Konten dari Pengguna

Proses Pembentukan Warna Pelangi di Atmosfer

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pelangi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelangi. Foto: Unsplash

Keindahan warna pelangi yang menghiasi angkasa selalu mampu menuai decak kagum. Tidak heran jika sejak dulu pelangi telah dikaitkan dengan kepercayaan-kepercayaan tertentu.

Melansir National Geographic, dalam mitologi Nordik dijelaskan bahwa pelangi adalah penghubung bumi dengan Asgard, tempat tinggalnya para dewa. Dalam kepercayaan masyarakat Jepang, pelangi dipercaya sebagai jembatan yang digunakan nenek moyang untuk turun ke bumi.

Selama ini pelangi diketahui tersusun atas tujuh warna, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Mungkin Anda pernah bertanya, bagaimana pelangi bisa terbentuk dan memiliki warna yang mengagumkan?

Fenomena ini dapat dijelaskan secara ilmiah. Nah untuk menambah pengetahuan, simak proses pembentukan pelangi berikut ini:

Proses Pembentukan Pelangi

Ilustrasi pelangi. Foto: Unsplash

Pelangi merupakan salah satu gelaja optik yang terjadi di atmosfer. Sebelum membahas tentang pelangi lebih jauh, perlu diketahui bahwa cahaya yang diterima manusia dari matahari disebut cahaya putih.

Melansir Smithsonian, cahaya putih terdiri dari beragam warna, yaitu merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Jenis cahaya ini dikenal sebagai cahaya tampak karena dapat dilihat oleh mata telanjang.

Warna-warna tampak ini memiliki panjang gelombang tertentu. Inilah yang akan menentukan bagaimana warna yang berbeda bereaksi ketika melewati suatu medium, misalnya tetesan air hujan. Nah warna pelangi diakibakan oleh kombinasi pembiasan dan pantulan cahaya matahari oleh tetesan air di atmosfer.

Ilustrasi pembentukan pelangi. Foto: Pixabay

Mengutip Sciencing, tetesan air bertindak sebagai prisma sehingga cahaya akan diuraikan menjadi beberapa komponen warna karena mengalami pendispersian cahaya. Nantinya warna yang terlihat oleh mata manusia adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

Mengutip buku Mengapa Bisa Begitu (Sekarang Aku Jadi Tahu) tulisan Dian Astuti (2018) warna merah memiliki panjang gelombang paling panjang atau memiliki frekuensi paling rendah dari cahaya lainnya. Sedangkan warna ungu memiliki panjang gelombang paling pendek atau memiliki frekuensi paling tinggi. Oleh sebab itu kedua warna ini tidak akan bertemu, melainkan dipisahkan oleh warna-warna lainnya secara berurutan.

Frequently Asked Question Section

Macam-macam warna pelangi

chevron-down

Pelangi terdiri dari tujuh warna, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu atau biasa disingkat mejikuhibinui.

Mengapa pelangi berwarna-warni?

chevron-down

Pelangi berwarna-warni karena adanya pembiasan cahaya putih dari matahari saat memasuki tetesan hujan. Cahaya putih sendiri tersusun atas berbagai komponen warna.

Mitologi tentang pelangi

chevron-down

Dalam mitologi Nordik, pelangi dianggap sebagai penghubung bumi dengan tempat tinggal para dewa. Sedangkan masyarakat Jepang percaya bahwa pelangi merupakan jembatan yang digunakan nenek moyang untuk turun ke bumi.

(ERA)