Konten dari Pengguna

Serah Terima Hewan Qurban, Ini Doa dan Tata Caranya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sapi untuk kurban. Foto: Anis Efizudin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sapi untuk kurban. Foto: Anis Efizudin/ANTARA FOTO

Serah terima hewan qurban bisa dilakukan kapan saja, baik dari jauh-jauh hari ataupun dalam waktu dekat. Namun, bagaimana prosedurnya yang dibolehkan menurut syariat Islam?

Sebenarnya, akad serah terima hewan qurban bisa disederhanakan dengan membaca basmallah saja. Kedua belah pihak, baik penjual ataupun pembeli, tidak boleh merasa dirugikan atas transaksi yang terjadi.

Dalam prosesnya, akad yang dilakukan juga tidak boleh mengandung unsur riba dan penipuan. Sebagaimana dijelaskan dalam buku Tafsir Ayat-ayat Ya Ayyuhal-ladzina Amanu karya Syaikh Muhammad Abdul Athi (2005), riba adalah transaksi yang dilarang dan pelakunya diancam akan diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya.

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 279, Allah SWT berfirman: “Maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.”

Soal serah terima hewan qurban, ada hal-hal krusial yang mesti diperhatikan. Ini berkaitan dengan rukun, syarat sah, syarat wajib, dan sunnah-nya. Apa saja?

Akad Serah Terima Hewan Qurban

Ilustrasi kurban di tengah pandemi. Foto: Maulana Surya/ANTARA FOTO

Tidak ada doa atau bacaan khusus terkait akad serah terima hewan qurban. Syarat utamanya harus dilakukan dengan niat yang benar tanpa unsur riba ataupun penipuan.

Namun, sejumlah ulama mensyaratkan kepada orang yang berqurban untuk membaca niat begitu hewan dibeli. Dipaparkan dalam buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas V karya Burhanudin dan Najib (2021), niat tersebut dapat mendatangkan pahala, rasa syukur, dan ampunan doa dari Allah SWT.

Setelah hewan qurban sah menjadi milik, maka disunnahkan untuk memperbanyak takbir. Lafaz yang bisa dibaca yaitu, “Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar walillahil hamd.”

Kemudian, dianjurkan pula membaca sholawat yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Tujuannya untuk mendatangkan keridhoan Allah SWT atas hewan yang sudah dibeli.

Kriteria Memilih Hewan Qurban

Ilustrasi kurban saat lebaran idul Adha. Foto: Shutter Stock

Ternyata, memilih hewan qurban tidak boleh sembarangan. Para ulama telah membahas kriterianya secara detail dalam kitab-kitab kajian mereka. Dirangkum dari buku Fikih Kurban susunan Al-Ustaz Hari Ahadi (2021), berikut rinciannya:

1. Hewan yang bertanduk

Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan hewan yang bertanduk, maka umat Muslim pun dianjurkan demikian. Namun, ini bukanlah sebuah keharusan.

Mengacu pada keterangan tersebut, Imam ash-Shan'ani menyatakan Ulama mengatakan bahwa boleh berkurban dengan al-Ajamm, yaitu hewan yang belum bertanduk dengan alasan tertentu.

2. Pilih hewan qurban yang gemuk

Jika Anda sudah menentukan jenis hewan yang ingin diqurbankan, entah itu unta, sapi, atau kambing, maka disarankan untuk memilih jenis yang gemuk. Syarat ini memiliki keutamaan tersendiri di sisi Allah SWT.

3. Hewan jantan lebih utama

Ulama sepakat bahwa boleh berkurban dengan hewan jantan ataupun betina. Namun, menurut beberapa pendapat, hewan yang jantan lebih utama.

(MSD)