lebih tinggi?
Profil Akira Higashiyama
Akira Higashiyama lahir di Jepang pada 9 November 1989. Ia telah mengantongi lisensi kepelatihan A AFC sejak 2019. Mengutip laman PSSI, ia memulai kiprahnya di dunia sepak bola sejak usia 9 tahun, sebelum menjadi pemain profesional di klub Thailand, Samut Prakan United pada 2012.
Karier kepelatihannya dimulai pada 2014 ketika menjabat sebagai pelatih Hokuriku FC. Pada 2018, Akira sempat menangani tim junior Southland United selama empat bulan, kemudian mengambil tantangan baru sebagai pelatih kepala Anduud City di Mongolia.
Namanya mulai dikenal luas saat ia dipercaya menjadi asisten pelatih sekaligus analis di Nongbua Pitchaya FC, klub divisi 2 Thailand pada 2019. Posisi ini memberinya pengalaman berharga dalam mengelola tim secara profesional dan strategi pertandingan.
Pada 2020, Higashiyama melanjutkan kariernya di Liga Malaysia dengan peran ganda sebagai technical director sekaligus pelatih Kuching City. Setelah itu, ia juga sempat mengemban tugas yang sama di Kelantan Darul Naim United.
Dikutip dari Transfermarkt, sebelum bergabung dengan Timnas Putri U-19, Higashiyama menukangi Selangor FC sejak 2023 hingga Mei 2025.
Dengan jam terbang yang luas di berbagai negara dan level kompetisi, Higashiyama diharapkan ikut mendongkrak perkembangan sepak bola putri Indonesia.
Filosofi kepelatihannya dinilai cocok karena menjadikan semangat untuk selalu belajar, berkembang, dan bekerja keras sebagai kunci utama dalam pertandingan. Hal itu tak hanya berlaku bagi para pemain, tetapi juga bagi dirinya sendiri sebagai pelatih.
“Saya selalu lapar untuk menang, belajar, dan berkembang. Hal ini juga yang saya tanamkan pada pemain dan staf pelatih,” ujarnya, dikutip dari laman resmi PSSI.
Ia juga menekankan pentingnya aspek teknis dan taktik dalam pola permainan tim. Namun, inti dari sepak bola tetap pada hati dan seberapa besar hasrat pemain untuk berkembang.
“Kami punya visi yang sama, yakni membangun fondasi yang kuat dan mengantar Timnas Putri ke Piala Dunia,” tambahnya.
Baca Juga: Profil Isa Warps, Striker Muda Anyar Timnas Putri Indonesia
(ANB)
