Qiyamul Lail: Tata Cara dan Niat Sholatnya untuk Menyempurnakan Pahala

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, setiap Muslim dianjurkan untuk menghidupkannya dengan qiyamul lail. Amalan ini begitu utama di sisi Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasulullah berikut:
Dari Aisyah Radhiyallahu'anha, ia berkata: "Bila telah memasuki 10 malam terakhir Ramadhan, Nabi SAW menghidupkan malam untuk ibadah, membangunkan keluarganya (istrinya), bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan menguatkan tali sarungnya (tidak berhubungan suami istri)" (HR. Bukhari dan Muslim)
Mengutip buku I`tikaf, Qiyamul Lail, Shalat `Ied dan Zakat al-Fithr di Tengah Wabah oleh Isnan Ansory, Lc, MA, secara bahasa qiyamul lail berasal dari kata qiyam yang artinya berdiri dan lail yang artinya malam. Dapat diartikan bahwa qiyamul lail adalah ibadah yang dilakukan pada malam hari dengan cara berdiri, atau diartikan sebagai sholat.
Qiyamul lail tidak terbatas pada satu jenis sholat saja. Cakupannya luas, meliputi seluruh sholat yang dilakukan mulai terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar, seperti sholat magrib dan isya, sholat ba'diyah dan qobliyah, sholat tarawih, sholat witir, dan sholat tahajud.
Bagaimana tata cara dan niat sholat qiyamul lail?
Tata Cara dan Niat Sholat untuk Qiyamul Lail
Karena cakupan qiyamul lail yang luas, setiap Muslim bisa mengerjakan jenis sholat apa saja yang dilakukan pada malam hari. Yang fardhu wajib dikerjakan karena merupakan perintah. Sedangkan yang sunnah boleh dikerjakan untuk menyempurnakan pahala.
Adapun sholat sunah yang bisa dikerjakan pada malam Ramadhan adalah sholat tarawih, sholat witir, dan sholat tahajud. Berikut niat dan tata cara sholatnya.
Sholat Tarawih
Mengutip buku Tuntunan Sholat Sunah Tarawih oleh Shabri Saleh Anwar, sholat tarawih bisa dikerjakan dalam 20 ataupun 8 rakaat. Keduanya sama saja dan boleh untuk dilakukan. Adapun tata cara sholat tarawih adalah sebagai berikut:
Membaca niat sholat tarawih
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT."
Takbiratul ihram
Membaca doa iftitah
Membaca surah Al Fatihah
Membaca salah satu surah pendek Al Quran
Rukuk
Itidal
Sujud pertama
Duduk di antara dua sujud
Sujud kedua
Berdiri untuk melakukan rakaat kedua dengan langkah yang sama, diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam. Lakukan hingga genap 8 atau 20 rakaat
Membaca doa kamilin
Sholat Tahajud
Sholat sunah yang satu ini bisa dikerjakan dalam 2 rakaat, 4 rakaat, dan seterusnya, tidak ada batasan maksimal jumlah rakaatnya. Untuk waktu pelaksanaannya adalah pada sepertiga malam. Adapun tata cara sholatnya dalah sebagai berikut:
Membaca Niat Sholat Tahajud
Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
“Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah SWT.”
Takbiratul ihram
Membaca doa iftitah
Membaca surah Al Fatihah
Membaca salah satu surah pendek Al Quran
Rukuk
Itidal
Sujud pertama
Duduk di antara dua sujud
Sujud kedua
Berdiri untuk melakukan rakaat kedua dengan langkah yang sama, diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam. Lakukan hingga jumlah rakaat yang diinginkan
Sholat Witir
Mengutip buku Sifat Shalat Nabi SAW oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani (2017: 74), sholat witir adalah penutup atas ibadah yang telah dilakukan seorang Muslim seharian penuh. Sholat ini dikerjakan dalam rakaat ganjil, namun yang lebih diutamakan adalah 3 rakaat. Berikut tata cara sholatnya:
Membaca niat sholat witir
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ
Artinya: "Aku menyengaja sholat sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.
Takbiratul ihram
Membaca doa iftitah
Membaca surah Al Fatihah
Disunahkan membaca Surat Al-A'la
Rukuk
Itidal
Sujud pertama
Duduk di antara dua sujud
Sujud kedua
Berdiri untuk melakukan rakaat kedua dengan langkah yang sama, disunahkan membaca Surat Al-Kafirun, diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam.
Lakukan satu rakaat terakhir, disunahkan membaca Surat Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan An-Nas.
(MSD)
