Konten dari Pengguna

Puasa Asyura di Bulan Muharram: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puasa Asyura. Sumber: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puasa Asyura. Sumber: Freepik.com

Puasa Asyura merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Tahun ini, puasa Asyura jatuh pada Kamis, 19 Agustus 2021.

Melaksanakan puasa Asyura sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad. Ia mengatakan bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di Bulan Muharram. Dikutip dalam buku Fikih Wanita Sepanjang Masa oleh Ust. Muiz al Bantani, pernyataan ini dijelaskan dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam."

Posisi puasa Asyura yang paling utama dibandingkan puasa sunah yang lain bukan tanpa alasan. Keutamaan melaksanakan puasa ini adalah Allah akan menghapuskan dosa-dosa kecil yang disengaja maupun tidak disengaja terhitung sejak satu tahun yang lalu hingga hari itu.

Pahala yang didapatkan pun terbilang besar. Hanya dengan puasa Asyura sehari, pahala yang didapatkan seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini diceritakan oleh Sa’id bin Jubair yang terdapat dalam kitab al-Atsar karya Abu Yusuf berikut ini.

صوم يوم عاشوراء يعدل صوم سنة

Artinya: “Puasa ‘Asyura setara dengan puasa satu tahun

Awal mula diperintahkannya puasa Asyura adalah saat Nabi Muhammad melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah. Hukum puasa Asyura pun telah dijelaskan oleh Nabi dalam hadist berikut ini.

"Ketika beliau melakukan hijrah ke Madinah beliau berpuasa dan beliau memerintahkan berpuasa. Maka tatkala puasa Ramadhan diwajibkan, beliau bersabda: 'Siapa yang suka puasa di hari Asyura, silahkan ia berpuasa, dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya," (HR. Muslim 1897).

Ilustrasi puasa Asyura. Sumber: Freepik.com

Niat dan Tata Cara Puasa Asyura

Niat Puasa Asyura

Sebelum menyantap sahur, umat Muslim diharuskan membaca niat puasa Asyura agar ibadah dapat diberikan ridho Allah SWT dan mendapat pahala. Berikut bacaan niat puasa Asyura dengan latin dan artinya.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT."

Tata Cara Puasa Asyura

Tidak berbeda dengan pelaksanaan puasa sunah yang lainnya, berikut adalah tata cara puasa Asyura.

  1. Membaca niat.

  2. Menikmati makanan di waktu sahur sebagai bekal puasa nanti. Makan di waktu sahur hukumnya sangat dianjurkan. Akan tetapi, jika tidak memakan sahur pun tidak akan mempengaruhi keabsahan puasa.

  3. Menghindari makan, minum, dan hal-hal yang menyebabkan batalnya puasa sejak adzan subuh berkumandang.

  4. Memperbanyak ibadah baik ibadah mahdhah maupun ibadah ghairu mahdhah. Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang suci, melaksanakan ibadah di bulan tersebut mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

  5. Berbuka puasa segera setelah adzan Maghrib berkumandang.

  6. Membaca doa berbuka puasa, agar makanan yang disantap memberikan keberkahan.

(ULY)