Konten dari Pengguna

Sejarah Hari Jantung Sedunia yang Diperingati Setiap 29 September

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kesehatan jantung foto:Shuttertock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesehatan jantung foto:Shuttertock

Selasa (29/9), masyarakat dunia memperingati World Heart Day atau Hari Jantung Sedunia. Ini merupakan suatu bentuk peringatan untuk menyadarkan publik akan risiko penyakit jantung dan stroke.

Hari Jantung Sedunia adalah inisiatif dari World Heart Federation (WHF). Perayaan ini digelar karena penyakit kardiovaskular menjadi faktor penyebab terbesar kematian di dunia. Berdasarkan statistik, penyakit ini merenggut hingga 17,9 nyawa setiap tahunnya.

Hari Jantung Sedunia menjadi bentuk kampanye global dari WHF untuk mengedukasi sekaligus mendorong publik agar menerapkan pola hidup sehat demi kesehatan jantung. Hingga kini, Hari Jantung Sedunia terus didukung oleh organisasi seperti World Health Organization dan UNESCO.

Lewat peringatan ini, WHF mengajak publik di dunia untuk menghindari rokok, alkohol dan pola makan buruk. Selain itu, publik juga diimbau untuk rajin berolahraga, cek darah secara rutin, dan mengelola stres dengan baik guna mencegah kematian dini.

Ilustrasi kesehatan jantung. Foto: Thinkstock

Untuk edisi tahun ini, Hari Jantung Sedunia mengangkat tema “Use Heart” atau “Menggunakan Hati” untuk melawan penyakit kardiovaskular. Dikutip dari situs World Heart Federation, tema “Use Heart” bertujuan mengajak publik untuk menggunakan beberapa hal, yaitu:

Kepala

Publik diajak menggunakan kepala untuk memahami pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan jantung. Selain itu, publik juga diharapkan menerapkan perilaku hidup sehat demi kesehatan sekarang dan masa depan.

Pengaruh

Sebagai individu, publik diimbau untuk memberi contoh bagi orang terkasih. Dalam hal ini, tenaga medis atau kesehatan diminta membantu pasien untuk membuat perubahan positif demi kesehatan jantung. Atasan diharapkan untuk berinvestasi dalam kesehatan jantung karyawan.

Kemudian, pemerintah diharapkan untuk melaksanakan kebijakan yang mengarah pada kesehatan jantung masyarakat, seperti pajak gula, larangan merokok dan pengurangan polusi udara.

Kasih Sayang

Publik diminta untuk mendukung orang yang paling rentan dalam masyarakat, yakni mereka yang kondisi jantungnya rentan terhadap covid-19.

(GTT)