Konten dari Pengguna

Seperti Apa Kitab Suci Yahudi? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kitab suci Yahudi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kitab suci Yahudi. Foto: Pexels

Kitab suci Yahudi adalah kumpulan sefer (tulisan) yang dikumpulkan para pemuka Perkumpulan Wali Agung Yahudi, setelah kebebasan mereka dari tawanan Babilonia. Kumpulan tulisan ini dikenal dengan Tanakh.

Mengutip buku Linimasa & Sejarah Penulisan Kitab Suci: Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan Al-Quran oleh Nafan Akhun, Tanakh adalah daftar kitab suci dari Alkitab Ibrani yang terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:

  1. Taurat (Undang-Undang Tuhan)

  2. Nevi'im (Sefer Para Nabi)

  3. Ketuvim (Tulisan)

Secara terminologi, istilah Tanakh merupakan akronim dari masing-masing abjad Ibrani pertama dari ketiga pembagian kitab tersebut, yaitu Taurat, Nevi'im, dan Ketuvim. Lantas, apa isi kitab suci Yahudi tersebut?

Kitab Suci Yahudi

Ilustrasi kitab suci Yahudi. Foto: Pexels

Dalam Tanakh, kitab Taurat, Nevi'im, dan Ketuvim terbagi lagi menjadi beberapa kitab. Total dari kitab suci tersebut adalah 24.

Mengutip buku Yahudi Sang Akar Malapetaka oleh Abdullah Al-Thail, dkk., berikut adalah penjelasan mengenai kitab Taurat, Nevi'im, dan Ketuvim beserta pembagian kitab-kitabnya.

1. Taurat

Secara harfiah, Taurat artinya "pengajaran" atau "pembelajaran". Dalam keyakinan kaum Yahudi, Taurat adalah Undang-Undang Tuhan yang ditulis oleh Nabi Musa.

Kitab Taurat disebut juga sebagai "Lima Kitab Musa" karena terdiri atas lima kitab utama, yaitu:

  1. Sefer Takwin (Kitab Kejadian)

  2. Sefer Khuruj (Kitab Keluaran)

  3. Sefer Lawiyyun (Kitab Imamat)

  4. Sefer Adad (Kitab Bilangan)

  5. Sefer Tstatsniyah (Kitab Ulangan)

2. Nevi'im

Secara harfiah, Nevi'im artinya "Nabi-Nabi". Kitab ini berisi tentang kisah-kisah nabi-nabi awal dan nabi-nabi akhir.

Nevi'im kemungkinan diterima sebagai kitab suci setelah terjadinya skisma yang memisahkan kaum Samaritan dan Yahudi pada abad ke-4 SM atau abad ke-2 SM.

Kitab ini terbagi menjadi dua bagian, yakni:

  1. Sefer Nabi-Nabi Awal, yaitu Yosua, Hakim-Hakim (Qudhaat), Samuel, Raja-Raja, Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel.

  2. Sefer Nabi-Nabi Akhir, yaitu Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habaquk, Zefanya, Hagai, Zakharia, dan Maleakhi. Keduabelas kitab ini dianggap sebagai satu kitab.

Pembagian kitab tersebut meliputi kitab-kitab yang mencakup periode sejak masuknya bangsa Israel ke Tanah Israel sampai peristiwa pembuangan Babel (pengasingan orang-orang Israel dari Kerajaan Yehuda ke Babilonia).

3. Ketuvim

Secara harfiah, Ketuvim artinya "Tulisan". Kitab ini diakui sebagai salah satu kategori kitab suci Yahudi yang kemungkinan diterima pada abad ke-2 SM.

Ketuvim mencakup kitab hukum, etika kearifan, dan sejarah. Kitab ini terbagi lagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Kitab puisi, yaitu Mazmur, Amsal, dan Ayub.

  2. Lima Gulungan atau Lima Megillot, yaitu Rut, Kidung Agung, Pengkhotbah, Ratapan, dan Ester.

  3. Kitab-kitab lainnya, yaitu Daniel, Ezra-Nehemia, dan Tawarikh.

Kitab-kitab suci Yahudi tersebut dialihbahasakan oleh 70 cendekiawan Yahudi ke dalam bahasa Yunani kuno pada era Ptolemus Philadelpus (248-285 SM) di Alexanderia.

Terjemahan kitab Tanakh ini kemudian direvisi ke bahasa Yunani modern dan bahasa Latin, lalu diterjemahkan ke bahasa Arab. Selanjutnya, kitab-kitab ini memiliki terjemahan modern dalam berbagai bahasa.

(SFR)

Baca juga: Orang Yahudi Keturunan Nabi Siapa? Ini Penjelasan Silsilahnya