Sejarah Hari Kemerdekaan Malaysia yang Dirayakan Setiap 31 Agustus

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap 31 Agustus, masyarakat Malaysia merayakan hari kemerdekaan negaranya. Kemerdekaan Malaysia berhasil didapat pada 31 Agustus 1957 setelah bertahun-tahun berada dalam penjajahan Inggris.
Inggris menyerahkan kekuasan kepada Federasi Malaysia dan disaksikan sejumlah anggota muda partai Melayu, Tionghoa, dan India. Penyerahan kekuasaan itu dilakukan setelah Tunku Abdul Rahman memimpin negosiasi dengan Inggris.
Merayakan penyerahan kekuasaan tersebut, Tunku Abdul Rahman berpidato tengah malam dan menyampaikan bahwa ini adalah momen terhebat dalam kehidupan masyarakat Melayu. Tunku Abdul Rahman pun ditetapkan sebagai Perdana Menteri Malaysia saat itu dan disebut sebagai Bapak Kemerdekaan.
Perjuangan kemerdekaan Malaysia bermula saat wilayah Melaka jatuh ke tangan Portugis. Setelah itu, Tanah Melayu jatuh ke tangan Belanda pada 1641, kemudian direbut oleh Inggris di tahun 1824 melalui perjanjian Inggris-Belanda. Inggris turut bercampur tangan dalam urusan kegiatan di Malaysia yang sebelumnya telah diurus raja-raja Melayu.
Kelakuan Inggris tersebut membuat masyarakat Melayu tidak suka dan menilmbulkan perlawanan. Beberapa tokoh yang melakukan perlawanan pada saat itu di antaranya adalah Dol Said, Tok Janggut, Datuk Bahaman, Rentap, dan Datuk Maharajalela.
Pada era 1930-an, muncul lah golongan berpendidikan yang mulai berani memperjuangkan semangat nasionalisme untuk melawan penjajah. Golongan tersebut menyebarkan semangat dan ideologi untuk melawan penjajah melalui media cetak seperti majalah.
Setelah melalui perlawanan panjang, akhirnya pada tahun 1950-an Inggris pun melunak kepada Malaysia. Kesepakatan kemerdekaan pun berhasil didapatkan pada 8 Februari 1956. Namun karena alasan logistik, proklamasi kemerdekaan Malaysia baru bisa dibacakan pada tahun berikutnya, tepatnya 31 Agustus 1957.
(DNA)
