Salat Gerhana Bulan Total Muhammadiyah, Ini Waktu dan Tata Caranya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam, gerhana bulan tidak dikaitkan dengan kejadian tertentu atau mitos dalam kehidupan manusia. Fenomena alam ini dipahami sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang mengatur alam semesta secara presisi.
Oleh karena itu, umat Islam yang melihat gerhana dianjurkan memperbanyak zikir dan menunaikan salat untuk memuji kebesaran Allah SWT. Salat gerhana dilaksanakan sejak fenomena alam ini mulai tampak hingga berakhir. Waktu pelaksanaannya bisa berbeda-beda di tiap wilayah, karena disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing.
Dalam waktu dekat, gerhana bulan total diprediksi akan terjadi. Menyikapi fenomena alam ini, Muhammadiyah menerbitkan maklumat yang mengimbau seluruh pimpinan dan warganya untuk salat gerhana.
Sebagai panduan, berikut informasi mengenai waktu pelaksanaan dan tata cara salat gerhana bulan total Muhammadiyah.
Waktu Salat Gerhana Bulan Total Muhammadiyah
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan bahwa pada Selasa Wage, 14 Ramadan 1447 H yang bertepatan dengan 3 Maret 2026, akan terjadi Gerhana Bulan Total yang dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.
Sehubungan dengan hal tersebut, pimpinan dan warga Muhammadiyah diimbau untuk melaksanakan salat gerhana bulan (salat khusuf), memperbanyak doa, zikir, serta sedekah. Waktu pelaksanaan dimulai sejak gerhana sebagian tampak di wilayah masing-masing hingga gerhana sebagian berakhir atau ketika bulan terbenam.
Merujuk pada Maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.I/E/2026 tentang Salat Gerhana Bulan Total, berikut fase-fase gerhana bulan yang telah ditetapkan:
Gerhana Sebagian mulai: 16:50:00 WIB | 17:50:00 WITA | 18:50:00 WIT.
Gerhana Total mulai: 18:04:26 WIB | 19:04:26 WITA | 20:04:26 WIT.
Puncak Gerhana: 18:33:37 WIB | 19:33:37 WITA | 20:33:37 WIT.
Gerhana Total berakhir: 19:02:45 WIB | 20:02:45 WITA | 21:02:45 WIT.
Gerhana Sebagian berakhir: 20:17:10 WIB | 21:17:10 WITA | 22:17:10 WIT.
Tata Cara Salat Gerhana Bulan Total Muhammadiyah
Salat gerhana dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah tanpa azan dan iqamah. Jumlahnya dua rakaat, dengan dua kali rukuk, qiyam, dan sujud pada setiap rakaat. Ibadah ini dapat dilakukan di masjid maupun di tanah lapang.
Pelaksanaannya berlangsung selama gerhana masih terjadi. Jika gerhana berakhir sementara salat belum selesai, maka salat tetap diteruskan dengan memperpendek bacaan.
Mengutip dari laman Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, berikut tata caranya:
Imam menyerukan aṣ-ṣalātu jāmi‘ah.
Takbiratulihram, lalu memabca surah al-Fatihah dan surah panjang dengan jahar.
Rukuk, dengan membaca tasbih yang lama.
Mengangkat kepala dengan membaca sami‘allāhu li man ḥamidah, makmum membaca rabbanā wa lakal-ḥamd.
Berdiri tegak, lalu membaca al-Fatihah dan surah panjang tetapi lebih pendek dari yang pertama.
Rukuk, sambil membaca tasbih yang lama tetapi lebih singkat dari yang pertama.
Bangkit dari rukuk dengan membaca sami‘allahu li man hamidah, rabbana wa lakal-hamd.
Sujud
Duduk di antara dua sujud.
Sujud
Bangkit dari sujud, berdiri tegak mengerjakan rakaat kedua seperti rakaat pertama tanpa membaca doa iftitah.
Salam
Setelah salat, imam berdiri menyampaikan khutbah satu kali yang berisi nasihat serta peringatan terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah serta mengajak memperbanyak istigfar, sedekah dan berbagai amal kebaikan.
Baca Juga: Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan
(SA)
