Konten dari Pengguna

Sejarah Hari Pramuka Nasional dan Internasional

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cuplikan film '5 Elang', cocok ditonton kembali pada Hari Pramuka. (Foto: tangkapan layar YouTube/Agus Suprianto)
zoom-in-whitePerbesar
Cuplikan film '5 Elang', cocok ditonton kembali pada Hari Pramuka. (Foto: tangkapan layar YouTube/Agus Suprianto)

Jumat (14/8), masyarakat akan memperingati Hari Pramuka di Indonesia. Ini menjadi perayaan yang bertujuan untuk menanamkan nilai dalam kegiatan pramuka seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, hingga keterampilan.

Pramuka atau Praja Muda Karana merupakan proses pendidikan di luar sekolah dan keluarga yang bertujuan membentuk watak, akhlak serta budi pekerti. Biasanya, pramuka identik dengan sejumlah kegiatan menarik di alam terbuka.

Sejarah Pramuka di Dunia

Sejatinya, kegiatan Pramuka dikembangkan oleh Lord Robert Baden Powell of Gilwell di Inggris. Di sana, istilah pramuka disebut dengan Scout.

Powell sudah berpengalaman dalam keterampilan survival, bahkan dia sudah menulis sebuah buku berjudul ‘Aids to Scouting’. Buku tersebut memuat panduan bagi remaja untuk melatih ketangkasan, cara bertahan hidup hingga pengembangan moral.

Pada 1908, Powell kembali menulis buku berjudul ‘Scouting fot Boy’. Semua buku yang ditulis Powell pun menyebar luas ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Jasa Powell dalam kepramukaan membuatnya dijuluki sebagai Bapak Pramuka Dunia atau Bapak Pandu Sedunia. Tak hanya itu, 22 Februari yang merupakan tanggal lahir Robert juga resmi ditetapkan sebagai Hari Pramuka Internasional.

Ilustrasi pramuka. Foto: Kumparan.

Sejarah Pramuka di Indonesia

Kepramukaan di Indonesia berawal dari organisasi Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) yang didirikan Belanda. Pada 1916, NPO berganti nama menjadi Nederlands Indische Padviders Vereeniging (NIPV). Kemudian, Mangkunegara VII di Surakarta pun turut mendirikan Javaansche Padvinders Organisatie.

Ternyata, Belanda mulai keberatan dengan penggunaan nama Pavinders. KH Agus Salim pun memutuskan untuk mengganti nama Padvinders dengan nama Pandu atau Kepanduan.

Pada 28 Desember 1945, dibentuklah organisasi Pandu Rakyat Indonesia. Kemudian, sejumlah gerakan Kepanduan pun semakin banyak bermunculan selama periode 1950-1960. Beberapa di antaranya yakni IPINDO, POPPINDO, dan PKPI.

Akhirnya, Presiden Soekarno membubarkan semua organisasi Kepanduan Indonesia dan menyatukan semua organisasi tersebut menjadi Gerakan Pramuka. Pada 14 Agustus 1961, Presiden Soekarno juga meresmikan Hari Pramuka di Indonesia yang diperingati hingga kini.

Kata Pramuka sendiri berasal dari kata “Poromuko” yang diambil oleh Sultan Hamengkubowono IX. Poromuko dapat diartikan sebagai pasukan terdepan dalam perang.

(GTT)