Konten dari Pengguna

Profil Paus Fransiskus, Pemimpin Katolik yang Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paus Fransiskus. Foto: Alessandro Bianchi/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Paus Fransiskus. Foto: Alessandro Bianchi/REUTERS

Umat Katolik di seluruh dunia tengah berduka menyusul kabar Paus Fransiskus meninggal dunia pada Senin, 21 April 2025. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada usia 88 tahun di kediamannya, yaitu Casa Santa Marta, Vatikan.

Sebelum meninggal, Vatikan mengumumkan bahwa Paus Fransiskus menderita pneumonia di kedua paru-parunya. Setelah dilakukan observasi, hasil tes menunjukkan bahwa telah terjadi infeksi dari berbagai mikroba yang menyebabkan perawatannya menjadi sangat rumit.

Di luar kondisinya, Fransiskus dikenal sebagai sosok Paus yang sangat melayani umat Katolik. Berikut profil Paus Fransiskus dan perjalanan hidupnya hingga menjadi pemimpin Katolik di dunia yang bisa menjadi inspirasi.

Profil Paus Fransiskus

Paus Fransiskus muncul di balkon, pada hari pesan "Urbi et Orbi" (kepada kota dan dunia) di Lapangan Santo Petrus, pada hari Minggu Paskah, di Vatikan, Minggu (20/4/2025). Foto: Yara Nardi/REUTERS

Mengutip buku Fransiskus Manusia Pendoa karya Mario Escobar, Paus Fransiskus lahir dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio pada 17 Desember 1936 di Buenos Aires, Argentina.

Ayahnya bernama Mario Jorge Bergoglio, seorang imigran Italia yang bekerja sebagai akuntan di perusahaan kereta api. Ibunya, Regina Sivori adalah seorang istri yang taat dalam membesarkan kelima anak mereka.

Sebelum menempuh jalan imamat, Fransiskus menyelesaikan pendidikan sebagai teknisi kimia. Ia kemudian melanjutkan studinya di Seminari Tinggi Keuskupan Villa Devoto, dan masuk novisiat Serikat Yesus pada 11 Maret 1958.

Setelah itu, ia menempuh pendidikan humaniora di Chili, lalu kembali ke Argentina dan meraih gelar sarjana filsafat dari Colegio de San José pada 1963. Pada tahun 1967 hingga 1970, ia belajar teologi dan mendapatkan gelar di bidang tersebut.

Pendidikannya berlanjut ke Spanyol pada 1970 hingga 1971, lalu mengikrarkan kaul kekalnya pada 22 April 1973. Pada 1986, ia pergi ke Jerman untuk menyelesaikan tesis doktoral.

Perjalanan Karier Gerejawi Paus Fransiskus

Paus Fransiskus memimpin misa Malam Natal di Basilika Santo Petrus di Vatikan pada 24 Desember 2024. Foto: Tiziana Fabi/AFP

Perjalanan karier Fransiskus dimulai saat ia bergabung dengan Serikat Yesus pada 1958 dan menerima penahbisan imam pada 1969. Ia kemudian dipercaya menjadi Provinsial Serikat Yesus di Argentina pada 1973, serta menjabat sebagai Rektor Colegio de San José dari 1980 hingga 1986.

Kiprahnya di dunia gerejawi terus menanjak. Pada 1992, ia diangkat sebagai Uskup Tituler Auca sekaligus Uskup Auksilier Buenos Aires, kemudian dipercaya menjadi Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Buenos Aires setahun setelahnya.

Atas dedikasinya, ia diangkat menjadi Kardinal pada 2001. Puncaknya terjadi pada 2013, ketika ia terpilih sebagai Paus ke-266 melalui Konklaf Kepausan. Ia juga mencetak sejarah sebagai Paus pertama yang berasal dari Benua Amerika.

Baca Juga: Pesan Terakhir Paus Fransiskus Sebelum Wafat: Desak Israel Akhiri Perang di Gaza

(ANB)