Konten dari Pengguna

Sejarah Hari Pramuka Nasional yang Dirayakan Setiap 14 Agustus

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah hari pramuka nasional. Sumber: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah hari pramuka nasional. Sumber: Freepik.com

Sejak tahun 1961, tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka Nasional. Itu adalah momen pertama pramuka resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia. Peresmian ini ditandai dengan pelantikan Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnari di Istana Negara.

Gerakan pramuka sudah masuk ke Indonesia sejak zaman kolonial. Dikutip dari Buku Panduan Pramuka Siaga oleh Agus S. Dani, Budi Anwari, gerakan pramuka awalnya dibawa oleh Belanda ke Indonesia dengan mendirikan lembaga kepramukaan bernama Nederlandnsche Padviners Organisatie (NPO) pada tahun 1912. Lalu pada tahun 1916, NPO berganti nama menjadi Nederland Indische Padviners Vereeniging (NIPV).

Pada tahun 1923, Belanda mendirikan Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Di tahun yang sama, mereka juga mendirikan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Jakarta.

Kedua organisasi ini yang menjadi cikal bakal kepanduan di Indonesia hingga melebur jadi satu pada 1926. Setelah bergabung, namanya pun berganti menjadi Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO).

Kemudian pada tahun 1931, muncul Persatuan Antar Pandu Indonesia yang berganti nama menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada 1936. Kegiatan mereka adalah melakukan PERKINO (Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem) atau bisa disebut cikal bakal jambore..

Banyaknya perkumpulan tersebut di Indonesia membuat Presiden Soekarno mengumpulkan para tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia pada 9 Maret 1961 di Istana Negara. Presiden mengungkapkan bahwa seluruh metode dan aktivitas kepanduan harus diperbaharui dan dilebur menjadi satu dengan nama Pramuka.

Presiden Soekarno menunjuk beberapa orang untuk menjadi panitia, yakni Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr. A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka.

Ilustrasi sejarah hari pramuka nasional. Sumber: Freepik.com

Peristiwa yang Mengiringi Lahirnya Hari Pramuka

Sebelum pelantikan Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnari di Istana Negara pada tanggal 14 Agustus 1961, terjadi beberapa peristiwa penting yang berkaitan dengan sejarah lahirnya hari Pramuka.

Pada tanggal 9 Maret 1961, Presiden Soekarno membacakan pidato tentang kepramukaan di Indonesia di hadapan para tokoh dan ketua kepanduan Indonesia. Karenanya, tanggal ini dikenal dengan Hari Tunas Gerakan Pramuka.

Pada tanggal 20 Mei 1962, terbit Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang berisi poin-poin berikut:

  • Menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia.

  • Mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk, dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya.

Seiring dengan terbitnya perintah pelaksanaan pendidikan Kepanduan dalam Keppres tersebut, Pramuka akhirnya menyebut tanggal 20 Mei sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja untuk kepramukaan di Indonesia.

Pada tanggal 31 Juli 1961, para wakil organisasi kepanduan yang memiliki identitas berbeda-beda membuat pernyataan bahwa mereka melebur menjadi satu dengan nama Gerakan Pramuka. Karenanya, pada tanggal tersebut dikenal dengan Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

Akhirnya, pada tanggal 14 Agustus 1961, digelar pelantikan Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnari di Istana Negara sekaligus pengesahan Panji Panji Gerakan Pramuka. Dengan dilantiknya organisasi kepanduan tersebut, Pramuka pun dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia hingga 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka.

(ULY)