Puasa Sunnah Muharram Berapa Hari? Ini Jadwal dan Bacaan Niatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Muharram merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriyah yang penuh dengan keutamaan. Bulan ini termasuk dalam empat bulan haram, yaitu bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam, di mana umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi perbuatan dosa.
Rasulullah SAW pun menganjurkan umatnya untuk memperbanyak puasa di bulan ini sebagai bentuk amalan yang mendekatkan diri kepada Allah. Di antara hari-hari istimewa pada bulan Muharram, terdapat dua waktu utama untuk menjalankan puasa sunnah, yaitu pada hari Tasu'a dan Asyura.
Lalu, puasa sunnah Muharram berapa hari dilaksanakan? Berikut informasi mengenai jadwal puasa beserta bacaan niat yang bisa diamalkan.
Puasa Sunnah Muharram Berapa Hari?
Menurut Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dalam buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq, puasa sunnah di bulan Muharram terbagi dalam tiga tingkatan utama. Tingkatan pertama adalah puasa pada hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.
Kemudian, tingkatan kedua adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Sedangkan tingkatan yang paling sempurna adalah berpuasa selama tiga hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.
Rasulullah SAW pun menasihati umatnya agar tidak meniru cara puasa kaum Yahudi yang hanya berpuasa satu hari saja, yaitu pada 10 Muharram. Dalam hadits beliau disebutkan:
"Berpuasalah pada hari Asyura (10 Muharram), dan bedakanlah dirimu dari orang Yahudi. Berpuasalah juga sehari sebelumnya atau sesudahnya.” (HR. Bukhari)
Ketentuan berpuasa selama tiga hari ini juga sebagai bentuk kehati-hatian karena terkadang ada perbedaan dalam penetapan awal bulan Muharram. Maka dari itu, puasa pada tanggal 9, 10, dan 11 menjadi cara yang lebih aman untuk memastikan puasa Asyura benar-benar terlaksana.
Jadi, secara umum, puasa sunnah di bulan Muharram dapat dilakukan satu, dua, atau tiga hari, tergantung kemampuan dan pilihan masing-masing. Namun, yang paling utama adalah berpuasa selama tiga hari berturut-turut, yaitu tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.
Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, 1 Muharram jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025. Berikut ini jadwal lengkap puasa sunnah di bulan Muharram:
Puasa Tasu’a (9 Muharram): Sabtu, 5 Juli 2025
Puasa Asyura (10 Muharram): Minggu, 6 Juli 2025
Puasa 11 Muharram: Senin, 7 Juli 2025
Niat Puasa Sunnah Muharram
Sebagaimana puasa sunnah lainnya, niat juga menjadi syarat utama sebelum melakukan puasa Muharram. Bersumber dari buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa susunan Nur Solikhin, berikut bacaan niatnya:
1. Niat Puasa Tasu'a (9 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ يَوْمِ تَسُوْعَاءٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin min yaumi tasuu-'aa-in sunnatan lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah hari Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."
2. Niat Puasa Asyura (10 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Lillahi ta'ala."
3. Puasa 11 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal Muharrami lilahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa Muharram karena Allah ta'âlâ."
Baca Juga: 4 Teks Singkat Khutbah Jumat Bulan Muharram yang Penuh Makna
(ANB)
