Sejarah Singkat Pangeran Sabrang Lor: Pejuang Tangguh dari Tanah Demak

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pangeran Sabrang Lor merupakan sebutan yang diberikan kepada Adipati Unus. Nama tersebut disematkan untuk mengenang keberaniannya menyebrangi Selat Malaka untuk melawan Portugis.
Adipati Unus dikenal sebagai seorang pejuang yang pemberani dan ditakuti oleh Portugis pada saat itu. Selain itu, sejarah mencatatnya sebagai seorang ksatria yang tidak pantang menyerah.
Sepeninggal Raden Patah, Adipati Unus ditunjuk menjadi Raja di Kerajaan Demak pada tahun 1518 M. Beliau meninggal pada tahun 1521 M dalam peperangan melawan Portugis..
Sejarah Singkat Pangeran Sabrang Lor
Dikutip dari buku Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara karya Slamet Muljana, Pangeran Sabrang Lor bernama asli Raden Abdul Qadir. Beliau merupakan putra dari seorang alim ulama terkenal bernama Raden Muhammad Yunus. Ibu dari Pangeran Sabrang Lor merupakan putri dari pembesar Kerajaan Majapahit.
Setelah beranjak dewasa, Raden Abdul Qodir kemudian dinikahkan dengan putri dari Sultan Demak I, yakni Raden Patah. Setelah pernikahan tersebut beliau diangkat menjadi Adipati.
Raden Patah menamainya sebagai Adipati Bin Yunus, akan tetapi orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan Adipati Unus. Dari pernikahannya dengan putri Raden Patah, Pati Unus diberikan dua orang putra.
Pertarungan dan Kegigihan Pangeran Sabrang Lor
Pada masa kepemimpinan Raden Patah, Kesultanan Demak berada dalam puncak kejayaan. Banyak wilayah Kerajaan Majapahit yang berhasil diekspansi serta mulai melakukan perlawanan terhadap Portugis.
Pada tahun 1512 M, pasukan Portugis berhasil menduduki Malaka. Raden Patah, mengutus pasukan yang dipimpin langsung oleh Adipati Unus untuk melakukan perlawanan.
Pada peperangan tersebut, Adipati Unus membawa pasukan untuk melakukan perlawanan kepada Portugis. Akan tetapi, Adipati Unus harus kalah pada peperangan tersebut.
Kemudian, pada tahun 1513 M Adipati Unus kembali membawa pasukannya untuk melakukan serangan lanjutan kepada Portugis. Pada peperangan itu, ia membawa 100 kapal dan 5000 orang pasukan.
Namun, saat itu Portugis memiliki persenjataan yang lengkap. Sehingga, pasukan Adipati Unus dapat dipukul mundur oleh Portugis.
Pada tahun 1518 M, Raden Patah wafat di Demak. Setelah itu, diangkatlah Adipati Unus sebagai Sultan Demak II. Setelah pengangkatannya menjadi Sultan, beliau semakin bersemangat untuk melakukan perlawanan kembali kepada Portugis.
Kekalahan pada perang sebelumnya, tidak membuat semangat juangnya surut. Adipati Unus yang saat itu menjadi Sultan Demak langsung memimpin pasukan melakukan perlawanan terhadap Portugis untuk ketiga kalinya.
Ia berhasil mendapatkan bantuan dari Kesultanan Banten dan Cirebon. Pada peperangan tersebut, Adipati Unus membawa sekitar 360 kapal.
Kondisi itu sempat membuat pasukan Portugis panik. Peperangan terjadi sangat sengit, pasukan Adipati Unus dan Portugis saling melawan hingga tiga hari tiga malam. Sampai akhirnya pasukan Portugis menggunakan siasat dengan langsung melemparkan meriam ke kapal yang berisi Adipati Unus.
Saat itulah, Adipati Unus gugur dalam pertempuran. Kemudian, masyarakat memberikannya gelar sebagai Pangeran Sabrang Lor yang memiliki pengertian sebagai seorang pangeran yang gugur di seberang utara tanah Jawa (Malaka).
(PHR)
Frequently Asked Question Section
Siapa nama sultan Demak ke-2?

Siapa nama sultan Demak ke-2?
Pangeran Sabrang Lor merupakan sultan Demak ke-2, beliau adalah pengganti dari Raden Patah.
Kapan Pangeran Sabrang Lor wafat?

Kapan Pangeran Sabrang Lor wafat?
Pangeran Sabrang Lor meninggal dunia pada tahun 1521 M dalam peperangan melawan Portugis.
Kapan peperangan pertama Kesultanan Demak melawan pasukan Portugis?

Kapan peperangan pertama Kesultanan Demak melawan pasukan Portugis?
Pada tahun 1512 M, Raden Patah mengutus pasukan untuk melawan Portugis di Malaka.
