Seni Instalasi: Ciri-Ciri, Kategori, dan Tokoh-tokohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu jenis karya seni kontemporer adalah seni instalasi. Istilah seni instalasi memang masih tergolong asing bagi sebagian orang. Padahal, secara tidak disadari keberadaan seni instalasi kerap ditemukan di lingkungan sekitar.
Kata instalasi diambil dari bahasa Inggris, yaitu Installation yang artinya “pemasangan” atau “menempatkan”. Mengutip buku Pengetahuan Dasar Seni Rupa terbitan Tim Yudhistira (2018: 113), seni instalasi adalah karya seni yang dibuat dengan menyusun, merakit, dan memasangkan berbagai media seni, baik dua dimensi maupun tiga dimensi sehingga membentuk satu kesatuan.
Lain halnya dengan seni lukis maupun seni patung yang tinggal dipajang, seni instalasi harus dipasang dan disusuh terlebih dahulu. Sebab, seni ini terdiri dari banyak komponen.
Lantas, apa saja ciri-ciri dan kategori seni instalasi? Untuk mengetahuinya, simak uraian berikut ini.
Ciri-Ciri Seni Intalasi
Ciri-ciri seni instalasi dapat dilihat secara visual maupun maknanya. Perbedannya adalah sebagai berikut.
Secara Visual
Secara visual atau fisik, seni instalasi memiliki ciri khas yang dibentuk dari beberapa gabungan media yang nantinya disatu-padukan, sehingga membentuk sebuah seni yang memiliki makna tertentu.
Secara Makna
Makna yang terkandung dalam seni instalasi adalah hal-hal yang bersifat kontemporer. Selain itu, seni instalasi bisa mengandung makna yang berisi kritik, sindirian, hingga keprihatinan terhadap peristiwa yang terjadi saat ini.
Kategori Seni Instalasi
Berdasarkan buku Seni Budaya 2 karangan Yoyok RM (2013: 44), kategori seni instalasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni site-specific installation dan filled-space installation. Apa bedanya?
1. Instalasi Site-Spesific
Instalasi site-spesific adalah karya seni instalasi yang bergantung dan beradaptasi pada ruangan. Maksudnya, wujud dan makna seni akan terus berubah saat sebuah karya diletakkan di tempat yang berbeda.
2. Instalasi Filled-Space
Instalasi filled space adalah seni instalasi yang mengisi ruang, baik itu ruang nyata maupun alam yang terbuka. Saat instalasi filled-space ini dipindahkan ke ruang yang lain, maka bentuknya akan tetap sama seperti sebelumnya. Karya tersebut tidak akan bergantung pada ruangan peletakannya.
Tokoh-Tokoh Seni Instalasi
Menurut buku ajar Sejarah Seni Rupa Nusantara karya Yofita Sandra (2020: 191), seni instalasi di dunia pertama kali muncul pada periode aliran Pop Art sekitar tahun 1950 sampai 1970-an.
Awal kemunculannya ditandai oleh karya Judy Pfaff, yang membuat taman bawah laut ditambah dengan ribuan jenis sampah. Karyanya ini dinilai sangat fantastis dan monumental bagi sebagian orang.
Adapun tokoh-tokoh lain yang turut mempelopori adanya seni instalasi, antara lain:
Daniel Buren
Joseph Beuys
Robert Irwin
Hans Haacke
Di Indonesia terdapat pula seniman yang turut mempopulerkan seni intalasi, antara lain:
Heri Dono
Tisna Sanjaya
Teguh Ostenrik
Andar Malik
Krisna Mukti
Dadang Chrisanto
(VIO)
