Sehubungan Pembukaan Bisnis, Kenapa Cara Buat Keputusan adalah Menemukan Flow?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat merintis bisnis baru, seorang wirausahawan sering kali dihadapkan pada situasi penuh tekanan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, dibutuhkan keterlibatan kognitif dan emosional yang mendalam agar bisnis dapat berjalan lebih terarah.
Salah satu konsep yang dinilai mampu membantu seseorang mencapai kondisi tersebut adalah “flow”. Berdasarkan informasi dari laman Sounding Board Inc, konsep flow dikembangkan oleh Mihaly Csikszentmihalyi, seorang psikolog yang dikenal berperan besar dalam perkembangan psikologi positif.
Flow sendiri merujuk pada kondisi ketika seseorang merasa sangat fokus dan terlibat sepenuhnya dalam aktivitas yang dikerjakan. Lantas, mengapa konsep flow menjadi salah satu cara yang tepat untuk membantu pengambilan keputusan saat membuka bisnis baru? Berikut penjelasan selengkapnya.
Memahami Konsep Flow Secara Umum
Sebelum membahas pentingnya konsep flow dalam kegiatan bisnis, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu pengertian dan karakteristiknya. Dikutip dari laman Medical News Today, konsep flow berasal dari bidang psikologi positif, yaitu cabang ilmu yang mempelajari berbagai hal yang dapat membantu manusia berkembang dan mencapai kesejahteraan hidup.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, konsep flow menggambarkan kondisi mental seseorang saat benar-benar fokus pada satu tugas atau aktivitas tertentu. Dalam kondisi ini, seluruh perhatian tertuju pada pekerjaan yang sedang dilakukan sehingga hampir tidak ada pikiran lain yang mengganggu.
Berikut beberapa karakteristik yang menunjukkan seseorang telah mencapai kondisi flow:
Fokus penuh: Seseorang yang berada dalam kondisi flow sulit terdistraksi oleh hal lain karena perhatiannya benar-benar tertuju pada tugas yang sedang dikerjakan.
Berkurangnya kesadaran diri: Dalam kondisi ini, seseorang cenderung tidak terlalu memikirkan diri sendiri, penilaian orang lain, maupun performa yang sedang ditampilkan.
Menikmati proses yang dijalani: Aktivitas yang dilakukan terasa menyenangkan sehingga mendorong seseorang untuk lebih tenggelam dan terlibat dalam pekerjaan tersebut.
Memiliki ketekunan lebih tinggi: Kondisi flow dapat membantu seseorang tetap bertahan menghadapi tugas sulit karena fokus dan motivasi tetap terjaga.
Mengapa Konsep Flow Penting Saat Membuka Bisnis Baru?
Saat membuka bisnis baru, seorang pengusaha tidak hanya dituntut untuk memiliki ide dan strategi yang matang, tetapi juga kemampuan dalam mengambil keputusan secara tepat. Karena itu, seorang pengusaha perlu menemukan kondisi flow agar dapat lebih fokus dan terarah.
Mengutip laman Sounding Board Inc dan Positive Psychology, berikut beberapa manfaat konsep flow yang dapat membantu pengusaha saat membuka dan mengembangkan bisnis baru:
1. Meningkatkan Kualitas Pengambilan Keputusan
Saat membuka bisnis baru, kondisi flow membantu pengusaha lebih fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai. Dengan begitu, proses pengambilan keputusan menjadi lebih terarah, logis, dan tidak mudah dipengaruhi tekanan eksternal.
2. Mendorong Produktivitas dan Kreativitas
Kondisi flow dapat memengaruhi kinerja dan perkembangan positif dalam menjalankan bisnis. Beberapa manfaat kondisi flow terhadap produktivitas dan kreativitas, yaitu:
Mendorong produktivitas: Kondisi flow membantu pengusaha bekerja lebih fokus sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif dan optimal.
Meningkatkan kreativitas: Saat berada dalam kondisi flow, seseorang cenderung lebih mudah menemukan ide baru serta solusi untuk menghadapi berbagai tantangan bisnis.
3. Mengurangi Stres dan Kecemasan
Merintis bisnis baru sering memicu rasa cemas akibat ketidakpastian. Konsep flow membantu seseorang tetap fokus pada proses dan tujuan, sehingga dapat mengurangi gangguan pikiran serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalankan usaha.
Baca Juga: Bagaimana Ilmu Kalam Berhubungan dengan Ilmu Sejarah Islam? Ini Penjelasannya
(ANB)
