Sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Pentingkah Mempelajari Psikologi Komunikasi?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilmu Komunikasi adalah bidang studi lintas disiplin yang mempelajari interaksi manusia dalam berbagai situasi. Kajian ini berkaitan dengan berbagai bidang lain, salah satunya Psikologi yang mempelajari perilaku dan proses mental manusia dalam berkomunikasi.
Keterkaitan kedua bidang tersebut kemudian melahirkan kajian Psikologi Komunikasi. Lantas, seberapa penting kajian tersebut bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi dan bagaimana memaknainya? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Seberapa Penting Mahasiswa Ilmu Komunikasi Mempelajari Psikologi Komunikasi?
Mengacu buku Psikologi Komunikasi Metode Profetik untuk Mudah Berkomunikasi karya Fajar Dwi Putra (2025), psikologi komunikasi merupakan kajian interdisipliner yang membahas hubungan antara proses komunikasi dengan pikiran, emosi, dan perilaku manusia.
Kajian ini juga melihat bagaimana seseorang memahami, menafsirkan, dan merespons informasi serta menggunakan bahasa dan simbol saat berinteraksi. Aspek tersebut membantu menjelaskan perbedaan cara individu dalam menangkap dan menyampaikan pesan.
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, mempelajari Psikologi Komunikasi sangat penting karena kajian ini memperluas pemahaman mengenai berbagai aspek yang memengaruhi hubungan antarmanusia, baik dalam lingkup personal maupun komunikasi massa.
Pemahaman tersebut bisa membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi dan membangun hubungan interpersonal yang lebih baik. Hal ini juga menjadi dasar untuk melihat komunikasi dari sisi psikologis, bukan hanya berdasarkan pesan yang disampaikan.
Dalam perspektif psikologi sendiri, komunikasi dapat dimaknai sebagai proses yang melibatkan pikiran, emosi, dan perilaku individu. Ketiganya turut memengaruhi cara seseorang menyampaikan pesan, memahami informasi, dan memberikan respons.
Tahapan Proses Komunikasi dari Perspektif Psikologi
Dalam perspektif psikologi, komunikasi berlangsung melalui beberapa tahapan yang saling berhubungan. Berikut tahapannya:
1. Pengodean (Encoding)
Pengodean merupakan tahap ketika pengirim mengubah gagasan atau informasi menjadi pesan yang dapat dipahami, seperti kata, gambar, atau gerakan. Pada tahap ini, pengirim perlu memilih bahasa dan cara penyampaian yang sesuai dengan pesan serta penerima.
2. Transmisi
Setelah pesan disusun, pesan dikirim melalui saluran atau media tertentu. Media tersebut dapat berupa komunikasi langsung, telepon, tulisan, gambar, maupun video. Pemilihan media perlu disesuaikan dengan kebutuhan agar pesan dapat diterima dengan baik.
3. Dekode (Decoding)
Dekode adalah tahap ketika penerima menafsirkan pesan yang diterimanya. Proses ini dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, dan konteks yang dimiliki penerima. Pesan yang kurang jelas dapat menimbulkan perbedaan pemahaman atau kesalahpahaman.
4. Umpan Balik (Feedback)
Setelah menerima dan memahami pesan, penerima dapat memberikan respons kepada pengirim. Umpan balik dapat berupa pertanyaan, komentar, maupun tindakan. Respons ini membantu pengirim mengetahui sejauh mana pesan telah dipahami.
5. Konteks (Context)
Setiap komunikasi berlangsung dalam konteks tertentu yang dapat memengaruhi jalannya interaksi. Konteks tersebut dapat berupa situasi, hubungan sosial, maupun latar budaya. Karena itu, cara seseorang menyampaikan pesan dapat berbeda sesuai dengan kondisi dan pihak yang diajak berkomunikasi.
Baca juga: Kisi-Kisi Materi Psikologi PCPM BI 41 untuk Bahan Latihan
(RK)
