Konten dari Pengguna

Profil Edhy Prabowo, Tangan Kanan Prabowo Subianto yang Jadi Menteri KKP

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menteri KKP Edhy Prabowo dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait virus corona, di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (28/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri KKP Edhy Prabowo dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait virus corona, di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (28/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Edhy Prabowo menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sejak 2019. Secara mengejutkan ia menggantikan Susi Pudjiastuti yang sebelumnya memangku jabatan tersebut sejak 2014.

Padahal selama menjabat, Susi selalu berhasil mencuri perhatian masyarakat. Bahkan menurut survei Alvara Research Center yang dirilis pada Oktober 2019, Susi Pudjiastuti memiliki tingkat kepuasan publik tertinggi, yaitu 91,95 persen.

Setelah resmi menjabat, kebijakan Edhy yang berseberangan dengan kebijakan Susi sebelumnya juga banyak disorot. Salah satunya adalah langkah Edhy untuk membuka keran ekspor benih lobster.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kanan) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di acara Sertijab di KKP, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Susi tegas melarang ekspor benur lantaran jumlah lobster semakin menyusut dan berdampak ke nelayan-nelayan skala kecil. Namun Edhy tetap kukuh dan menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12/Permen-KP/2020 pada Mei 2020.

Sejatinya, Edhy bukanlah orang baru di dunia perikanan dan pertanian Tanah Air. Untuk mengenal sosok Edhy Prabowo lebih jauh, simak profil lengkapnya berikut ini:

Profil Edhy Prabowo

Edhy Prabowo lahir di Muara Enim, Sumatera Selatan, pada 24 Desember 1972. Setelah lulus dari SMA Negeri I Unggulan Muara Enim, ia masuk Akabri Magelang pada 1991. Namun pendidikan ketentaraannya hanya bertahan dua tahun. Edhy harus keluar karena mendapat sanksi dari kesatuan.

Setelah itu, ia merantau ke Jakarta dan diperkenalkan dengan Prabowo Subianto yang kala itu masih berpangkat Letkol dan menjabat Dangrup III TNI AD. Di sinilah persahabatan Edhy Prabowo dan Prabowo Subianto dimulai.

Edhy kemudian ditawari Prabowo untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Moestopo pada 1997. Ia juga diminta belajar silat di di Batujajar, Bandung. Saat itu Prabowo Subianto merupakan Pendiri Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia.

Edhy menjadi orang kepercayaan Prabowo dan diminta oleh mantan menantu Presiden Soeharto tersebut untuk mendampinginya saat berdomisili di Jerman dan Yordania.

Prabowo Subianto (kiri) memberi hormat didampingi Edhy Prabowo saat tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Setelah itu, Edhy melanjutkan pendidikannya di Swiss German University jurusan bisnis pada 2004. Pada 2005, Edhy aktif berorganisasi di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan HKTI. Ia juga diketahui merupakan seorang aktivis Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Kemudian pada 2007, Edhy mendirikan perusahaan jasa keamanan yakni PT Garuda Security Nusantara. Ia juga dipercaya menjadi Presiden Direktur dan Komisaris di perusahaan kertas milik Prabowo, PT Kiani Lestari Jakarta. Berikut adalah riwayat pekerjaan Edhy Prabowo:

  • Asisten Direktur Utama PT Nusantara Energi pada tahun 1998 – 2004

  • Komisaris PT Swadesi Dharma Nusantara pada tahun 2000 – 2004

  • Direktur Utama PT Tusam Hutani Lestari pada tahun 2004 – 2015

  • Direktur PT Alas Helau pada tahun 2004 – 2015

  • Direktur Utama PT Garuda Security Nusantara pada tahun 2005 – 2015

  • Komisaris PT Kiani Lestari pada tahun 2007 – 2015

  • Ketua Percepatan Pengadaan Logistik PT Kertas Nusantara pada tahun 2007 – 2009

  • Ketua Koperasi Swadesi Indonesia pada tahun 2009 - 2015

Setelah Prabowo mendirikan Partai Gerindra, Edhy dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional DPP Partai Gerindra. Pada Pemilu 2009, Edhy maju sebagai calon anggota DPR dari Dapil Sumatera Selatan II.

Ia berhasil lolos dan menjadi anggota DPR periode 2009-2014. Saat itu ia bertugas di Komisi VI DPR bidang perdagangan, perindustrian, koperasi dan BUMN.

Pada Pemilu 2014, ia kembali melenggang ke Senayan. Edhy menjabat Ketua Komisi IV DPR yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan.

Edhy Prabowo kemudian dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Presiden Jokowi Widodo pada tanggal 23 Oktober 2019.

(ERA)